Dari Solok, PT CMK Gaspol Kejar 3.000 Ton Benih Jagung Hibrida PS 08

Dari Solok, PT CMK Gaspol Kejar 3.000 Ton Benih Jagung Hibrida PS 08

KabaSumbar - Industri benih jagung hibrida di Sumatera Barat mulai menunjukkan geliat baru. PT Citra Mandiri Kobana (CMK) menyiapkan ekspansi produksi besar-besaran dengan target mencapai 3.000 ton benih jagung hibrida pada 2027.

Untuk mengejar target tersebut, perusahaan yang berbasis di Laing, Kota Solok, itu menyiapkan sekitar 3.500 hektare lahan produksi dan menggandeng kurang lebih 7.000 petani.

Skala ekspansi itu membuat bisnis benih jagung PT CMK tidak lagi hanya berbicara soal kapasitas pabrik. Ribuan petani akan masuk dalam rantai produksi, sementara tenaga kerja pertanian dan pekerja pengolahan turut menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang dibangun perusahaan.

Direktur Utama PT Citra Mandiri Kobana, Nofi Candra, mengatakan perusahaan mengapresiasi kepercayaan berbagai pihak terhadap PT CMK untuk memproduksi benih jagung hibrida PS 08.

“Terima kasih kepada seluruh jejaring dan pihak yang telah mempercayai PT CMK untuk memproduksi benih jagung hibrida PS 08,” ujar Nofi Candra.
Aktivitas panen jagung
Aktivitas panen jagung
PS 08 menjadi salah satu produk yang dikembangkan PT CMK. Varietas tersebut telah melalui pengujian dan memiliki sertifikasi sebagai benih unggul yang ditujukan untuk mendukung produktivitas petani.

Ekspansi produksi menjadi langkah penting bagi PT CMK untuk memperbesar skala bisnis sekaligus memperluas jangkauan pasar. Dari basis produksinya di Solok, perusahaan mulai membangun kapasitas untuk memenuhi kebutuhan benih jagung dalam skala yang lebih besar.

7.000 Petani Masuk Rantai Bisnis
Target 3.000 ton pada 2027 sekaligus menciptakan efek berantai di tingkat petani.

Dengan lahan produksi sekitar 3.500 hektare, PT CMK akan melibatkan sekitar 7.000 petani dalam proses produksi. Artinya, pertumbuhan bisnis perusahaan berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi di tingkat usaha tani.

Rantai produksinya dimulai dari lahan petani. Setelah melalui proses budidaya dan panen, hasil produksi masuk ke tahapan pengolahan sebelum diproses menjadi benih siap edar.

Model tersebut membuat industri perbenihan memiliki rantai ekonomi yang cukup panjang. Ada aktivitas budidaya, kebutuhan tenaga kerja, pengangkutan, pengolahan hingga distribusi.
 
Lokasi pabrik benih jagung hibrida PS 08
Lokasi pabrik benih jagung hibrida PS 08
Di sisi lain, kebutuhan terhadap benih berkualitas menjadi semakin penting seiring dengan pengembangan produksi jagung. Benih berada di titik awal rantai produksi sehingga kualitas dan ketersediaannya menjadi salah satu faktor pendukung produktivitas.

PT CMK melihat ruang tersebut sebagai peluang untuk memperbesar bisnis sekaligus memperkuat peran perusahaan lokal dalam industri perbenihan.

Dari Laing, Kota Solok, perusahaan kini memasang target baru: 3.000 ton benih jagung hibrida pada 2027.

Jika target itu tercapai, skala produksi PT CMK akan sekaligus membawa ribuan petani dan tenaga kerja ke dalam mata rantai bisnis benih jagung yang terus diperbesar. (Irman Kuto)
 
 
 
 


 
 
 
 
 
 

Dari Solok PT CMK Gaspol Kejar 3.000 Ton Benih Jagung Hibrida PS 08