Saham AMMN Naik 50%, Asing Mulai Net Buy Setelah Tekanan Jual
Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG
KabaSumbar -- Saham AMMN kembali menguat pada 22 September 2026 setelah investor asing mencatat net buy sekitar Rp19,9 miliar. Harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk sempat menyentuh Rp4.830 dalam perdagangan hari itu.
AMMN sebelumnya mendapat tekanan jual sejak 16 September. Arus asing kemudian berbalik pada perdagangan 22 September. Perubahan tersebut terjadi ketika harga saham berada di sekitar Rp4.700.
Data perdagangan menunjukkan AMMN dibuka di sekitar Rp4.710, lalu bergerak ke level tertinggi Rp4.830 dan terendah Rp4.660. Saham kemudian berada di kisaran Rp4.700 hingga Rp4.710 pada penutupan.
Pergerakan tersebut terjadi setelah koreksi dalam beberapa sesi sebelumnya. Pada 16 September, harga AMMN masih berada di Rp5.150. Sehari kemudian saham turun ke Rp4.900 dan kembali melemah menjadi Rp4.680 pada 18 September.
Pada 21 September, AMMN ditutup di Rp4.660. Harga kemudian bergerak naik pada sesi berikutnya.
Saham AMMN Naik Sekitar 50 Persen Sejak Juli
Kenaikan AMMN sejak awal Juli tergolong besar. Pada 1 Juli 2026, saham ini ditutup di Rp3.210. Pada 22 September, harga tertinggi intraday mencapai Rp4.830.
Selisih kedua level tersebut mencapai sekitar 50,5 persen.
Kenaikan itu tidak berlangsung tanpa koreksi. Tekanan jual pada pertengahan September memangkas harga dari Rp5.150 pada 16 September menjadi Rp4.660 pada 21 September.
Pergerakan tersebut membuat volatilitas AMMN meningkat dalam beberapa sesi terakhir. Investor yang mengikuti saham ini perlu memperhatikan perubahan harga harian, volume transaksi dan arus dana asing.
Broker Besar Akumulasi di Area Rp4.720
Data transaksi yang menjadi bahan analisis menunjukkan broker besar melakukan akumulasi AMMN pada harga rata-rata sekitar Rp4.720.
Transaksi pembelian terbesar tercatat di sekitar Rp4.740. Sementara itu, transaksi penjualan terbesar berada di Rp4.700.
Level Rp4.660 juga menjadi area perhatian karena harga sempat menyentuh posisi tersebut pada perdagangan 22 September.
Data teknikal pasar menempatkan pivot standar di sekitar Rp4.690. Resistance terdekat berada di kisaran Rp4.720 dan Rp4.740.
Angka tersebut hanya menggambarkan posisi teknikal berdasarkan data perdagangan. Investor tetap perlu melihat volume dan perkembangan transaksi pada sesi berikutnya sebelum menarik kesimpulan mengenai arah tren.
Bisnis AMMN Bertumpu pada Tembaga dan Emas
Di luar pergerakan harga saham, AMMN menjalankan bisnis pertambangan tembaga dan emas melalui PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).
AMNT mengoperasikan Tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Tambang tersebut menggunakan metode tambang terbuka dan menjadi salah satu aset utama perusahaan.
AMMN juga mengembangkan Proyek Elang. Proyek tersebut berada sekitar 60 kilometer dari Batu Hijau dan menjadi bagian dari rencana pengembangan sumber daya tembaga dan emas perusahaan.
Batu Hijau saat ini memasuki Fase 8 setelah Fase 7 selesai pada akhir 2024. AMMAN memperkirakan Fase 8 memiliki cadangan mineral sekitar 460 juta ton dan dapat menopang kegiatan tambang hingga 2030.
Perusahaan juga membangun rantai bisnis sampai tahap pengolahan. Smelter tembaga dan fasilitas pemurnian logam mulia AMMAN berada di Sumbawa Barat.
Smelter tersebut dirancang untuk mengolah konsentrat tembaga dari Batu Hijau dan rencana produksi dari Elang. Kapasitas desainnya mencapai sekitar 900 ribu ton konsentrat per tahun dan sekitar 222 ribu ton katoda tembaga per tahun.
Fasilitas pemurnian logam mulia menghasilkan emas dan perak sebagai bagian dari produk pengolahan konsentrat.
Smelter Mengubah Struktur Bisnis AMMN
Operasi smelter membuat AMMN memiliki fasilitas pengolahan di dekat sumber bahan baku. Perusahaan dapat mengolah konsentrat tembaga menjadi produk hilir di dalam negeri.
Tembaga menjadi bahan baku berbagai kebutuhan industri, termasuk kabel, komponen elektronik, pembangkit listrik dan kendaraan listrik.
AMMN sebelumnya menjual konsentrat kepada pembeli seperti Glencore International AG. Perusahaan juga memiliki pasar ekspor di sejumlah negara Asia.
Setelah fasilitas pengolahan milik grup beroperasi, AMMN memiliki jalur pengolahan konsentrat sendiri di Indonesia. Perubahan ini menjadi bagian penting dari strategi hilirisasi perusahaan.
Produksi dan Harga Komoditas Tetap Menjadi Risiko
Pergerakan saham AMMN tidak hanya bergantung pada transaksi investor di Bursa Efek Indonesia. Harga tembaga dan emas ikut memengaruhi kinerja perusahaan.
Laporan keuangan AMMAN menunjukkan perubahan harga kedua komoditas tersebut dapat memengaruhi pendapatan, arus kas dan profitabilitas perusahaan.
Kinerja produksi juga menjadi faktor penting. Untuk 2026, AMMAN menargetkan produksi sekitar 900 ribu dry metric ton konsentrat. Produksi tersebut diperkirakan mengandung sekitar 220 ribu ton tembaga dan 579 ribu ons emas.
Perusahaan juga perlu menjaga kestabilan operasi smelter. Pada 2025, AMMAN mencatat penghentian sementara smelter pada Juli dan Agustus untuk memperbaiki sejumlah bagian fasilitas.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor perlu melihat laporan produksi dan kinerja operasional ketika menilai pergerakan AMMN.
Arus Asing Jadi Perhatian Berikutnya
Net buy asing sekitar Rp19,9 miliar pada 22 September menjadi perubahan setelah beberapa hari tekanan jual. Namun, satu sesi pembelian belum cukup untuk memastikan perubahan tren.
Investor dapat melihat apakah arus dana asing berlanjut pada perdagangan berikutnya. Pergerakan harga di sekitar Rp4.660, Rp4.700 dan Rp4.740 juga menjadi area yang dapat diamati bersamaan dengan volume transaksi.
AMMN sendiri sudah mencatat kenaikan sekitar 50 persen dari harga penutupan 1 Juli hingga level tertinggi pada 22 September. Setelah kenaikan tersebut, perubahan arus dana dan kemampuan harga bertahan di area perdagangan saat ini menjadi faktor penting dalam membaca pergerakan saham selanjutnya.
Di sisi fundamental, perkembangan produksi Batu Hijau, proyek Elang, operasi smelter serta harga tembaga dan emas tetap menjadi faktor yang memengaruhi kinerja perusahaan.
Perluas wawasan investasi Anda.
Ikuti Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang secara gratis. Anda dapat berdiskusi, mengikuti kelas pasar modal, serta memperoleh informasi mengenai sertifikasi BEI.
Bergabung: Klik di sini untuk bergabung
Disclaimer: Analisis ini disusun sebagai informasi dan bukan ajakan membeli maupun menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.