Nagari Creative Hub Sungai Duo: UMKM Bayar Rp950 Ribu per Jam untuk Live TikTok, Model Baru Digitalisasi Desa
KabaSumbar -- Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, kini memiliki fasilitas baru untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memasarkan produknya secara digital.
Fasilitas bernama Nagari Creative Hub (NCH) itu diresmikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, Jumat (30/10/2026). Peresmian turut dihadiri Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumbar Mahdianur, serta unsur Forkopimda Dharmasraya.
Dalam kegiatan tersebut, Vasko bahkan ikut memukul gendang sebagai tanda peresmian NCH Sungai Duo.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan membuka peluang lebih besar bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen di luar daerah melalui platform digital.
Sewa Studio Live TikTok Rp950 Ribu per Jam
Salah satu fasilitas yang menjadi andalan NCH Sungai Duo adalah studio live streaming yang dapat digunakan pelaku UMKM untuk mempromosikan produk melalui TikTok, Instagram, maupun YouTube.
Studio tersebut dilengkapi kamera, pencahayaan, green screen, serta jaringan internet. Pelaku usaha yang ingin memanfaatkannya dikenakan tarif sewa Rp950 ribu per jam.
Saat peresmian, Vasko bersama Bupati Annisa juga mencoba fasilitas tersebut dengan melakukan siaran langsung melalui akun TikTok @nchlapaunagari.sungaiduo.
Sejumlah produk unggulan masyarakat ikut diperkenalkan, mulai dari rendang, dendeng, hingga produk kerajinan seperti tenun dan anyaman bambu.
Vasko mengatakan, Sumatera Barat memiliki banyak produk lokal berkualitas yang perlu mendapatkan ruang promosi lebih luas.
"Produk lokal kita banyak, beragam, bagus. Sayang kalau tidak dipromosikan secara luas. Selain memperkenalkan, ini juga mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Bupati Annisa Suci Ramadhani menilai kehadiran NCH menjadi salah satu langkah untuk membantu UMKM Dharmasraya memperluas pasar.
Menurutnya, gagasan yang diinisiasi Wakil Gubernur Vasko tersebut dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha lokal yang selama ini masih menghadapi keterbatasan dalam pemasaran.
UMKM Mulai Beralih dari Penjualan Offline ke Digital
Wali Nagari Sungai Duo, Ali Amran, menjelaskan bahwa sebelum adanya NCH, sebagian besar pelaku usaha di nagarinya masih mengandalkan penjualan secara langsung.
Jangkauan pasar pun relatif terbatas. Tidak semua pelaku UMKM memahami cara memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk mereka.
Melalui NCH yang dikembangkan bersama Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag), masyarakat mulai mendapatkan pendampingan secara bertahap.
Materi yang diberikan tidak hanya sebatas penggunaan smartphone, tetapi juga mencakup pembuatan dan penyuntingan video, teknik live streaming, pengelolaan toko online, hingga pengiriman produk melalui jasa ekspedisi.
Ali Amran menyebut perkembangan tersebut mulai memberikan hasil positif.
"Alhamdulillah, hasilnya menggembirakan. Transaksi naik setiap hari. UMKM yang ikut juga semakin banyak," katanya.
Nagari Sungai Duo sendiri memiliki 7.843 penduduk yang tersebar di 15 jorong. Keberagaman masyarakat menjadi salah satu modal untuk membangun kerja sama dan mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis digital.
Lebih dari Sekadar Tempat Promosi Produk
Nagari Creative Hub dirancang bukan hanya sebagai tempat berjualan secara online. Fasilitas ini juga disiapkan menjadi ruang belajar, bekerja, dan mengembangkan kreativitas masyarakat.
Sejumlah fasilitas yang tersedia meliputi:
- Studio live streaming untuk TikTok, Instagram, dan YouTube.
- Ruang coworking dan pertemuan.
- Area pameran produk UMKM.
- Ruang pelatihan digital marketing.
- Pelatihan fotografi produk dan copywriting.
- Akses internet untuk mendukung kegiatan digital.
Selain itu, pembangunan fasilitas pendukung Medan Nan Bapaneh yang dikerjakan melalui Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat telah mencapai progres 55 persen.
Fasilitas tersebut ditargetkan rampung pada November 2026. Nantinya, kawasan ini juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan festival budaya, bazar, dan berbagai aktivitas komunitas.
Menjadi Percontohan bagi 13 Nagari di Sumatera Barat
NCH Sungai Duo merupakan implementasi awal program Nagari Creative Hub di Kabupaten Dharmasraya. Pengembangannya menjadi bagian dari 13 nagari yang ditetapkan sebagai locus awal di Sumatera Barat.
Program ini digagas Wakil Gubernur Vasko Ruseimy setelah melihat potensi produk lokal yang belum sepenuhnya terhubung dengan pasar digital.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan konsep serupa dapat dikembangkan di nagari-nagari lain dengan menyesuaikan potensi masing-masing daerah.
Nagari pesisir, misalnya, dapat mengembangkan pusat pemasaran ikan dan produk olahan laut. Sementara nagari di kawasan dataran tinggi bisa mengangkat komoditas kopi, karet, maupun produk wisata.
Adapun nagari dengan karakter perkotaan dapat memanfaatkan NCH untuk mengembangkan kuliner, fesyen, dan berbagai jasa kreatif.
Dengan pendekatan tersebut, setiap nagari diharapkan memiliki pusat aktivitas ekonomi digital yang sesuai dengan keunggulan daerahnya.
Tantangan Koneksi Internet dan Kemandirian Pengelolaan
Meski menawarkan peluang baru, pengembangan Nagari Creative Hub tetap menghadapi sejumlah tantangan.
Ketersediaan jaringan internet menjadi salah satu perhatian, terutama bagi masyarakat yang tinggal di jorong dengan akses komunikasi terbatas.
Selain infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia juga perlu diperkuat. Tidak semua pelaku UMKM terbiasa menggunakan teknologi digital, sehingga pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Persoalan lain adalah pembiayaan operasional. Pengelolaan studio, pembayaran listrik, internet, dan perawatan fasilitas membutuhkan sumber pendapatan yang jelas.
Kepala Dinas PMD Sumbar, Mahdianur, menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan dukungan awal berupa bantuan dan pendampingan selama enam bulan.
Namun, dalam jangka panjang, NCH diharapkan mampu membiayai operasionalnya sendiri melalui penyewaan studio, pelatihan, serta komisi dari transaksi penjualan.
Artinya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari berdirinya fasilitas, tetapi juga dari kemampuan pengelola menjaga aktivitas dan keberlanjutannya.
Data Nagari Creative Hub Sungai Duo
| Indikator | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi | Nagari Sungai Duo, Dharmasraya |
| Tarif sewa studio | Rp950 ribu per jam |
| Tenant UMKM awal | 24 tenant |
| Jumlah penduduk | 7.843 jiwa |
| Jumlah jorong | 15 |
| Progres Medan Nan Bapaneh | 55 persen |
| Target penyelesaian | November 2026 |
| Locus awal pengembangan NCH | 13 nagari |
| Pengelola | Dinas PMD Sumbar dan BUMNag |
Kehadiran Nagari Creative Hub Sungai Duo menjadi salah satu upaya membawa aktivitas ekonomi nagari ke ruang digital.
Namun, pekerjaan berikutnya tidak kalah penting: memastikan UMKM benar-benar memperoleh peningkatan penjualan, masyarakat semakin terampil menggunakan teknologi, dan pengelolaan fasilitas dapat berjalan secara mandiri.
Jika hal tersebut dapat diwujudkan, NCH berpeluang menjadi model pengembangan ekonomi digital yang bisa diterapkan di nagari-nagari lain di Sumatera Barat.