Saham SQMI: Asing Mulai Akumulasi, Resistance 111 Jadi Kunci
Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG
KabaSumbar -- Perdagangan saham SQMI pada Rabu, 7 Oktober 2026, mencatat peningkatan aktivitas transaksi dan pembelian asing. Volume perdagangan juga berada di atas rata-rata 20 hari.
Tim analis MNC Sekuritas menilai SQMI masih berada dalam fase uptrend. Harga bertahan di atas MA20, sedangkan volume pembelian meningkat pada perdagangan 7 Oktober.
MNC Sekuritas memberikan rekomendasi Trading Buy dengan support 99 dan resistance 111.
Jika SQMI mampu menembus 111, area 114 hingga 120 menjadi target penguatan berikutnya berdasarkan analisis tersebut.
Indikator teknikal juga masih memberikan ruang bagi kenaikan. MACD mulai menyempit di area positif dan berpeluang membentuk golden cross. Stochastic masih bergerak naik di area netral.
Asing Mulai Net Buy SQMI
Aktivitas investor asing menjadi salah satu perhatian pada perdagangan 7 Oktober 2026.
Data perdagangan yang tersedia mencatat SQMI berada di posisi ketiga dalam daftar saham dengan net buy asing terbesar pada hari tersebut. Pembelian bersih tercatat sekitar 418,7 ribu lot dengan harga Rp106.
Berdasarkan data broker yang menjadi bahan analisis, broker besar mengakumulasi SQMI dengan rata-rata harga sekitar Rp104. Nilai pembelian terbesar juga berada di harga tersebut, sedangkan transaksi penjualan terbesar berada di sekitar Rp103.
Area Rp103 hingga Rp104 karena itu menjadi zona transaksi yang perlu diperhatikan pada perdagangan berikutnya.
Net buy asing dalam satu hari belum cukup untuk memastikan tren kenaikan berlanjut. Investor perlu melihat apakah pembelian asing kembali muncul dan apakah harga mampu bertahan di atas support.
Level 97 Jadi Patokan Arah
Selain support 99 dan resistance 111, level 97 dapat digunakan sebagai pivot untuk membaca arah SQMI.
Selama harga bertahan di atas 97, struktur tren naik masih terjaga. Jika harga turun melewati level tersebut dan tekanan jual meningkat, momentum kenaikan perlu dievaluasi kembali.
Bagi trader, level ini dapat menjadi batas untuk membedakan antara koreksi biasa dan perubahan tren.
Pergerakan menuju 111 juga perlu dicermati. Harga yang mendekati resistance dapat menghadapi aksi ambil untung dari trader yang sudah masuk di level lebih rendah.
Ciemas Menjadi Aset Utama SQMI
Pergerakan SQMI juga berkaitan dengan aset emas yang dimiliki perusahaan melalui Ciemas Gold Project di Sukabumi, Jawa Barat.
Proyek tersebut mencakup wilayah sekitar 3.078,5 hektare. Perusahaan mencatat estimasi cadangan bijih sekitar 3,26 juta ton dengan kadar rata-rata 7,7 gram emas per ton.
Wilton juga mencatat sumber daya mineral terukur dan tertunjuk sekitar 3,415 juta ton dengan kadar rata-rata 8,6 gram per ton. Sumber daya tereka mencapai sekitar 2,559 juta ton dengan kadar rata-rata 6,5 gram per ton.
Laporan perusahaan mencatat total sumber daya mineral sekitar 46.058 kilogram emas atau sekitar 1,48 juta troy ounce. Angka tersebut berbeda dengan cadangan bijih yang tercatat sekitar 25.203 kilogram atau sekitar 810.385 troy ounce.
Proyek Ciemas mencakup beberapa prospek mineralisasi emas, antara lain Pasir Manggu, Cikadu, Sekolah, Cibatu, Cibak, dan Cipancar.
Besarnya sumber daya tersebut menjadi salah satu faktor fundamental yang membuat SQMI menarik di sektor pertambangan emas. Namun, angka sumber daya mineral tidak otomatis menjadi produksi atau pendapatan perusahaan. Pengembangan tambang tetap bergantung pada kegiatan operasional, perizinan, investasi, dan kondisi ekonomi proyek.
Profil Singkat Wilton Makmur
PT Wilton Makmur Indonesia Tbk berdiri pada 21 Maret 2000 dengan nama PT Sanex Qianjiang Motor International. Perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 2004.
Pada 2010, perusahaan menggunakan nama PT Renuka Coalindo Tbk. Nama PT Wilton Makmur Indonesia Tbk mulai digunakan pada 2019.
Laporan keuangan interim semester I 2026 mencatat Wilton Resources Holdings Pte. Ltd. sebagai entitas induk langsung. Wilton Resources Corporation Limited yang berbasis di Singapura tercatat sebagai entitas induk terakhir.
Posisi SQMI sebagai perusahaan pertambangan emas membuat perkembangan proyek Ciemas tetap menjadi salah satu faktor yang perlu dipantau investor.
Tiga Level yang Perlu Diperhatikan
Untuk perdagangan selanjutnya, tiga level harga dapat menjadi acuan utama.
Rp111 merupakan resistance yang perlu ditembus untuk membuka ruang menuju 114 hingga 120.
Rp99 menjadi support terdekat berdasarkan analisis MNC Sekuritas.
Sementara itu, Rp97 dapat digunakan sebagai pivot untuk melihat apakah struktur tren naik masih bertahan.
Investor juga perlu memperhatikan volume ketika harga mendekati Rp111. Breakout dengan volume yang meningkat akan memberikan konfirmasi lebih kuat dibanding kenaikan harga yang terjadi dengan volume tipis.
Sebaliknya, kegagalan menembus 111 disertai peningkatan volume jual dapat membuka peluang konsolidasi atau koreksi.
Dengan posisi harga yang masih berada di atas MA20 dan munculnya net buy asing pada 7 Oktober, SQMI masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren naik. Namun, trader tetap perlu menempatkan level 99 dan 97 sebagai batas risiko jika tekanan jual meningkat.
Belajar saham lebih terarah bersama praktisi pasar modal.
Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang terbuka bagi siapa saja yang ingin memahami investasi saham melalui materi edukasi, diskusi, dan kelas rutin.
Bergabung: Klik di sini untuk bergabung
Disclaimer: Informasi ini merupakan analisis pasar untuk tujuan edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Pergerakan harga saham dapat berubah sewaktu-waktu dan mengandung risiko kerugian.