Workshop Digital Entrepreneurship di Padang Dorong UMKM Naik Kelas

Workshop Digital Entrepreneurship di Padang Dorong UMKM Naik Kelas

KabaSumbar -- Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Kota Padang menggelar Workshop Digital Entrepreneurship di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa, 11 Agustus 2026. Sebanyak 100 pelaku usaha mengikuti pelatihan setelah lolos kurasi dari 165 pendaftar.

Program Badan Ekraf Digital Entrepreneurship (BDE) itu membekali pelaku UMKM dengan keterampilan memanfaatkan teknologi untuk pemasaran dan pengembangan usaha.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri kegiatan tersebut bersama Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa. Direktur Aplikasi dan Plt. Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif Tri Wahyudi juga hadir.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Padang Teddy Antonius, Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza, serta Kepala Dinas Kominfo Tommy TRD turut mengikuti workshop.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam memberikan arahan melalui sambungan daring. Neil meminta peserta langsung menerapkan materi yang mereka pelajari selama pelatihan.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk bekerja, berdiskusi, dan mempraktikkan langsung materi yang disampaikan, khususnya dalam memanfaatkan platform digital,” kata Neil.

100 Pelaku Usaha Lolos Kurasi

Tri Wahyudi mengatakan 165 pelaku usaha mendaftar program BDE di Padang. Panitia kemudian memilih 100 peserta berdasarkan hasil kurasi.

Peserta berasal dari beberapa subsektor ekonomi kreatif, seperti kuliner, fashion, kriya, desain, dan arsitektur.

Tri mengatakan kebutuhan digitalisasi setiap bidang usaha berbeda. Karena itu, peserta mendapat materi yang berkaitan dengan kewirausahaan digital dan perkembangan ekonomi kreatif.

Pelatihan tersebut juga mengarahkan pelaku usaha untuk menggunakan teknologi dalam kegiatan bisnis mereka.

Masuk Program Pemulihan Pascabencana

Kementerian Ekonomi Kreatif memasukkan workshop BDE di Padang ke dalam program rekonstruksi setelah bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.

Sumatera Barat menjadi provinsi pertama dari tiga daerah terdampak bencana yang mendapat program tersebut.

Pemko Padang mengaitkan pelatihan digital ini dengan program “UMKM Naik Kelas”. Maigus Nasir mengatakan pelaku usaha membutuhkan keterampilan yang bisa mereka gunakan untuk memulihkan dan mengembangkan bisnis setelah bencana.

“Kami berharap workshop tersebut dapat menjadi momentum bagi para pelaku UMKM untuk bangkit dan kembali mengembangkan usahanya setelah bencana yang terjadi pada akhir 2025 lalu,” ujar Maigus.

Pemko Padang juga menjalankan sejumlah program untuk memperkuat UMKM. Upaya itu mencakup pemasaran digital, perluasan pasar, akses pembiayaan, dan percepatan sertifikasi halal.

Bagi pelaku usaha, kemampuan mengelola pemasaran digital membuka peluang untuk menjangkau pembeli di luar wilayah Padang. Mereka juga dapat menggunakan platform digital untuk memperkenalkan produk dan membangun basis pelanggan.

Workshop BDE memberi peserta ruang untuk mempelajari keterampilan tersebut secara langsung. Hasil pelatihan selanjutnya bergantung pada penerapan materi dalam kegiatan usaha masing-masing peserta.

UMKM Padang ekonomi kreatif digital entrepreneurship digital marketing Kemenekraf Pemko Padang UMKM naik kelas ekonomi digital