Harga BBM Dexlite & Pertamax 2 November 2026 Naik Lagi: Hitung-Hitung Biaya Bulanan Warga Sumbar + Tips Irit
KabaSumbar -- Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian masyarakat. Mulai Senin, 2 November 2026, harga sejumlah BBM non-subsidi Pertamina dikabarkan mengalami kenaikan.
Dalam daftar harga yang beredar, Pertamax mengalami kenaikan Rp400 per liter, sedangkan Dexlite naik Rp500 per liter. Sementara itu, harga Pertalite dan Biosolar disebut tidak mengalami perubahan.
Kenaikan harga tersebut tentu perlu diperhitungkan, terutama bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan kendaraan untuk bekerja, berdagang, maupun menjalankan usaha.
Bagi warga Sumatera Barat, biaya transportasi menjadi salah satu pengeluaran rutin yang cukup besar. Kondisi geografis daerah yang memiliki jarak antarkota relatif jauh membuat konsumsi BBM menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Daftar Harga BBM Pertamina di Sumatera Barat
Berdasarkan daftar harga yang menjadi bahan pemberitaan ini, berikut perbandingan harga BBM sebelum dan sesudah perubahan per 2 November 2026 pukul 06.00 WIB.
| Jenis BBM | Harga Baru | Harga Lama | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Pertalite | Rp10.950 | Rp10.950 | Tetap |
| Pertamax | Rp15.450 | Rp15.050 | Rp400 |
| Pertamax Turbo | Rp16.950 | Rp16.450 | Rp500 |
| Dexlite | Rp13.950 | Rp13.450 | Rp500 |
| Dexlite Turbo | Rp14.950 | Rp14.350 | Rp600 |
| Biosolar | Rp6.800 | Rp6.800 | Tetap |
| Pertamina Dex | Rp12.950 | Rp12.550 | Rp400 |
Perubahan harga BBM non-subsidi umumnya dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta kebijakan penetapan harga yang berlaku.
Adapun harga BBM di masing-masing daerah perlu dipastikan melalui pengumuman resmi Pertamina.
Menghitung Pengeluaran BBM Warga Sumatera Barat
Kenaikan beberapa ratus rupiah per liter mungkin terlihat kecil. Namun, jika dikalikan dengan konsumsi harian selama satu bulan, tambahan pengeluaran bisa cukup terasa.
Berikut tiga simulasi untuk menggambarkan pengeluaran BBM masyarakat dengan pola perjalanan berbeda.
1. Pegawai yang Menggunakan Sepeda Motor
Seorang pegawai yang tinggal di Kota Padang dan setiap hari bekerja di kawasan Lubuk Begalung bisa mengeluarkan biaya BBM sekitar Rp341.640 per bulan.
Simulasi perhitungannya:
| Keterangan | Perhitungan |
|---|---|
| Kendaraan | Honda Beat 2023 |
| BBM | Pertalite |
| Jarak perjalanan | 28 km per hari |
| Konsumsi | 1,2 liter per hari |
| Harga BBM | Rp10.950/liter |
| Pengeluaran harian | Rp13.140 |
| Pengeluaran bulanan | Rp341.640 |
| Pengeluaran tahunan | Rp4.099.680 |
Perhitungan menggunakan asumsi 26 hari perjalanan dalam satu bulan.
Karena harga Pertalite dalam simulasi ini tidak berubah, pengeluaran pengguna kendaraan tersebut juga relatif tetap.
2. Pelaku Usaha Kuliner yang Menggunakan Mobil
Bagi pelaku usaha yang harus mengantarkan barang dan berbelanja kebutuhan dagangan, penggunaan kendaraan roda empat tentu membutuhkan biaya lebih besar.
Sebagai contoh, pemilik usaha kuliner yang menggunakan Toyota Avanza dengan jarak perjalanan sekitar 65 kilometer setiap hari.
Dengan asumsi konsumsi BBM lima liter per hari, berikut perhitungannya.
| Keterangan | Biaya |
|---|---|
| Kendaraan | Toyota Avanza 2022 |
| BBM | Pertamax |
| Konsumsi harian | 5 liter |
| Harga baru | Rp15.450/liter |
| Biaya harian baru | Rp77.250 |
| Biaya harian sebelumnya | Rp75.250 |
| Tambahan per hari | Rp2.000 |
| Biaya bulanan baru | Rp2.008.500 |
| Tambahan per bulan | Rp52.000 |
| Tambahan per tahun | Rp624.000 |
Dalam setahun, tambahan pengeluaran mencapai Rp624.000 apabila pola perjalanan dan konsumsi BBM tidak berubah.
Bagi usaha kecil dengan keuntungan yang harus dibagi untuk berbagai kebutuhan operasional, tambahan biaya seperti ini tetap perlu diperhitungkan.
3. Pekerja dengan Mobilitas Tinggi
Pekerja lapangan, tenaga pemasaran, dan petugas distribusi merupakan kelompok yang memiliki mobilitas tinggi.
Perjalanan antarkecamatan bahkan antarkabupaten membuat kebutuhan BBM menjadi bagian penting dari biaya operasional.
Namun, pemilihan BBM harus disesuaikan dengan jenis kendaraan. Dexlite merupakan BBM untuk mesin diesel, sehingga tidak dapat digunakan pada sepeda motor Yamaha NMAX yang menggunakan mesin bensin.
Untuk kendaraan diesel dengan konsumsi empat liter per hari, simulasi pengeluarannya adalah:
| Keterangan | Biaya |
|---|---|
| BBM | Dexlite |
| Konsumsi harian | 4 liter |
| Harga baru | Rp13.950/liter |
| Biaya harian baru | Rp55.800 |
| Biaya harian sebelumnya | Rp53.800 |
| Tambahan per hari | Rp2.000 |
| Biaya bulanan baru | Rp1.450.800 |
| Tambahan per bulan | Rp52.000 |
| Tambahan per tahun | Rp624.000 |
Angka tersebut merupakan simulasi dengan asumsi penggunaan 26 hari dalam sebulan.
Tujuh Cara Menghemat BBM Tanpa Mengurangi Mobilitas
Menghadapi perubahan harga BBM, masyarakat sebenarnya bisa melakukan sejumlah langkah sederhana untuk menekan pengeluaran.
Kebiasaan berkendara dan perawatan kendaraan memiliki pengaruh terhadap efisiensi konsumsi bahan bakar.
Berikut beberapa hal yang bisa diterapkan.
1. Periksa tekanan angin ban secara rutin
Ban dengan tekanan angin di bawah standar membuat hambatan gulir meningkat. Akibatnya, mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kendaraan.
Periksa tekanan ban setidaknya sekali seminggu dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan.
2. Hindari membiarkan mesin menyala terlalu lama
Kebiasaan membiarkan mesin hidup ketika kendaraan tidak bergerak dapat membuang bahan bakar.
Jika harus berhenti cukup lama dan kondisi memungkinkan, matikan mesin untuk mengurangi konsumsi BBM.
3. Berkendara dengan kecepatan stabil
Kebiasaan menarik gas secara mendadak dan melakukan pengereman terlalu sering membuat konsumsi BBM lebih boros.
Usahakan berkendara secara halus, menjaga jarak aman, dan menghindari perubahan kecepatan yang tidak diperlukan.
4. Kurangi barang yang tidak diperlukan
Beban kendaraan yang berlebihan dapat meningkatkan kebutuhan tenaga mesin.
Keluarkan barang-barang yang tidak diperlukan dari bagasi, terutama jika kendaraan digunakan setiap hari.
5. Lakukan perawatan kendaraan sesuai jadwal
Penggantian oli, pemeriksaan filter udara, dan perawatan mesin sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan.
Kendaraan yang terawat membantu menjaga performa dan efisiensi bahan bakar.
6. Rencanakan perjalanan sebelum berangkat
Menggabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan dapat mengurangi jarak tempuh yang tidak perlu.
Penggunaan aplikasi navigasi juga membantu pengendara memilih rute yang lebih efisien dan menghindari kemacetan.
7. Gunakan pendingin udara secara bijak
Pada mobil, penggunaan AC memberikan tambahan beban pada mesin.
Atur suhu AC pada tingkat yang nyaman dan gunakan fitur sirkulasi udara sesuai kebutuhan. Hindari membuka kaca pada kecepatan tinggi karena dapat meningkatkan hambatan udara.
Langkah-langkah tersebut tidak menjamin penghematan dalam persentase tertentu karena hasilnya bergantung pada kondisi kendaraan, pola berkendara, rute, dan kepadatan lalu lintas.
Harga BBM dan Dampaknya terhadap Biaya Hidup
Perubahan harga BBM tidak hanya berpengaruh terhadap pengeluaran pemilik kendaraan pribadi.
Sektor usaha, distribusi barang, transportasi umum, hingga aktivitas perdagangan juga bisa merasakan dampaknya.
Jika biaya operasional meningkat, pelaku usaha berpotensi melakukan penyesuaian harga barang maupun jasa.
Di Sumatera Barat, persoalan ini menjadi perhatian tersendiri karena distribusi barang dan mobilitas masyarakat masih banyak mengandalkan transportasi darat.
Ongkos perjalanan antarkota seperti Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, Solok, dan daerah lainnya sangat dipengaruhi biaya transportasi.
Bagi pengemudi transportasi daring, kenaikan biaya BBM juga dapat mengurangi pendapatan bersih apabila tarif perjalanan tidak mengalami penyesuaian.
Sementara itu, pelaku usaha kecil harus lebih cermat mengatur biaya pengiriman dan operasional agar kenaikan pengeluaran tidak terlalu membebani usaha.
Kebijakan Subsidi dan Program Energi Perlu Dicermati
Selain perubahan harga BBM non-subsidi, kebijakan pemerintah mengenai subsidi energi juga menjadi perhatian masyarakat.
Pertalite dan Biosolar merupakan jenis BBM yang mendapatkan dukungan subsidi atau kompensasi pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat perlu memahami persyaratan penggunaan BBM bersubsidi, termasuk ketentuan kendaraan dan mekanisme pembelian yang ditetapkan pemerintah.
Digitalisasi melalui MyPertamina juga menjadi salah satu sarana untuk mendukung pendataan dan pengawasan distribusi BBM.
Di sisi lain, pengembangan kendaraan listrik dan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong penggunaan energi yang lebih beragam.
Namun, ketersediaan infrastruktur, harga kendaraan, dan kemampuan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik masih menjadi sejumlah tantangan.
Perubahan harga BBM, khususnya untuk jenis non-subsidi, perlu menjadi perhatian masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi.
Tambahan Rp400 hingga Rp500 per liter mungkin tidak langsung terasa ketika mengisi bahan bakar. Namun, jika dikalikan dengan kebutuhan harian selama sebulan, jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.
Karena itu, masyarakat perlu mulai menghitung kebutuhan BBM berdasarkan jarak perjalanan dan konsumsi kendaraan masing-masing.
Perawatan kendaraan, kebiasaan berkendara yang lebih efisien, serta perencanaan rute perjalanan dapat membantu mengendalikan pengeluaran.
Pada akhirnya, penghematan BBM bukan semata-mata soal mengurangi biaya ketika harga naik. Kebiasaan berkendara yang baik juga membantu menjaga kondisi kendaraan dan membuat perjalanan lebih efisien.