Saham TAPG Menguat, Laba Tumbuh 29% dan Broker Mulai Akumulasi
Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG
KabaSumbar -- PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mencatat pendapatan Rp9,45 triliun hingga September 2026, naik 15,09% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di pasar saham, aktivitas akumulasi sejumlah broker pada perdagangan 29 Oktober ikut menarik perhatian investor.
Kinerja keuangan yang tumbuh menjadi salah satu daya tarik TAPG. Namun, pergerakan sahamnya masih menghadapi tekanan jual dan belum berhasil keluar dari fase konsolidasi.
Pendapatan TAPG Tembus Rp9,45 Triliun
TAPG membukukan pendapatan Rp9,45 triliun hingga kuartal III 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan mencatat pendapatan Rp8,21 triliun.
Laba bruto ikut meningkat menjadi Rp4,12 triliun dari Rp3,13 triliun. Sementara itu, laba usaha mencapai Rp3,39 triliun, dibandingkan Rp2,47 triliun pada periode pembanding.
Untuk laba bersih, bahan analisis memperkirakan pertumbuhan sekitar 29% secara tahunan (year-on-year/YoY), dengan nilai mencapai Rp3,44 triliun. Angka tersebut masih berupa proyeksi dan perlu dicocokkan dengan laporan keuangan resmi perseroan.
Peningkatan kinerja operasional berkaitan dengan bertambahnya volume produksi kelapa sawit dan kondisi harga komoditas yang mendukung.
Bisnis Kelapa Sawit Menjadi Andalan TAPG
PT Triputra Agro Persada Tbk berdiri pada 2005 dan bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit serta karet.
Pada segmen kelapa sawit, perusahaan menghasilkan Crude Palm Oil (CPO), Palm Kernel (PK), dan Palm Kernel Oil (PKO). Sementara itu, perkebunan karetnya menghasilkan slab dan Ribbed Smoked Sheet (RSS).
TAPG menjalankan kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit di sejumlah wilayah, termasuk Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
Perseroan juga mengembangkan usaha energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). Perusahaan memanfaatkan limbah cair pengolahan kelapa sawit sebagai bahan baku pembangkit. Selain itu, TAPG mengembangkan biokokas berbasis cangkang sawit.
Diversifikasi usaha tersebut memberi perusahaan peluang untuk memanfaatkan hasil samping perkebunan. Meski demikian, investor tetap perlu melihat kontribusi masing-masing segmen terhadap pendapatan dan laba perseroan.
Broker Mulai Akumulasi Saham TAPG
Aktivitas transaksi pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026, memperlihatkan pergerakan harga TAPG di rentang Rp1.900 hingga Rp1.970.
Saham ini dibuka pada Rp1.945, sempat menyentuh Rp1.970, kemudian turun ke Rp1.900. Area Rp1.930 menjadi salah satu titik dengan transaksi pembelian dan penjualan terbesar.
Data broker dalam bahan analisis juga memperlihatkan akumulasi oleh sejumlah broker besar dengan harga rata-rata sekitar Rp1.900.
Aktivitas tersebut menarik perhatian karena terjadi setelah saham TAPG mencatat net sell asing pada 28 Oktober 2026.
Meski demikian, investor perlu membaca data broker secara hati-hati. Aktivitas beli oleh broker besar belum tentu langsung diikuti kenaikan harga. Pergerakan beberapa hari berikutnya akan memperlihatkan apakah pembelian tersebut berlanjut atau hanya berlangsung dalam satu sesi perdagangan.
Net sell asing juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Tekanan jual dari investor asing berpotensi menahan kenaikan harga apabila tidak diimbangi permintaan dari investor domestik.
Riwayat Dividen Menjadi Pertimbangan Investor
TAPG memiliki rekam jejak pembagian dividen kepada pemegang saham setiap tahun. Kebijakan tersebut menjadi salah satu pertimbangan investor yang mencari saham dengan potensi pendapatan dividen.
Namun, pembagian dividen berikutnya tetap bergantung pada keputusan perusahaan, kondisi keuangan, kebutuhan ekspansi, serta persetujuan pemegang saham.
Investor sebaiknya memeriksa nilai dividen per saham dan dividend yield sebelum memasukkan faktor dividen ke dalam perhitungan investasi. Riwayat pembagian dividen tidak menjamin perusahaan akan mempertahankan jumlah yang sama pada tahun berikutnya.
Analisis Teknikal TAPG: Resistance Rp1.970 Jadi Perhatian
Tim Analis MNC Sekuritas memberikan rekomendasi Trading Buy untuk saham TAPG. Meski demikian, pergerakan teknikal masih memperlihatkan fase konsolidasi.
Pada perdagangan terakhir, TAPG membentuk candlestick spinning top yang disertai tekanan jual. Harga saham juga masih tertahan di bawah Moving Average 20 (MA20).
Indikator MACD dan Stochastic cenderung melandai di area negatif dan netral. Kondisi tersebut memperlihatkan momentum kenaikan belum cukup kuat.
Tim Analis MNC Sekuritas menetapkan level support Rp1.850 dan resistance Rp1.970 sebagai acuan perdagangan.
Level teknikal saham TAPG:
| Indikator | Level |
|---|---|
| Support | Rp1.850 |
| Resistance | Rp1.970 |
| Target pertama | Rp2.060 |
| Target kedua | Rp2.160 |
TAPG berpeluang melanjutkan penguatan apabila harga berhasil menembus Rp1.970 dengan dukungan volume transaksi yang memadai. Dalam skenario tersebut, harga berpotensi bergerak menuju Rp2.060 hingga Rp2.160.
Sebaliknya, kegagalan melewati resistance dapat membuat saham kembali bergerak dalam rentang konsolidasi. Investor juga perlu mencermati support Rp1.850. Jika harga turun di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi meningkat.
Fundamental Positif, Investor Tetap Perlu Mengukur Risiko
Pertumbuhan pendapatan dan laba memberikan gambaran positif terhadap kinerja TAPG. Namun, investor tetap perlu memperhitungkan risiko bisnis perkebunan, terutama perubahan harga CPO, biaya produksi, produktivitas tanaman, dan kondisi cuaca.
Dari sisi perdagangan saham, tekanan jual asing dan posisi harga yang masih tertahan MA20 juga menjadi perhatian.
Bagi investor yang mengikuti pergerakan TAPG, penembusan Rp1.970 dapat menjadi konfirmasi awal penguatan. Sementara itu, support Rp1.850 menjadi batas penting untuk memantau risiko koreksi.
Kinerja keuangan yang tumbuh memberi alasan bagi investor untuk mencermati TAPG. Namun, keputusan membeli tetap perlu mempertimbangkan harga masuk, valuasi perusahaan, perkembangan pasar CPO, serta kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan laba.
Mulai perjalanan investasi Anda dari edukasi yang tepat.
Gabung gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang untuk mendapatkan materi pembelajaran, informasi kelas, diskusi pasar modal, dan kesempatan mengikuti program sertifikasi BEI.
Gabung Group: Klik di sini untuk bergabung
Disclaimer: Informasi ini bukan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.