include "breadcrumb.php" ?>
Bupati Eka Putra mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar saat ini terus menjalankan Program Satu Rumah Satu Hafiz/Hafizah sebagai upaya mencetak generasi yang tangguh, beriman, dan bertakwa kepada Allah SWT.
“Apa yang dilaksanakan pondok pesantren hari ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mendukung program itu. Karenanya saya ucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya,” ujar Eka Putra.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para ustadz, ustadzah, dan santri untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat sekitar, akan membuat keberadaan pondok pesantren semakin memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Eka Putra juga menyampaikan apresiasi kepada para ustadz dan ustadzah yang telah dengan sabar mendidik para santri. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang terus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka untuk memperdalam ilmu agama.
“Terima kasih kepada ustadz dan ustadzah dan selamat kepada para santri yang telah belajar sungguh-sungguh hingga menjadi hafiz dan hafizah. Semoga ananda terus bersemangat dalam belajar Al-Qur’an dan terus mengulang-ulangi hafalannya,” pesannya.
Bangun Fasilitas Rp3 Miliar
Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Pewaris Nabi, Reza Falefi, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar serta tokoh masyarakat yang ikut mendorong berdirinya dan berkembangnya pondok pesantren tersebut.
“Alhamdulillah, dalam empat tahun ini sudah ada santri yang hafiz 30 juz. Hari ini juga Bapak Bupati berkenan meninjau pembangunan beberapa gedung baru,” kata Reza.
Ia menjelaskan, yayasan saat ini tengah melakukan pembangunan sejumlah fasilitas tambahan, mulai dari ruang belajar, asrama, ruang makan, rumah guru hingga kantin.
Pembangunan fasilitas tersebut menelan anggaran sekitar Rp3 miliar dan ditargetkan mampu menampung hingga 46 santri.
Reza menegaskan, Yayasan Bina Pewaris Nabi akan terus berupaya membekali para santri agar setelah menamatkan pendidikan di pondok pesantren tetap menjadi penghafal Al-Qur’an sekaligus memiliki pemahaman ilmu keagamaan yang kuat.
“Kami akan terus berupaya agar para santri tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki ilmu keagamaan yang kuat dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Keberadaan Pondok Pesantren Bina Pewaris Nabi diharapkan terus berkembang dan menjadi salah satu bagian penting dalam mencetak generasi Qur’ani di Tanah Datar, sekaligus memperkuat dukungan terhadap program unggulan Satu Rumah Satu Hafiz/Hafizah. (reyhan)
Empat Tahun
Berdiri
Ponpes Bina Pewaris Nabi
Tanah Datar
Cetak Hafiz 30 Juz
Empat Tahun Berdiri, Ponpes Bina Pewaris Nabi Tanah Datar Cetak Hafiz 30 Juz
KabaSumbar - Prestasi membanggakan ditorehkan Pondok Pesantren Bina Pewaris Nabi, Nagari Balai Tangah, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar. Dalam kurun waktu empat tahun, pondok pesantren tersebut berhasil melahirkan sejumlah santri penghafal Al-Qur’an 30 juz.
Capaian itu ditandai dengan Wisuda 30 Juz Santri Angkatan I sekaligus peresmian Gedung Tahap IV Pondok Pesantren Bina Pewaris Nabi, Minggu (9/8/2026).
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Tanah Datar, Eka Putra. Menurutnya, kiprah Pondok Pesantren Bina Pewaris Nabi sejalan dengan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, yakni Satu Rumah Satu Hafiz/Hafizah.
Apresiasi itu disampaikan Eka Putra saat menghadiri prosesi wisuda yang turut dihadiri Anggota DPRD Tanah Datar Nursal, Camat Lintau Buo Utara beserta Forkopimca, para wali nagari se-Kecamatan Lintau Buo Utara, orang tua santri, serta sejumlah undangan lainnya.
Capaian itu ditandai dengan Wisuda 30 Juz Santri Angkatan I sekaligus peresmian Gedung Tahap IV Pondok Pesantren Bina Pewaris Nabi, Minggu (9/8/2026).
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Tanah Datar, Eka Putra. Menurutnya, kiprah Pondok Pesantren Bina Pewaris Nabi sejalan dengan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, yakni Satu Rumah Satu Hafiz/Hafizah.
Apresiasi itu disampaikan Eka Putra saat menghadiri prosesi wisuda yang turut dihadiri Anggota DPRD Tanah Datar Nursal, Camat Lintau Buo Utara beserta Forkopimca, para wali nagari se-Kecamatan Lintau Buo Utara, orang tua santri, serta sejumlah undangan lainnya.
Bupati Eka Putra serahkan sertifikat kepada santri penghafal qur'an 30 Jus
Bupati Eka Putra mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar saat ini terus menjalankan Program Satu Rumah Satu Hafiz/Hafizah sebagai upaya mencetak generasi yang tangguh, beriman, dan bertakwa kepada Allah SWT.
“Apa yang dilaksanakan pondok pesantren hari ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mendukung program itu. Karenanya saya ucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya,” ujar Eka Putra.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para ustadz, ustadzah, dan santri untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat sekitar, akan membuat keberadaan pondok pesantren semakin memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Eka Putra juga menyampaikan apresiasi kepada para ustadz dan ustadzah yang telah dengan sabar mendidik para santri. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang terus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka untuk memperdalam ilmu agama.
“Terima kasih kepada ustadz dan ustadzah dan selamat kepada para santri yang telah belajar sungguh-sungguh hingga menjadi hafiz dan hafizah. Semoga ananda terus bersemangat dalam belajar Al-Qur’an dan terus mengulang-ulangi hafalannya,” pesannya.
Para santri Ponpes Bina Pewaris Nabi nagari Balai Tangah peragakab ketrampilan memanah
Bangun Fasilitas Rp3 Miliar
Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Pewaris Nabi, Reza Falefi, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar serta tokoh masyarakat yang ikut mendorong berdirinya dan berkembangnya pondok pesantren tersebut.
“Alhamdulillah, dalam empat tahun ini sudah ada santri yang hafiz 30 juz. Hari ini juga Bapak Bupati berkenan meninjau pembangunan beberapa gedung baru,” kata Reza.
Ia menjelaskan, yayasan saat ini tengah melakukan pembangunan sejumlah fasilitas tambahan, mulai dari ruang belajar, asrama, ruang makan, rumah guru hingga kantin.
Pembangunan fasilitas tersebut menelan anggaran sekitar Rp3 miliar dan ditargetkan mampu menampung hingga 46 santri.
Reza menegaskan, Yayasan Bina Pewaris Nabi akan terus berupaya membekali para santri agar setelah menamatkan pendidikan di pondok pesantren tetap menjadi penghafal Al-Qur’an sekaligus memiliki pemahaman ilmu keagamaan yang kuat.
“Kami akan terus berupaya agar para santri tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki ilmu keagamaan yang kuat dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Keberadaan Pondok Pesantren Bina Pewaris Nabi diharapkan terus berkembang dan menjadi salah satu bagian penting dalam mencetak generasi Qur’ani di Tanah Datar, sekaligus memperkuat dukungan terhadap program unggulan Satu Rumah Satu Hafiz/Hafizah. (reyhan)