Beranda Daerah Untuk Efektifkan Pembelian Solar Subsidi, Pertamina Bagikan 36 Ribu Kartu Kendali

Untuk Efektifkan Pembelian Solar Subsidi, Pertamina Bagikan 36 Ribu Kartu Kendali

pembelian
Kaba Sumbar.net – Guna mengefektifkan pembelian solar subsidi, Pertamina Patra Niaga Kalimantan menargetkan 36 ribu kartu kendali pembelian  solar subsidi sudah terbagi ke masyarakat konsumen di Kalimantan Timur hingga akhir 2022. Hal tersebut disampaikan General Manager (GM) Patra Niaga Kalimantan, Freddy Anwar, melalui keterangan tertulisnya, Senin (4/4/2022).

Kartu kendali pembelian yang sudah dibagikan “ saat ini baru 10 ribu kartu di Balikpapan dan Samarinda,” kata Freddy Anwar, dilansir dari laman InfoPublik. Pembagian kartu kendali pembelian  berikutnya adalah Kota Bontang, dan seterusnya kota-kota lain di Kalimantan Timur.

Menurut Freddy, pada saat yang sama juga dibagikan kartu kendali pembelian solar untuk konsumen di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kartu kendali ini khusus untuk kendaraan bermesin diesel angkutan penumpang dan angkutan barang non-pertambangan dan perkebunan.

Kartu kendali adalah kartu yang digunakan untuk mencatat pembelian solar bersubsidi. Pada kartu tersebut tercantum nomor polisi kendaraan dan jenis kendaraannya.

Setiap kali membeli solar bersubsidi di SPBU, petugas akan mencatat jenis kendaraan dan nomor polisinya, berikut jumlah pembeliannya.

Aturan program ini berpasangan dengan aturan pembatasan pembelian solar subsidi, dan siapa saja yang berhak membeli solar subsidi tersebut.

Truk atau kendaraan industri, terutama pertambangan dan perkebunan dilarang menggunakan solar subsidi seharga Rp5.150 per liter ini.

Di Balikpapan, misalnya, sebuah truk kapasitas tangki BBM 200 liter hanya boleh membeli solar subsidi sekali sehari sejumlah kapasitas tangkinya itu.

“Mudah-mudahan ini efektif,” harap Freddy.

Artinya mencegah yang tidak berhak ikut menikmati dan yang berhak bisa mendapatkan haknya.

Di Balikpapan, penerapan program ini diyakini sudah bisa memberi dampak pada panjang antrean dan lamanya waktu yang diperlukan untuk mendapatkan solar subsidi.

Setelah sebulan penuh terjadi drama antrean solar yang makin panjang hingga sampai perlu waktu 3 hari 3 malam untuk bisa sampai di depan nozle selang pengisi di SPBU, kini truk bisa melenggang masuk dan langsung diisi tangkinya dengan solar subsidi.

Selain itu tindakan tegas dari polisi juga dianggap berpengaruh besar. Pekan lalu, polisi menangkap sopir dan mengamankan truk yang tangkinya sudah dimodifikasi sehingga bisa mengisi BBM lebih dari ketentuan.

Jajaran Polda Kaltim mendapati mereka yang tidak berhak itu ada di Balikpapan, Tenggarong-Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara.

Facebook Comments

Artikulli paraprakWCN Foundation Digandeng Pemerintah Gulirkan Prog.Ekonomi Kerakyatan
Artikulli tjetërKKP: Kuota Penangkapan Nelayan Lokal Harus Terpenuhi