include "breadcrumb.php" ?>
Bupati Annisa menjelaskan, pencegahan stunting harus dimulai sejak dini. Bahkan sejak seorang ibu mulai mengandung. Jangan terlambat dalam membaca situasi, karena akan berdampak fatal terhadap kesehatan ibu dan anak dimasa akan datang.
“Penanganan stunting harus dimulai dari masa kehamilan. Jika bantuan makanan diberikan saat anak berusia empat atau lima tahun, tentunya sangat terlambat,” tegas Annisa.
Annisa menjelaskan, bantuan diberikan dalam bentuk paket makanan, disalurkan secara bertahap selama masa kehamilan, hingga enam bulan setelah melahirkan. Total nilai bantuan diterima setiap penerima bantuan mencapai Rp3 juta, dan disalurkan pada minggu kedua setiap bulan.
Program tersebut, merupakan komitmen telah dicanangkan sejak pencalonan dirinya menjadi Bupati Dharmasraya. Maka realisasi saat ini, diutamakan bagi keluarga termasuk dalam kategori desil 1 dan desil 2. Adapun data penghimpunan, berdasarkan data kesejahteraan masyarakat, dengan data penerima melalui puskesmas.
“Target utama dari awal adalah, ibu hamil dan ibu menyusui dari keluarga desil 1 sampai desil 5. Namun karena keterbatasan anggaran daerah, program ini kita mulai dari desil 1 dan 2. Mudah-mudahan tahun depan dapat dilaksanakan lebih luas lagi,” katanya.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kehamilan kepada petugas kesehatan dan pemerintah nagari. Agar dapat memperoleh pendampingan serta intervensi diperlukan sejak awal.
“Sekiranya, ada ibu hamil dari keluarga desil 1 dan 2 belum terdata. Segera laporkan kepada Wali Nagari, puskesmas maupun Dinas Sosial. Agar dapat diverifikasi dan masuk dalam pendataan program,” tegasnya.
Stunting
Ibu Hamil
Menyusui
Timpeh
Terima
Paket Makanan
Bupati Dharmasraya
Atasi Stunting, Ibu Hamil dan Menyusui Terima Paket Makanan dari Bupati Dharmasraya
KabaSumbar- Upaya mencegah stunting di Kabupaten Dharmasraya semakin nyata melalui program pemenuhan protein dan gizi dengan sasaran ibu hamil dan menyusui.
Langkah itu ditempuh bupati Annisa Suci Ramadhani melalui pemberian paket makanan tahap II bagi 19 orang Ibu hamil dan ibu menyusui, Selasa (23/6/2026). di Kecamatan Timpeh.
Program pemenuhan nutrisi melalui pemberian paket makanan untuk ibu hamil dan menyusui, dirancang khusus untuk memastikan asupan gizi ibu dan janin tercukupi, hingga mencegah komplikasi, anemia, dan risiko stunting sejak dini.
"Paket ini berisi makanan padat energi, protein, dan mikronutrien," kata Bupati Annisa.
Pada kesempatan, ikut hadir Kepala Dinas Kesehatan Hj. Yosta Defina, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Sosial P3APPKB), Martin Efendi, Camat Timpeh Rizky Rullien Putra, Wali Nagari Se Kecamatan Timpeh, Ketua Bamus, Kepala Puskesmas, Bidan Desa dan Kader Posyandu Se Kecamatan Timpeh.
Bupati Annisa serahkan paket makanan kepada ibu hamil dan menyusui di Timpeh
Bupati Annisa menjelaskan, pencegahan stunting harus dimulai sejak dini. Bahkan sejak seorang ibu mulai mengandung. Jangan terlambat dalam membaca situasi, karena akan berdampak fatal terhadap kesehatan ibu dan anak dimasa akan datang.
“Penanganan stunting harus dimulai dari masa kehamilan. Jika bantuan makanan diberikan saat anak berusia empat atau lima tahun, tentunya sangat terlambat,” tegas Annisa.
Annisa menjelaskan, bantuan diberikan dalam bentuk paket makanan, disalurkan secara bertahap selama masa kehamilan, hingga enam bulan setelah melahirkan. Total nilai bantuan diterima setiap penerima bantuan mencapai Rp3 juta, dan disalurkan pada minggu kedua setiap bulan.
Program tersebut, merupakan komitmen telah dicanangkan sejak pencalonan dirinya menjadi Bupati Dharmasraya. Maka realisasi saat ini, diutamakan bagi keluarga termasuk dalam kategori desil 1 dan desil 2. Adapun data penghimpunan, berdasarkan data kesejahteraan masyarakat, dengan data penerima melalui puskesmas.
“Target utama dari awal adalah, ibu hamil dan ibu menyusui dari keluarga desil 1 sampai desil 5. Namun karena keterbatasan anggaran daerah, program ini kita mulai dari desil 1 dan 2. Mudah-mudahan tahun depan dapat dilaksanakan lebih luas lagi,” katanya.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kehamilan kepada petugas kesehatan dan pemerintah nagari. Agar dapat memperoleh pendampingan serta intervensi diperlukan sejak awal.
“Sekiranya, ada ibu hamil dari keluarga desil 1 dan 2 belum terdata. Segera laporkan kepada Wali Nagari, puskesmas maupun Dinas Sosial. Agar dapat diverifikasi dan masuk dalam pendataan program,” tegasnya.
Disela pemberian paket makanan pada ibu hamil dan menyusui, bupati Annisa foto bersama dengan tenaga Posyandu
Selain menyerahkan bantuan, Bupati Annisa juga gelar dialog langsung dengan para penerima manfaat. Ia lebih menekankan akan pentingnya pengetahuan para ibu hamil. Terutama mengenai pemenuhan gizi selama kehamilan, pola asuh anak, serta langkah-langkah pencegahan stunting sejak dini.
Untuk bidan serta kader Posyandu, supaya berperan aktif memberikan edukasi dan pendampingan terhadap ibu hamil maupun ibu menyusui di setiap nagari.
Selain Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari presiden Prabowo, menyasar keluarga desil 1 hingga desil 10, pemerintah juga memiliki program bantuan bagi ibu hamil dari Kementerian Kesehatan. Diperuntukkan bagi kehamilan rentan.
“Semua program pemerintah ini memiliki tujuan sama. Yakni, memastikan ibu dan anak mendapatkan asupan gizi baik. Sehingga mampu melahirkan generasi sehat dan bebas stunting,” katanya.
Menyambut itu, Titin, salah seorang warga pemerima bantuan, sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Bupati dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya., yang telah begitu peduli kepada ibu hamil dan menyusui.
Untuk bidan serta kader Posyandu, supaya berperan aktif memberikan edukasi dan pendampingan terhadap ibu hamil maupun ibu menyusui di setiap nagari.
Selain Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari presiden Prabowo, menyasar keluarga desil 1 hingga desil 10, pemerintah juga memiliki program bantuan bagi ibu hamil dari Kementerian Kesehatan. Diperuntukkan bagi kehamilan rentan.
“Semua program pemerintah ini memiliki tujuan sama. Yakni, memastikan ibu dan anak mendapatkan asupan gizi baik. Sehingga mampu melahirkan generasi sehat dan bebas stunting,” katanya.
Menyambut itu, Titin, salah seorang warga pemerima bantuan, sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Bupati dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya., yang telah begitu peduli kepada ibu hamil dan menyusui.
Menurutnya, bantuan yang diterima sangat bermanfaat guna memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan dan setelah melahirkan. Ia menaruh harapan, program ini terus berlanjut dan dapat dirasakan lebih banyak masyarakat. (Irman Kuto)