Solok Selatan Catat Pertumbuhan Ekonomi 6,1 Persen, Lampaui Target RPJMD

Solok Selatan Catat Pertumbuhan Ekonomi 6,1 Persen, Lampaui Target RPJMD

KabaSumbar -- Kabupaten Solok Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1 persen pada Triwulan II 2026. Angka tersebut melampaui target dalam RPJMD Kabupaten Solok Selatan 2025–2029 yang ditetapkan sebesar 5,56 persen.

Capaian ini menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong pembangunan ekonomi, terutama melalui penguatan sektor unggulan dan optimalisasi potensi daerah.

Komitmen tersebut turut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pemantapan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang digelar di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Senin (2/11/2026).

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan hadir melalui Sekretaris Daerah, Dr. Syamsurizaldi, S.IP., SE., MM., didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, perwakilan Bapperida, serta Inspektorat.

Rakor tersebut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, serta para bupati dan wali kota se-Sumatera Barat.

Pertemuan ini membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Dalam arahannya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Menurutnya, peningkatan angka pertumbuhan perlu berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan terbukanya kesempatan usaha.

Salah satu peluang yang perlu mulai dikembangkan adalah green jobs atau pekerjaan hijau. Konsep ini berkaitan dengan kegiatan ekonomi yang mendukung kelestarian lingkungan sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.

Pemerintah daerah juga didorong memperkuat sektor formal, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta memanfaatkan potensi generasi muda agar bonus demografi dapat menjadi kekuatan ekonomi.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dalam kesempatan tersebut memaparkan kondisi perekonomian Sumbar yang menghadapi tekanan sepanjang 2025.

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada tahun tersebut tercatat sebesar 3,37 persen. Perlambatan itu turut dipengaruhi bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan sejumlah pusat kegiatan ekonomi.

Memasuki 2026, kondisi ekonomi mulai menunjukkan perkembangan positif. Pada Triwulan I, ekonomi Sumbar tumbuh 5,02 persen, kemudian mencapai 4,54 persen pada Triwulan II secara tahunan.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada Semester I 2026 tercatat sebesar 4,77 persen.

Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,57 persen. Disusul administrasi pemerintahan sebesar 8,95 persen serta pengadaan listrik dan gas sebesar 8,69 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan turut didukung ekspor luar negeri sebesar 13,01 persen dan konsumsi pemerintah sebesar 9,84 persen.

Di tengah perkembangan ekonomi Sumatera Barat, Solok Selatan mencatat pertumbuhan yang cukup menggembirakan.

Pada Triwulan II 2026, ekonomi daerah tersebut tumbuh 6,1 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan target RPJMD 2025–2029 sebesar 5,56 persen.

Capaian tersebut menunjukkan adanya potensi ekonomi daerah yang masih bisa dikembangkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memiliki sejumlah sektor yang dapat terus didorong, mulai dari pertanian, pariwisata, perdagangan hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Penguatan sektor-sektor tersebut penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga dirasakan melalui peningkatan pendapatan masyarakat dan terbukanya lapangan pekerjaan.

Selain itu, peningkatan produktivitas, kemudahan investasi, serta pembangunan infrastruktur pendukung juga menjadi bagian penting dalam menjaga momentum pertumbuhan.

Pariwisata dan Ekonomi Hijau Berpeluang Dikembangkan

Potensi pariwisata dan kekayaan alam Solok Selatan juga membuka peluang untuk menciptakan sumber ekonomi baru.

Pengembangan wisata alam dan budaya, misalnya, dapat memberikan dampak terhadap usaha masyarakat, mulai dari penginapan, kuliner, transportasi hingga produk ekonomi kreatif.

Peluang tersebut semakin relevan dengan dorongan pengembangan ekonomi berbasis lingkungan atau ekonomi hijau yang turut menjadi pembahasan dalam rakor.

Dengan pengelolaan yang tepat, sektor pariwisata tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka ruang keterlibatan masyarakat dan generasi muda dalam kegiatan ekonomi.

Kehadiran Sekretaris Daerah bersama sejumlah perangkat daerah dalam pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Solok Selatan menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan program pemerintah pusat dan provinsi.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi berharap rakor tersebut menghasilkan langkah konkret untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, termasuk mengidentifikasi dan mengatasi berbagai hambatan yang masih dihadapi pemerintah daerah.

Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota diharapkan mampu memperkuat perekonomian Sumatera Barat, sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih merata, produktif, dan berkelanjutan.

Solok Selatan Pertumbuhan Ekonomi Ekonomi Sumbar Mahyeldi Bima Arya