Guru Sumbar Diundang Perkuat Kompetensi di Teacher Summit 2026
KabaSumbar -- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Barat naik 0,84 poin menjadi 77,27 pada 2025. Angka ini menempatkan Sumbar di peringkat enam nasional, naik dari posisi sebelumnya dengan IPM 76,43 pada 2024.
Kenaikan itu tidak membuat pemangku kepentingan berpuas diri. Pendidikan tetap menjadi prioritas karena indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sangat menentukan perhitungan IPM.
Indonesia Inspiring Teacher bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK, dan SLB Sumatera Barat menggelar Sumbar Teacher Summit 2026 pada 13-14 Agustus. Acara hybrid ini memungkinkan guru dari seluruh provinsi mengikuti sesi secara daring atau langsung.
Ketua MKKS SMA Sumbar, Martin S.Pd., M.Pd., dan Ketua MKKS SMK, RDS Deta Mahendra, S.Pd., M.M., menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Mereka menilai kepala sekolah harus berperan sebagai pemimpin instruksional yang mengarahkan ekosistem sekolah, sementara guru mengeksekusi transformasi pembelajaran di kelas.
"Kegiatan ini sukarela. Tujuannya menambah kapasitas dan wawasan guru," kata Deta, Selasa (11/8).
Herdinal, promotor kegiatan, menyatakan acara ini menghadirkan praktisi dan pakar pendidikan nasional. Ia mengajak guru memanfaatkan momen tersebut untuk memperbarui metode ajar.
"Guru harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan perubahan karakter peserta didik," ujar Deta. Ia menambahkan, guru kini dituntut menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar penyampai materi.
Panitia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Mereka berharap summit ini memicu gerakan kolektif untuk mutu pendidikan yang berkelanjutan di Sumbar.