Beranda Politik Kim Jong Un Menangis Meminta Maaf kepada Rakyatnya. Benarkah Ia Tertekan?

Kim Jong Un Menangis Meminta Maaf kepada Rakyatnya. Benarkah Ia Tertekan?

Kim Jong Un
KabaSumbar- Kim Jong Un Menagis ?  Benarkah itu ? Hal tersebut tentu saja menjadi pertanyaan  dan jika benar, tentu menjadi pemandangan yang tidak biasa mengingat Presiden yang satu ini terkenal sebagai pemimpin yang garang.

Melansir berbagai sumber, kejadian Kim Jong Un menangis tersebut berlangsung dalam peringatan 75 tahun Partai Buruh Korea yang digelar Oktober tahun lalu.

Saat berpidato itu, Kim Jong Un terpantau membuka kacamata kemudian menyeka air mata.

Alasan yang mengemuka perihal peristiwa Kim Jong Un menangis tersebut salah satunya lantaran kerja sama dengan China di bidang perdagangan mengalami penurunan drastis. Ditambah situasi sedang tidak baik karena adanya pandemi Covid-19

Di luar itu, Korea Utara juga tengah mendapati hukuman internasional dan beragam cobaan lain terkait bencana alam.

“Rakyat kita memberikan kepercayaan setinggi langit dan sedalam lautan, tetapi saya telah gagal memenuhi keinginan rakyat. Untuk itu, saya meminta maaf,” tutur Kim.

Kim menambahkan, harta yang paling berharga adalah ketulusan serta kepercayaan dari rakyat.

Kepercayaan tersebut, papar Kim, tidak dapat ditukar dengan ketenaran atau pun jutaan ton emas.

Sebagian berpendapat jika hal tersebut merupakan sesuatu yang langka.

Namun, sebagian lain menanggapi secara berbeda dan menyebut jika Kim Jong-un sedang merasakan tertekan dengan situasi dan kondisi saat ini.

Untuk kamu ketahui, menangis serta meminta maaf di ruang publik merupakan sesuatu yang sangat jarang dilakukan oleh seorang pemimpin tertinggi Korea Utara tersebut.

“Di balik pidatonya, dia [Kim Jong-un] menggunakan istilah ‘tantangan berat’, ‘cobaan berat yang tak terhingga’, dan ‘bencana yang tidak terduga’,” ucap Direktur Divisi Korea Utara dan Institut Korea untuk Unifikasi Nasional, Hong Min.

“Ini menunjukkan jika dia sedang dalam situasi berat untuk memerintah, dan dia merasa tertekan atas keresahan rakyatnya yang mungkin sedih lantaran rakyatnya kesulitan,” tambah Hong Min.

Sementara tanggapan terhadap Kim Jong un juga terlontar dari analis lainnya.

Analis Rachel Minyoung Lee Kim tengah berusaha membangun citra sebagai pemimpin yang kharismatik, kompeten, sekaligus mempunyai sisi humanis.,

Rachel Minyoung Lee Kim selaku peneliti independen dan mantan analis Korut untuk Amerika Serikat, mengungkapkan jika pidato Kim memperlihatkan citra yang lebih tradisional.

Dalam pandangannya, “Gaya pidato Kim yang sederhana dan jujur ditambah tangisan, sangat tidak biasa. Pidatonya sangat jelas ditujukan dan tentang rakyat Korut,” kata Rachel Minyoung Lee seperti dikutip Republika.

Facebook Comments

Artikulli paraprakMesin ATM Rusak Nasabah Bank BNI Cabang Simpang Empat Banyak Mengeluh
Artikulli tjetërSaat gelar Gebyar Vaksin Kapolres Pasbar Bagikan 200 Paket Sembako