Saham PGAS Menguat, Asing Akumulasi dan Laba Naik 23,14%

Saham PGAS Menguat, Asing Akumulasi dan Laba Naik 23,14%

Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG

KabaSumbar -- Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menjadi perhatian investor pada awal November 2026. Selain mencatat pertumbuhan laba bersih 23,14% hingga September, saham emiten gas bumi ini juga mengalami pembelian bersih oleh investor asing selama dua hari perdagangan sejak 30 Oktober 2026.

Pergerakan tersebut menarik perhatian pelaku pasar yang memantau saham sektor energi. Data transaksi broker juga memperlihatkan aktivitas pembelian dalam jumlah besar di kisaran Rp1.370 hingga Rp1.380.

PGAS merupakan bagian dari subholding gas PT Pertamina (Persero). Perusahaan mengelola jaringan infrastruktur pipa gas bumi untuk memasok kebutuhan industri, pembangkit listrik, sektor komersial, dan rumah tangga.

Pendapatan PGAS tembus US$3,02 miliar

Kinerja keuangan menjadi salah satu faktor yang menopang perhatian investor terhadap Saham PGAS.

Hingga kuartal III 2026, perusahaan membukukan pendapatan sekitar US$3,02 miliar. Angka tersebut tumbuh 3,29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$2,92 miliar.

Segmen niaga gas bumi menjadi penyumbang pendapatan terbesar, dengan nilai sekitar US$2,05 miliar. Bisnis ini masih menjadi sumber utama pendapatan PGAS melalui kegiatan perdagangan dan penyaluran gas kepada pelanggan.

Dari sisi profitabilitas, laba bruto PGAS mencapai US$571,14 juta, meningkat dibandingkan US$502,18 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Laba operasional juga naik menjadi US$436,19 juta dari US$383,09 juta.

Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$292,95 juta. Nilai tersebut meningkat 23,14% dibandingkan US$237,89 juta pada Januari hingga September 2025.

Pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan menjadi catatan positif dalam kinerja perseroan. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati biaya operasional, arus kas, dan kewajiban perusahaan.

Asing net buy, broker besar masuk di area Rp1.370

Aktivitas perdagangan PGAS juga memperlihatkan perubahan minat investor.

Berdasarkan data transaksi yang menjadi bahan analisis, investor asing mencatatkan net buy selama dua hari perdagangan sejak 30 Oktober 2026.

Data broker menunjukkan pembelian terbesar terkonsentrasi di sekitar Rp1.380. Sementara itu, rata-rata akumulasi sejumlah broker besar berada di kisaran Rp1.370.

Pada sisi penjualan, transaksi terbesar tercatat di sekitar Rp1.375.

Perbedaan harga pembelian dan penjualan tersebut memperlihatkan persaingan transaksi yang cukup ketat di area Rp1.370 hingga Rp1.380.

Bagi Anda yang mengikuti pergerakan saham PGAS, aktivitas asing dan transaksi broker dapat menjadi bahan pertimbangan tambahan. Namun, net buy dalam dua hari belum cukup untuk memastikan tren akumulasi akan berlanjut.

Data broker juga tidak selalu menggambarkan identitas investor akhir. Karena itu, investor sebaiknya menggabungkan informasi tersebut dengan volume perdagangan dan pergerakan harga.

Harga PGAS menguji resistance Rp1.395

Pada perdagangan 2 November 2026, PGAS mencatat harga pembukaan Rp1.300. Saham ini sempat menyentuh Rp1.390, dengan harga terendah Rp1.300.

Level pivot point berada di sekitar Rp1.300.

Dari analisis teknikal, PGAS masih berada dalam tren naik jangka pendek. Harga saham juga berhasil menembus MA20 atau Moving Average 20.

Indikator MACD telah membentuk golden cross di area negatif. Sinyal ini mengindikasikan momentum penguatan mulai terbentuk.

Stochastic juga bergerak naik mendekati area overbought. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan beli masih berlangsung, tetapi investor perlu mewaspadai potensi koreksi ketika harga memasuki area jenuh beli.

Volume pembelian masih mendominasi, meskipun kekuatannya mulai mengecil. Jika volume terus menyusut, kenaikan harga berpotensi kehilangan tenaga.

Tim Analis MNC Sekuritas memberikan pandangan Buy if Break untuk saham PGAS.

Strategi tersebut menempatkan penembusan resistance sebagai syarat penting sebelum investor mempertimbangkan pembelian.

Berikut level teknikal yang menjadi perhatian:

Indikator Harga
Support Rp1.270
Resistance Rp1.395
Pivot point Rp1.300
Rata-rata akumulasi broker Rp1.370
Pembelian terbesar Rp1.380
Penjualan terbesar Rp1.375

Resistance Rp1.395 menjadi batas yang perlu diperhatikan. Jika Saham PGAS mampu melewati level tersebut dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, peluang penguatan lanjutan terbuka.

Sebaliknya, kegagalan menembus resistance dapat memicu konsolidasi. Investor juga perlu memperhatikan support Rp1.270 untuk mengukur risiko penurunan harga.

Strategi Buy if Break berarti investor menunggu konfirmasi penembusan sebelum masuk. Pendekatan ini menghindari keputusan membeli hanya karena harga sedang naik.

Dividen dan prospek bisnis gas bumi

PGAS juga memiliki riwayat pembagian dividen kepada pemegang saham. Bagi investor jangka panjang, pembagian dividen menjadi salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan saat mengevaluasi saham perusahaan.

Namun, besaran dividen tidak selalu sama setiap tahun. Kinerja keuangan, kebutuhan belanja modal, kondisi kas, dan keputusan pemegang saham turut memengaruhi kebijakan tersebut.

Dari sisi bisnis, kebutuhan gas bumi di Indonesia masih berasal dari berbagai sektor, terutama industri dan pembangkit listrik. PGAS memiliki posisi dalam rantai distribusi energi melalui jaringan pipa dan kegiatan niaga gas.

Investor tetap perlu memperhitungkan risiko perubahan harga energi, nilai tukar, biaya operasional, serta kepastian pasokan gas. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi pendapatan dan keuntungan perusahaan pada periode berikutnya.

Tertarik belajar pasar modal tanpa biaya?

IDX bersama MNC Sekuritas Padang membuka Grup Edukasi Saham gratis bagi masyarakat. Anggota akan memperoleh informasi seputar investasi, kelas edukasi, dan berbagai program dari BEI.

Gabung Group: Klik di sini untuk bergabung

Disclaimer: Informasi ini merupakan bahan edukasi dan analisis pasar, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

PGAS saham energi Bursa Efek Indonesia saham BUMN investasi saham analisis teknikal net buy asing