include "breadcrumb.php" ?>
Wakil Bupati Solok, H. Candra, bersama pimpinan DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir dan Armen Pelani, langsung turun ke lokasi. Mereka memantau kondisi warga sekaligus melihat langsung dampak galodo yang menerjang kawasan tersebut.
Di tengah lumpur dan material longsoran, Candra meminta masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Jangan panik, tetapi tetap waspada. Kalau kondisi tempat tinggal tidak memungkinkan, silakan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Keselamatan masyarakat adalah yang paling utama,” kata Candra.
Ia memastikan pemerintah daerah akan berada bersama masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut.
“Kita Pemerintah Kabupaten Solok akan selalu ada bersama masyarakat. Mari kita saling berkolaborasi dan bergotong royong dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Candra juga mengapresiasi relawan, organisasi masyarakat, aparat keamanan, petugas kebencanaan serta berbagai unsur yang bergerak cepat membantu warga sejak malam kejadian.
Menurutnya, penanganan bencana tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah. Dalam situasi darurat, kekuatan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan.
Kantor Pemerintahan Tertimbun Material
Derasnya galodo membuat sejumlah gedung pemerintahan tak luput dari terjangan.
Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tertimbun material sekitar 30 sentimeter. Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) juga terdampak dengan ketebalan material sekitar 20 sentimeter.
Dampak lebih parah terjadi di sejumlah kantor lainnya. Kantor DPRD Kabupaten Solok tertimbun material hingga sekitar 60 sentimeter.
Sementara itu, Kantor Bapenda dan Bapelitbang masing-masing tertimbun sekitar 40 sentimeter. Inspektorat Daerah tertutup material sekitar 30 sentimeter.
Kantor Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan masing-masing terdampak material sekitar 40 sentimeter. Sedangkan Kantor BKPSDM tertimbun material sekitar 20 sentimeter.
Bencana juga menyebabkan sejumlah kendaraan terseret dan terdampak material galodo. Sedikitnya tujuh kendaraan dilaporkan terdampak, terdiri dari empat kendaraan dinas dan tiga kendaraan milik masyarakat.
Empat Orang Jadi Korban
Di balik kerusakan tersebut, sejumlah warga turut menjadi korban.
Tiga orang mengalami luka ringan. Mereka adalah Muslihat (54), warga Kediri, yang menjalani rawat jalan di RSUD Arosuka; Anggiat Sirait (66), warga Nagari Koto Gaek Guguk, yang menjalani observasi pascatrauma; serta Yurnalis (45), warga Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, yang mengalami nyeri pada tangan kiri dan kaki setelah dihantam galodo.
Sementara itu, Muhammad Nur Zen (56), ASN PPPK paruh waktu pada Bagian Umum Setda Kabupaten Solok, mengalami luka berat berupa fraktur pada alat gerak bawah disertai perdarahan.
Warga Perumahan Clemira River View, Jorong Kayu Aro, tersebut kemudian dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH), Kota Padang, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sekitar 100 Rumah Warga Terdampak
Dampak galodo tidak berhenti di kawasan perkantoran. Data sementara mencatat sekitar 100 unit rumah warga ikut terdampak material banjir bandang.
Namun, angka tersebut masih bersifat sementara. BPBD Kabupaten Solok masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap rumah warga maupun lahan pertanian yang terdampak.
Sejumlah fasilitas umum juga ikut diterjang. Satu jembatan yang menjadi penghubung jalan utama Arosuka tertimbun material sehingga belum dapat dilalui.
Masjid Kayu Aro juga dilaporkan terdampak dan tertimbun material longsor.
Sementara itu, sekitar 50 warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan mengungsi ke sejumlah lokasi yang dinilai lebih aman.
Mereka di antaranya mengungsi ke Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.
Besarnya material yang menutup sejumlah titik membuat penanganan membutuhkan dukungan alat berat.
Penanganan awal bencana dipimpin langsung Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, SS, S.I.K. Personel gabungan dikerahkan untuk membuka akses, membantu evakuasi dan menangani warga terdampak.
Kekuatan gabungan tersebut terdiri dari Dit Samapta Polda Sumatera Barat, Sat Brimob Polda Sumbar, BPBD Provinsi Sumbar, personel Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Kodim 0309 Solok, serta BPBD Kabupaten dan Kota Solok.
Tiga unit alat berat juga diterjunkan, masing-masing satu excavator, satu wheel loader dan satu beko dozer.
Alat berat digunakan untuk menyingkirkan timbunan pasir, batu, lumpur dan material longsoran yang menutup akses jalan serta kawasan perkantoran dan permukiman.
Hingga proses penanganan berlangsung, petugas masih melakukan pendataan terhadap kerusakan dan dampak bencana, termasuk luasan lahan pertanian yang terdampak.
Galodo Batang Laso meninggalkan jejak kerusakan di Arosuka. Pusat pemerintahan Kabupaten Solok terdampak di sejumlah titik, akses jalan terganggu, rumah warga diterjang material dan puluhan warga harus mengungsi demi keselamatan.
Data kerusakan dan jumlah warga maupun fasilitas yang terdampak masih sangat mungkin berubah seiring pendataan dan asesmen yang terus dilakukan di lapangan. (Irman Kuto)
Galodo
Terjang
Pusat Pemerintahan
Kabupaten Solok
Kantor-kantor
Pemkab
dan Jalan Raya
Tertimbun Lumpur
Galodo Terjang Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok, Kantor-kantor Pemkab dan Jalan Raya Tertimbun Lumpur
KabaSumbar - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Solok sejak Senin sore berubah menjadi bencana ketika galodo tiba-tiba menerjang kawasan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, sekitar pukul 19.45 WIB.
Bukan sekadar air bah. Dari hulu Sungai Batang Laso, longsoran bukit membawa pasir, batu, lumpur dan air dalam volume besar. Material itu meluncur deras mengikuti aliran sungai, kemudian menerjang kawasan perkantoran pemerintah hingga permukiman warga di sekitarnya.
Terjangan material bahkan meluber ke badan Jalan Raya Solok-Padang yang berada tidak jauh dari kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok.
Malam itu, Arosuka berubah menjadi kawasan bencana.
Bukan sekadar air bah. Dari hulu Sungai Batang Laso, longsoran bukit membawa pasir, batu, lumpur dan air dalam volume besar. Material itu meluncur deras mengikuti aliran sungai, kemudian menerjang kawasan perkantoran pemerintah hingga permukiman warga di sekitarnya.
Terjangan material bahkan meluber ke badan Jalan Raya Solok-Padang yang berada tidak jauh dari kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok.
Malam itu, Arosuka berubah menjadi kawasan bencana.
Wabup Candra langsung turun menyisir lokasi bencana galodo di Arosuka
Wakil Bupati Solok, H. Candra, bersama pimpinan DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir dan Armen Pelani, langsung turun ke lokasi. Mereka memantau kondisi warga sekaligus melihat langsung dampak galodo yang menerjang kawasan tersebut.
Di tengah lumpur dan material longsoran, Candra meminta masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Jangan panik, tetapi tetap waspada. Kalau kondisi tempat tinggal tidak memungkinkan, silakan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Keselamatan masyarakat adalah yang paling utama,” kata Candra.
Ia memastikan pemerintah daerah akan berada bersama masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut.
“Kita Pemerintah Kabupaten Solok akan selalu ada bersama masyarakat. Mari kita saling berkolaborasi dan bergotong royong dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Candra juga mengapresiasi relawan, organisasi masyarakat, aparat keamanan, petugas kebencanaan serta berbagai unsur yang bergerak cepat membantu warga sejak malam kejadian.
Menurutnya, penanganan bencana tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah. Dalam situasi darurat, kekuatan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan.
Kondisi gedung kantor PU PR di hantam galodo
Kantor Pemerintahan Tertimbun Material
Derasnya galodo membuat sejumlah gedung pemerintahan tak luput dari terjangan.
Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tertimbun material sekitar 30 sentimeter. Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) juga terdampak dengan ketebalan material sekitar 20 sentimeter.
Dampak lebih parah terjadi di sejumlah kantor lainnya. Kantor DPRD Kabupaten Solok tertimbun material hingga sekitar 60 sentimeter.
Sementara itu, Kantor Bapenda dan Bapelitbang masing-masing tertimbun sekitar 40 sentimeter. Inspektorat Daerah tertutup material sekitar 30 sentimeter.
Kantor Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan masing-masing terdampak material sekitar 40 sentimeter. Sedangkan Kantor BKPSDM tertimbun material sekitar 20 sentimeter.
Bencana juga menyebabkan sejumlah kendaraan terseret dan terdampak material galodo. Sedikitnya tujuh kendaraan dilaporkan terdampak, terdiri dari empat kendaraan dinas dan tiga kendaraan milik masyarakat.
Empat Orang Jadi Korban
Di balik kerusakan tersebut, sejumlah warga turut menjadi korban.
Tiga orang mengalami luka ringan. Mereka adalah Muslihat (54), warga Kediri, yang menjalani rawat jalan di RSUD Arosuka; Anggiat Sirait (66), warga Nagari Koto Gaek Guguk, yang menjalani observasi pascatrauma; serta Yurnalis (45), warga Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, yang mengalami nyeri pada tangan kiri dan kaki setelah dihantam galodo.
Sementara itu, Muhammad Nur Zen (56), ASN PPPK paruh waktu pada Bagian Umum Setda Kabupaten Solok, mengalami luka berat berupa fraktur pada alat gerak bawah disertai perdarahan.
Warga Perumahan Clemira River View, Jorong Kayu Aro, tersebut kemudian dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH), Kota Padang, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sekitar 100 Rumah Warga Terdampak
Dampak galodo tidak berhenti di kawasan perkantoran. Data sementara mencatat sekitar 100 unit rumah warga ikut terdampak material banjir bandang.
Namun, angka tersebut masih bersifat sementara. BPBD Kabupaten Solok masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap rumah warga maupun lahan pertanian yang terdampak.
Sejumlah fasilitas umum juga ikut diterjang. Satu jembatan yang menjadi penghubung jalan utama Arosuka tertimbun material sehingga belum dapat dilalui.
Masjid Kayu Aro juga dilaporkan terdampak dan tertimbun material longsor.
Sementara itu, sekitar 50 warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan mengungsi ke sejumlah lokasi yang dinilai lebih aman.
Mereka di antaranya mengungsi ke Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.
Besarnya material yang menutup sejumlah titik membuat penanganan membutuhkan dukungan alat berat.
Penanganan awal bencana dipimpin langsung Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, SS, S.I.K. Personel gabungan dikerahkan untuk membuka akses, membantu evakuasi dan menangani warga terdampak.
Kekuatan gabungan tersebut terdiri dari Dit Samapta Polda Sumatera Barat, Sat Brimob Polda Sumbar, BPBD Provinsi Sumbar, personel Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Kodim 0309 Solok, serta BPBD Kabupaten dan Kota Solok.
Tiga unit alat berat juga diterjunkan, masing-masing satu excavator, satu wheel loader dan satu beko dozer.
Alat berat digunakan untuk menyingkirkan timbunan pasir, batu, lumpur dan material longsoran yang menutup akses jalan serta kawasan perkantoran dan permukiman.
Hingga proses penanganan berlangsung, petugas masih melakukan pendataan terhadap kerusakan dan dampak bencana, termasuk luasan lahan pertanian yang terdampak.
Galodo Batang Laso meninggalkan jejak kerusakan di Arosuka. Pusat pemerintahan Kabupaten Solok terdampak di sejumlah titik, akses jalan terganggu, rumah warga diterjang material dan puluhan warga harus mengungsi demi keselamatan.
Data kerusakan dan jumlah warga maupun fasilitas yang terdampak masih sangat mungkin berubah seiring pendataan dan asesmen yang terus dilakukan di lapangan. (Irman Kuto)