Kalbe Farma Bergerak Positif, Saatnya Mencermati Peluang di Tengah Tren Jangka Panjang
Oleh: Supardi, SE, CFP
Branch Manager MNC Sekuritas Cabang Padang – IDX Kantor Perwakilan Sumatera Barat
KabaSumbar -- Harga saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) ditutup di level Rp790 pada perdagangan 26 Juni 2026, naik sekitar 16% dalam sebulan terakhir. Kenaikan ini terjadi seiring sejumlah sentimen positif yang mendapat respons pasar.
Salah satu pemicunya adalah program buyback dengan nilai maksimal Rp500 miliar yang berlangsung sejak April hingga 2 Juli 2026. Melalui aksi korporasi tersebut, manajemen menunjukkan keyakinannya terhadap nilai perusahaan sekaligus berupaya menjaga stabilitas harga saham.
Investor juga merespons positif pembagian dividen tunai Rp20 per saham yang dibayarkan pada 24 Juni 2026. Konsistensi pembagian dividen selama ini menjadi salah satu alasan KLBF tetap menarik bagi investor yang mengincar pendapatan dividen.
Kinerja operasional perusahaan ikut memperkuat sentimen tersebut. Pada kuartal I 2026, Kalbe Farma membukukan penjualan Rp9,7 triliun, naik 10,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan terbesar datang dari segmen distribusi dan logistik yang meningkat 21%, sementara bisnis farmasi juga mencatatkan pertumbuhan positif.
Kalbe Farma merupakan salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dengan jaringan pemasaran yang menjangkau 43 negara di lima benua. Melalui sejumlah anak usaha, perusahaan juga mengelola klinik kesehatan, laboratorium klinik, distribusi vaksin, serta layanan vaksinasi bagi lansia, masyarakat umum, dan kalangan korporasi.
Dari sisi teknikal, Tim Riset MNC Sekuritas menilai tren jangka panjang KLBF masih berada dalam fase downtrend. Namun, pergerakan jangka pendek mulai menunjukkan perbaikan setelah harga berhasil menembus Moving Average 20 (MA20) dengan dukungan volume beli yang meningkat.
Indikator MACD telah membentuk golden cross di area negatif dan bergerak menuju area positif. Sementara itu, Stochastic berada di area overbought, sehingga peluang koreksi jangka pendek atau pullback tetap perlu diperhitungkan.
Tim Analis MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness (BoW). Selama harga bertahan di atas support Rp680, saham KLBF masih berpeluang menguji kisaran Rp870 hingga Rp935. Adapun resistance terdekat berada di Rp815.
Kombinasi buyback, pembagian dividen, pertumbuhan pendapatan, dan mulai membaiknya indikator teknikal membuat KLBF tetap menarik untuk dicermati. Namun, investor sebaiknya tetap menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko dan strategi pengelolaan portofolio masing-masing.
Ingin belajar investasi saham lebih dalam?
Bapak dan Ibu dapat bergabung secara gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang. Dapatkan materi pasar modal, diskusi saham, informasi kelas edukasi, serta kesempatan memperoleh sertifikat dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Klik di sini untuk bergabung dengan Grup Edukasi Saham Gratis IDX dan MNC Sekuritas Padang.
Disclaimer: Tulisan ini merupakan opini penulis, bukan ajakan membeli atau menjual efek tertentu. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.