Saham TMPO Melonjak, Asing Masuk dan Resistance Rp306 Jadi Perhatian

Saham TMPO Melonjak, Asing Masuk dan Resistance Rp306 Jadi Perhatian

Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG

KabaSumbar -- Saham PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) menguat tajam pada perdagangan Rabu, 4 November 2026. Harga saham perusahaan media tersebut bergerak dari pembukaan Rp258 hingga menyentuh Rp292, dengan level terendah Rp254.

Kenaikan TMPO menarik perhatian pelaku pasar setelah muncul aktivitas pembelian dalam jumlah besar. Data transaksi yang menjadi bahan analisis juga memperlihatkan pembelian bersih investor asing sejak 29 Oktober 2026. Akumulasi transaksi yang tercatat berada pada kisaran harga rata-rata Rp282.

Pada perdagangan 4 November, aktivitas pembelian terbesar tercatat di harga Rp292, sedangkan penjualan terbesar berada di Rp284. Perbedaan tersebut menjadi salah satu petunjuk yang dapat diamati investor untuk membaca arah transaksi berikutnya.

Meski demikian, aktivitas beli asing belum cukup untuk memastikan kenaikan harga akan berlanjut. Investor tetap perlu memperhatikan volume, pergerakan harga, dan kondisi keuangan perusahaan.

Bisnis Tempo Inti Media Bertumpu pada Media dan Digital

PT Tempo Inti Media Tbk memiliki sejarah panjang di industri pers Indonesia. Perjalanan perusahaan berawal dari penerbitan Majalah Tempo pada 1971. Perseroan kemudian mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 2001.

Perusahaan menjalankan bisnis penerbitan, percetakan, periklanan, serta produksi konten multimedia. Sejumlah produk yang dikenal pembaca antara lain Majalah Tempo, Koran Tempo, Tempo.co, dan Tempo English.

Di bidang percetakan, perseroan menjalankan kegiatan usaha melalui PT Temprint. Perusahaan juga mengembangkan layanan riset pasar, analisis data bisnis, informasi komersial, komunikasi korporat, serta penyelenggaraan acara.

Perubahan pola konsumsi berita membuat bisnis digital semakin penting bagi perusahaan media. Tempo mengembangkan portal berita, aplikasi terintegrasi, dan konten premium berbayar untuk memperluas sumber pendapatan.

Perusahaan juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Pengembangan fitur berita bersuara dan penerjemahan otomatis menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pembaca.

Dari segmen sirkulasi digital, perusahaan mencatat peningkatan pendapatan sebesar Rp4,14 miliar berdasarkan data yang disampaikan dalam bahan analisis. Namun, kontribusi bisnis digital tersebut masih perlu dilihat bersama perkembangan pendapatan dan laba konsolidasian.

Pendapatan TMPO Turun pada Kuartal III 2026

Laporan keuangan hingga kuartal III 2026 memperlihatkan bahwa TMPO masih menghadapi tekanan pendapatan.

Perseroan membukukan pendapatan usaha Rp123,82 miliar hingga September 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan mencapai Rp130,34 miliar.

Dengan demikian, pendapatan perusahaan turun sekitar 5 persen secara tahunan.

Sebelumnya, hingga semester I 2026, TMPO mencatat pendapatan usaha Rp79,73 miliar. Kinerja sembilan bulan menunjukkan adanya tambahan pendapatan pada kuartal III, tetapi belum cukup untuk menyamai pencapaian tahun sebelumnya.

Penurunan pendapatan menjadi perhatian karena perusahaan masih menjalankan transformasi bisnis di tengah perubahan industri media. Manajemen perlu menjaga pertumbuhan digital sekaligus memperbaiki kontribusi usaha lainnya.

Investor juga perlu melihat apakah peningkatan pendapatan digital mampu menutup tekanan dari bisnis media cetak dan memperbaiki profitabilitas perusahaan.

Analisis Teknikal TMPO: Support Rp270, Resistance Rp306

Tim Analis MNC Sekuritas memberikan pandangan Trading Buy untuk saham TMPO dengan support Rp270 dan resistance Rp306.

Penguatan harga yang disertai peningkatan volume pembelian menjadi salah satu pertimbangan dalam analisis tersebut. Namun, kenaikan agresif juga meninggalkan gap yang perlu dicermati pada perdagangan selanjutnya.

Pada grafik jangka panjang, TMPO membentuk pola large cup and handle sejak 2024. Candle terakhir membentuk bullish marubozu, pola yang menggambarkan dominasi pembeli selama sesi perdagangan.

Indikator MACD juga bergerak menguat ke area positif. Sementara itu, Stochastic sudah memasuki wilayah overbought atau jenuh beli.

Kondisi tersebut memperlihatkan momentum kenaikan yang kuat, tetapi investor perlu mewaspadai kemungkinan koreksi setelah harga bergerak naik dalam waktu singkat.

Tim Analis MNC Sekuritas menempatkan Rp306 sebagai level penting. Jika harga mampu menembus resistance tersebut dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, TMPO berpeluang bergerak menuju Rp310 hingga Rp322.

Sebaliknya, investor perlu memperhatikan area Rp270 sebagai support. Jika harga melemah dan menembus level tersebut, tekanan jual berpotensi meningkat.

Investor Perlu Mencermati Risiko Koreksi

Pergerakan TMPO mempertemukan dua kondisi yang perlu dianalisis secara bersamaan. Dari sisi teknikal, saham ini memiliki momentum kenaikan dan peluang menguji resistance Rp306. Dari sisi fundamental, perusahaan masih mencatat penurunan pendapatan secara tahunan.

Aktivitas pembelian asing sejak 29 Oktober juga layak dipantau. Namun, investor perlu melihat apakah pembelian tersebut berlanjut dalam beberapa sesi berikutnya atau justru diikuti aksi ambil untung.

Bagi Anda yang mengikuti pergerakan TMPO, mengejar harga setelah kenaikan tajam memiliki risiko tersendiri. Konfirmasi penembusan Rp306 dengan volume yang memadai menjadi salah satu acuan dalam skenario teknikal yang disampaikan analis.

Kinerja keuangan kuartal berikutnya juga akan menjadi perhatian. Perbaikan pendapatan digital perlu diikuti kemampuan perusahaan menekan biaya dan meningkatkan laba agar transformasi bisnis memberikan hasil yang lebih nyata.

Belajar saham lebih terarah bersama praktisi pasar modal.

Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang terbuka bagi siapa saja yang ingin memahami investasi saham melalui materi edukasi, diskusi, dan kelas rutin.

Gabung Group: Klik di sini untuk bergabung

Disclaimer On: Informasi ini merupakan bahan analisis dan edukasi pasar modal, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

saham TMPO saham BEI Tempo Inti Media saham media analisis teknikal foreign net buy saham 2026