Akumulasi Asing pada DSSA Menguat, Momentum Kebangkitan atau Sekadar Rebound Teknis?
Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG, alamat , IDX KP Sumbar
KabaSumbar -- Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) kembali menjadi perhatian pada akhir Juni 2026. Investor asing membukukan pembelian bersih setelah saham ini tertekan akibat keluar dari indeks MSCI Global Standard dan FTSE Russell. Arus dana tersebut memunculkan harapan bahwa tekanan jual mulai mereda, meski arah tren belum sepenuhnya terkonfirmasi.
Data perdagangan mencatat investor asing melakukan net buy Rp95,5 miliar pada 26 Juni 2026. Tiga hari kemudian, tepatnya 29 Juni 2026, investor asing kembali membeli bersih sekitar Rp55,8 miliar. Nilai transaksi itu menunjukkan minat institusi mulai kembali setelah harga saham turun pasca aksi korporasi.
DSSA sebelumnya menjalankan stock split 1:25. Langkah ini tidak mengubah nilai fundamental perusahaan, tetapi harga saham menjadi lebih terjangkau sehingga likuiditas berpotensi meningkat dan saham lebih mudah dijangkau investor ritel.
Tekanan terhadap DSSA belum sepenuhnya hilang. Keluarnya saham ini dari indeks MSCI Global Standard dan FTSE Russell memaksa sejumlah dana pasif menyesuaikan portofolio. Aksi tersebut memicu tekanan jual dan meningkatkan volatilitas perdagangan dalam beberapa pekan terakhir.
Di sisi fundamental, DSSA tetap memiliki portofolio usaha yang beragam. Perusahaan di bawah Grup Sinar Mas itu menjalankan bisnis pertambangan batu bara, energi baru terbarukan, infrastruktur digital dan teknologi, layanan internet serta multimedia, dan perdagangan bahan kimia. Diversifikasi tersebut menjadi salah satu alasan sebagian investor masih melihat prospek jangka panjang perseroan.
Tim analis MNC Sekuritas menilai grafik DSSA mulai membentuk pola rounding bottom, pola teknikal yang sering muncul menjelang pembalikan arah. Harga juga masih bertahan di atas MA20, sedangkan indikator MACD dan Stochastic bergerak di area netral.
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy if Break. Investor dapat mencermati peluang beli apabila harga mampu menembus resistance 895. Jika level itu terlewati dengan dukungan volume transaksi yang kuat, analis memperkirakan harga berpeluang bergerak ke kisaran 1.005 hingga 1.140, sekaligus menutup area gap yang masih terbuka.
Meski akumulasi asing memberi sinyal positif, investor tetap perlu mengutamakan konfirmasi tren. Selama harga belum mampu menembus level resistance, peluang konsolidasi masih terbuka dan volatilitas masih dapat terjadi.
Akumulasi dana asing menjadi salah satu indikator yang layak dicermati, tetapi keputusan investasi tetap perlu mengacu pada analisis fundamental, sinyal teknikal, serta pengelolaan risiko yang disiplin.
Ingin belajar investasi saham lebih dalam?
Bapak dan Ibu dapat bergabung secara gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang. Dapatkan materi pasar modal, diskusi saham, informasi kelas edukasi, serta kesempatan memperoleh sertifikat dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Klik di sini untuk bergabung dengan Grup Edukasi Saham Gratis IDX dan MNC Sekuritas Padang.
Disclaimer: Tulisan ini merupakan opini, bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.