Saham TPIA Menguat, Asing Net Sell dan MA20 Jadi Sorotan
Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG
KabaSumbar -- Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menguat pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026. Volume pembelian meningkat, tetapi harga belum mampu menembus Moving Average 20 (MA20). Tekanan jual investor asing sejak 22 Oktober juga menjadi perhatian pelaku pasar.
Data transaksi broker pada 26 Oktober menunjukkan pembelian terbesar terjadi di harga rata-rata Rp1.450 per saham, sementara penjualan terbesar tercatat di Rp1.475. Aktivitas tersebut memberi gambaran mengenai transaksi di pasar, tetapi belum cukup untuk memastikan arah pergerakan harga selanjutnya.
Analisis teknikal TPIA: support Rp1.280, resistance Rp1.510
Tim Analis MNC Sekuritas menilai TPIA dengan pendekatan Buy on Weakness (BoW), yaitu strategi membeli saat harga melemah ke area yang dinilai menarik berdasarkan analisis.
Tim analis menetapkan support di Rp1.280 dan resistance di Rp1.510. Kedua level tersebut menjadi acuan untuk memantau pergerakan harga dalam jangka pendek.
Indikator MACD masih berada di area negatif. Namun, jarak antara garis indikator mulai menyempit, membuka peluang terbentuknya golden cross. Sinyal tersebut dapat menandai perbaikan momentum, meski belum memastikan pembalikan tren.
Stochastic juga bergerak naik di area netral. Sementara itu, harga TPIA masih tertahan di bawah MA20. Saham ini membutuhkan penguatan yang cukup untuk menembus indikator tersebut dan mempertahankan posisinya di atas MA20.
Jika harga berhasil melewati MA20, analisis teknikal yang disampaikan menempatkan Rp1.675 hingga Rp1.815 sebagai target penguatan berikutnya. Namun, proyeksi tersebut bergantung pada konfirmasi harga dan volume transaksi.
Sebaliknya, kegagalan menembus resistance Rp1.510 dapat membatasi penguatan. Investor juga perlu mencermati support Rp1.280 jika tekanan jual kembali meningkat.
Asing net sell, transaksi broker menjadi perhatian
Investor asing dilaporkan mencatatkan penjualan bersih saham TPIA sejak 22 Oktober 2026. Arus keluar tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu dipantau, terutama jika permintaan dari investor domestik belum mampu menyerap tekanan jual.
Pada perdagangan 26 Oktober, data broker menunjukkan akumulasi pembelian pada harga rata-rata Rp1.450. Penjualan terbesar tercatat di Rp1.475.
Perbedaan harga tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa harga saham akan bergerak naik atau turun. Data broker juga tidak selalu mengungkap identitas investor akhir maupun tujuan transaksi.
Untuk perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026, pivot point yang diberikan sebagai acuan berada di Rp1.330. Trader dapat memantau respons harga di sekitar level tersebut sambil memperhatikan volume dan pergerakan pasar secara keseluruhan.
Pivot point hanya menjadi alat bantu analisis. Pergerakan harga di atas atau di bawahnya tidak menjamin arah pasar selama sesi perdagangan.
Pendapatan TPIA tumbuh 83,6%, laba bersih turun
Dari sisi fundamental, TPIA memperluas bisnisnya melalui ekspansi ke sektor energi dan kilang. Perusahaan ini mengoperasikan bisnis petrokimia terintegrasi serta mengembangkan portofolio energi dan infrastruktur.
Pada semester I-2026, Saham TPIA membukukan pendapatan US$5,35 miliar, naik 83,6% dari US$2,91 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kontribusi bisnis energi dan kilang setelah perusahaan memperluas portofolionya di Singapura.
Meski pendapatan meningkat, laba bersih setelah pajak tercatat US$371,2 juta. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan laba sekitar US$1,62 miliar pada semester I-2025.
Perbandingan laba itu perlu memperhitungkan keuntungan akuntansi satu kali yang berkaitan dengan akuisisi Aster Chemicals and Energy pada periode sebelumnya. Faktor tersebut membuat perbandingan laba tahunan tidak sepenuhnya menggambarkan perubahan kinerja operasional berulang.
Pada kuartal I-2026, TPIA membukukan laba bersih sekitar US$205 juta, berbalik dari kerugian pada kuartal yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan kinerja kilang dan pengelolaan bahan baku turut mendukung hasil operasional perusahaan.
Investor tetap perlu memperhatikan margin keuntungan, biaya bahan baku, harga energi, serta kemampuan perusahaan mengintegrasikan aset hasil akuisisi. Kenaikan pendapatan belum tentu menghasilkan pertumbuhan laba yang sebanding.
Ekspansi petrokimia dan energi memperluas bisnis
TPIA memproduksi berbagai bahan petrokimia, termasuk etilena, propilena, polietilena, polipropilena, stirena monomer, dan butadiena. Produk tersebut digunakan sebagai bahan baku bagi berbagai industri.
Perusahaan juga mengembangkan bisnis pengelolaan air, pembangkit listrik, penyimpanan energi, dan fasilitas dermaga. Ekspansi ini memperluas cakupan usaha TPIA di luar petrokimia.
Akuisisi aset energi dan kilang di Singapura turut meningkatkan skala operasional perusahaan. Namun, ekspansi tersebut membawa kebutuhan modal dan risiko yang perlu diperhitungkan, termasuk fluktuasi harga energi, biaya operasional, serta pengelolaan utang.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi pemegang saham pengendali TPIA. Prajogo Pangestu juga memiliki kepemilikan langsung di perusahaan tersebut. Struktur kepemilikan ini memberikan konteks mengenai pengendalian perusahaan, tetapi tidak dapat dijadikan dasar tunggal untuk menilai prospek saham.
Level harga TPIA yang perlu dipantau
Dalam jangka pendek, perhatian trader tertuju pada kemampuan TPIA menembus MA20 dan resistance Rp1.510. Penguatan yang disertai peningkatan volume dapat mendukung skenario menuju target Rp1.675 hingga Rp1.815 sesuai analisis teknikal yang tersedia.
Jika harga gagal mempertahankan momentum, support Rp1.280 menjadi level penting untuk diamati. Penembusan ke bawah area tersebut dapat mengubah skenario teknikal dan meningkatkan risiko penurunan lanjutan.
Pivot Rp1.330 dapat menjadi referensi tambahan bagi trader intraday pada 27 Oktober 2026. Namun, keputusan transaksi tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar, konfirmasi harga, dan batas risiko masing-masing.
Secara keseluruhan, Saham TPIA menunjukkan perbaikan momentum pada perdagangan 26 Oktober, tetapi belum mengonfirmasi perubahan tren. Pertumbuhan pendapatan mendukung gambaran ekspansi bisnis, sedangkan penurunan laba bersih dan penjualan bersih investor asing menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Investor sebaiknya memeriksa laporan keuangan dan data perdagangan terbaru sebelum mengambil keputusan. Analisis ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham.
Tertarik belajar pasar modal tanpa biaya?
IDX bersama MNC Sekuritas Padang membuka Grup Edukasi Saham gratis bagi masyarakat. Anggota akan memperoleh informasi seputar investasi, kelas edukasi, dan berbagai program dari BEI.
Gabung Group: Klik di sini untuk bergabung
Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko kerugian. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor dan perlu disesuaikan dengan profil risiko pribadi.