Starlink Bidik 168 Juta Pelanggan pada 2031
KabaSumbar -- Starlink diproyeksi mencapai 168 juta pelanggan pada 2031, setelah jumlah penggunanya mencapai 12 juta pada kuartal II 2026.
Bernstein melihat pasar broadband masih menyediakan ruang pertumbuhan bagi layanan internet satelit milik SpaceX. Dalam skenario yang dianalisis, bisnis broadband konsumen dan usaha kecil Starlink dapat menghasilkan pendapatan sekitar US$64 miliar per tahun pada 2031.
SpaceX mencatat 12 juta pelanggan Starlink per 30 Juni 2026. Jumlah tersebut naik dua kali lipat dibandingkan 6 juta pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Data SpaceX mencakup sejumlah jenis layanan personal dan bisnis. Karena itu, angka 12 juta pelanggan tidak dapat dianggap seluruhnya sebagai jumlah rumah tangga yang memakai Starlink.
Starlink Masih Punya Ruang di Pasar Broadband
Bernstein menghitung peluang Starlink dari beberapa kelompok pengguna, termasuk pelanggan layanan internet satelit lama, pengguna DSL, fixed wireless access, serta rumah tangga yang belum memiliki koneksi broadband tetap.
Dalam skenario yang dinilai realistis, Starlink dapat memperoleh sekitar 10 hingga 20 persen pelanggan broadband non-fiber. Perhitungan Bernstein menghasilkan potensi 93 juta sampai 153 juta pelanggan residensial, dengan pendapatan langganan tahunan sekitar US$27 miliar hingga US$65 miliar.
Ketika pelanggan usaha kecil dan segmen broadband konsumen lainnya ikut dihitung, Bernstein memperkirakan jumlah pelanggan Starlink dapat mencapai sekitar 168 juta pada 2031.
Proyeksi tersebut berasal dari analis Bernstein. SpaceX belum menetapkan angka 168 juta pelanggan sebagai target resmi.
Pertumbuhan Pelanggan Menghadapi Tantangan Harga
SpaceX memperkirakan pendapatan rata-rata per pelanggan atau ARPU akan menurun dalam beberapa tahun mendatang. Perusahaan mengaitkan tekanan tersebut dengan ekspansi ke negara berpendapatan lebih rendah dan penggunaan paket layanan dengan harga lebih murah.
Pertumbuhan pelanggan karena itu tidak otomatis menghasilkan kenaikan pendapatan dalam persentase yang sama.
SpaceX juga perlu meningkatkan kapasitas jaringan untuk menampung pengguna baru. Perusahaan mengembangkan satelit Starlink generasi V3 dengan kapasitas lebih besar dan merencanakan peluncurannya menggunakan Starship.
Kebutuhan kapasitas akan meningkat seiring bertambahnya pelanggan, terutama di wilayah dengan konsentrasi pengguna tinggi.
Fiber Optik Tetap Menjadi Pesaing
Starlink menghadapi persaingan dari jaringan fiber optik. Fiber menawarkan kapasitas besar dan latensi rendah, sehingga pengguna yang sudah memiliki koneksi fiber memiliki alasan lebih sedikit untuk beralih ke internet satelit.
Starlink memiliki peluang lebih besar di wilayah yang belum mendapatkan layanan broadband tetap atau memiliki kualitas koneksi terbatas.
Bernstein memperkirakan hampir separuh rumah tangga dunia belum terhubung broadband. Kondisi tersebut membuka pasar bagi layanan satelit, meski harga perangkat dan biaya berlangganan tetap memengaruhi keputusan pengguna.
Pendapatan Starlink Terus Tumbuh
Bisnis konektivitas menjadi salah satu sumber pertumbuhan SpaceX. Pada kuartal II 2026, pendapatan segmen Connectivity mencapai US$4,29 miliar, naik 66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan konsumen mencapai US$2,49 miliar. Segmen enterprise dan pemerintah menyumbang US$1,81 miliar. SpaceX mencatat laba operasi US$1,66 miliar dari segmen tersebut pada periode yang sama.
Starlink juga memperluas layanan ke sektor penerbangan, maritim, perusahaan dan pemerintah. Ekspansi tersebut membuat prospek bisnis Starlink tidak hanya bergantung pada pelanggan internet rumah.
Jika proyeksi Bernstein terealisasi, Starlink akan memiliki basis pelanggan yang jauh lebih besar dalam lima tahun ke depan. Namun, perusahaan tetap harus mengelola kapasitas satelit, harga layanan dan kualitas koneksi ketika jumlah pengguna bertambah.