Saham BKSL Menguat, Laba Semester I 2026 Melonjak 514,88%
Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG
KabaSumbar -- PT Sentul City Tbk (BKSL) membukukan pertumbuhan kinerja pada semester I 2026. Pendapatan neto perusahaan mencapai Rp744,31 miliar, naik 53,89% dari Rp483,68 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Laba usaha juga meningkat 49,69% menjadi Rp208,69 miliar. Kenaikan paling besar terjadi pada laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang mencapai Rp89,84 miliar atau tumbuh 514,88% secara tahunan dari Rp14,61 miliar.
Kinerja tersebut menjadi salah satu perhatian investor terhadap saham BKSL pada September 2026. Di pasar, pergerakan harga masih menunjukkan pola konsolidasi jangka pendek.
Kinerja Keuangan BKSL Semester I 2026
Sentul City mencatat kenaikan pendapatan dari sejumlah lini bisnis. Perusahaan mengembangkan kawasan kota mandiri Sentul City di Bogor, Jawa Barat, dengan luas area pengembangan sekitar 3.100 hektare.
Bisnis perusahaan mencakup properti residensial, apartemen, ruko, perkantoran dan pusat komersial. Sentul City juga mengelola fasilitas pendukung seperti restoran, taman hiburan, layanan pengelolaan kawasan dan air bersih.
Kenaikan pendapatan pada semester I 2026 berjalan seiring dengan pertumbuhan laba usaha. Perusahaan mencatat laba usaha Rp208,69 miliar, dibandingkan Rp139,42 miliar pada semester I 2025.
Laba neto tahun berjalan mencapai Rp88,24 miliar. Angka itu naik 386,94% dibandingkan Rp18,12 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja laba juga mencerminkan adanya kepentingan nonpengendali. Pada semester I 2026, kepentingan nonpengendali mencatat rugi sekitar Rp1,60 miliar.
Dari sisi neraca, total aset BKSL per 30 Juni 2026 mencapai Rp21,82 triliun. Pada akhir 2025, aset perusahaan tercatat Rp21,26 triliun.
Total liabilitas naik dari Rp5,27 triliun menjadi Rp5,74 triliun. Investor perlu memperhatikan kenaikan kewajiban tersebut ketika menilai pertumbuhan laba perusahaan.
Saham BKSL Masih Konsolidasi
Pergerakan saham BKSL belum keluar dari fase konsolidasi jangka pendek. Analisis teknikal yang disampaikan tim analis MNC Sekuritas mencatat harga masih tertahan oleh MA20 dan MA60.
MACD masih berada di area negatif dan bergerak mendatar. Sementara itu, Stochastic membentuk golden cross dan bergerak menuju area netral.
Analisis tersebut mencantumkan support di level 63 dan resistance di 72. Pivot point yang digunakan sebagai patokan pertahanan harga berada di 64.
Analis menggunakan skenario speculative buy untuk BKSL. Jika harga mampu menembus level 72, area 75 sampai 82 menjadi target teknikal yang mereka perkirakan.
Level tersebut merupakan hasil analisis teknikal, bukan jaminan bahwa harga akan mencapai target.
Aktivitas Investor Asing dan Broker
Arus transaksi juga menjadi perhatian pada perdagangan September 2026. Berdasarkan data yang disampaikan, investor asing mencatat net buy pada 18 hingga 23 September sebelum terjadi net sell pada 23 September.
Aksi jual pada 23 September disebut berkaitan dengan profit taking setelah pembelian pada sesi sebelumnya.
Data broker menunjukkan sejumlah broker besar melakukan akumulasi BKSL dengan harga rata-rata sekitar 68. Transaksi pembelian terbesar tercatat di sekitar 69, sedangkan penjualan terbesar berada di sekitar 68.
Investor perlu melihat data tersebut bersama volume perdagangan dan pergerakan harga. Net buy atau net sell dalam beberapa sesi belum cukup untuk menentukan arah saham dalam jangka panjang.
Pengembangan Kawasan Sentul City
Sentul City mengembangkan kawasan terpadu di Bogor dengan menggabungkan hunian, kawasan komersial dan fasilitas pendukung.
Memasuki 2026, perusahaan tetap menggarap sejumlah proyek residensial dengan konsep hunian yang menyatu dengan lingkungan perbukitan. Pengembangan kawasan juga mencakup proyek komersial dan fasilitas pendukung.
Salah satu proyek yang mendapat perhatian adalah Opus Park. Proyek ini dikembangkan melalui PT Izumi Sentul Realty bersama Gobel Group, Sumitomo Corporation dan Hankyu Hanshin Properties Corp.
Opus Park berada di kawasan CBD Sentul City dan menggabungkan apartemen dengan fasilitas komersial. Pengembang merancang tiga menara yang terhubung melalui sky bridge.
Sentul City juga bekerja sama dengan Genting Group dalam pengembangan lahan. Nilai kerja sama yang disebut dalam materi perusahaan mencapai Rp2,05 triliun.
Pengembangan proyek tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai kawasan dan memperluas sumber pendapatan dari bisnis properti.
Fundamental dan Teknikal Perlu Diperhatikan Bersama
Pertumbuhan pendapatan dan laba memberikan catatan positif bagi kinerja BKSL pada semester I 2026. Namun, investor tetap perlu melihat perkembangan kewajiban, arus kas, penjualan properti dan kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan pada periode berikutnya.
Di pasar saham, level 63 menjadi support yang perlu diperhatikan berdasarkan analisis teknikal yang digunakan. Level 72 menjadi resistance utama.
Jika harga menembus 72, analis memperkirakan ruang pergerakan menuju 75 hingga 82. Sebaliknya, tekanan jual yang membawa harga melewati area support dapat mengubah pola teknikal jangka pendek.
Perkembangan BKSL pada semester I 2026 memperlihatkan pertumbuhan kinerja keuangan sekaligus sejumlah faktor yang perlu dicermati investor. Data fundamental perusahaan dan pergerakan harga saham memiliki karakter berbeda, sehingga keduanya perlu dianalisis secara terpisah sebelum investor mengambil keputusan.
Belajar saham lebih terarah bersama praktisi pasar modal.
Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang terbuka bagi siapa saja yang ingin memahami investasi saham melalui materi edukasi, diskusi, dan kelas rutin.
Bergabung: Klik di sini untuk bergabung
Disclaimer: Analisis ini disusun sebagai informasi dan bukan ajakan membeli maupun menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.