SAHAM SILO Menguat, Asing Net Buy dan Akuisisi Rp6,91 Triliun
Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG
KabaSumbar -- Saham SILO mendapat perhatian pada perdagangan 21 September 2026 setelah investor asing mencatat net buy sekitar Rp1,8 miliar. Pada hari yang sama, transaksi broker besar menunjukkan akumulasi di sekitar Rp1.990.
Perubahan arus asing itu terjadi setelah tekanan jual yang berlangsung sejak 13 Agustus hingga 18 September. Investor asing sempat mencatat net buy pada 15 dan 17 September, tetapi nilainya relatif kecil dibandingkan transaksi 21 September.
Dari sisi fundamental, PT Siloam International Hospitals Tbk mencatat pertumbuhan kinerja pada Semester I-2026. Pendapatan bersih mencapai sekitar Rp6,76 triliun, naik 10,81% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih meningkat 27,92% menjadi Rp609,45 miliar.
Pertumbuhan laba yang lebih cepat daripada pendapatan menjadi salah satu perhatian investor terhadap kinerja Saham SILO. Perseroan perlu mempertahankan pertumbuhan tersebut pada periode berikutnya, terutama setelah menyiapkan transaksi akuisisi dalam skala besar.
SILO Siapkan Akuisisi Rp6,91 Triliun
Siloam juga tengah menyiapkan akuisisi 14 perusahaan pemilik aset properti rumah sakit dari First REIT. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp6,91 triliun dan rencananya berlangsung dalam dua tahap.
Tahap pertama mencakup delapan perusahaan dengan nilai sekitar Rp4,08 triliun. Tahap kedua mencakup enam perusahaan dengan nilai sekitar Rp2,83 triliun.
Aset dalam transaksi tersebut berkaitan dengan sejumlah rumah sakit Siloam, termasuk fasilitas di Palembang, Purwakarta, Lippo Village, Kebon Jeruk, Denpasar, Kupang, Baubau dan Manado. Tahap berikutnya mencakup aset yang terkait dengan Siloam Hospitals Labuan Bajo, TB Simatupang dan Makassar.
Siloam akan menggunakan pendanaan perbankan untuk transaksi tersebut. Perseroan menargetkan kepemilikan aset properti rumah sakit dapat mengurangi beban sewa variabel pada masa mendatang sekaligus memberi kontrol lebih besar atas aset yang mendukung operasional rumah sakit.
Investor tetap perlu memperhatikan dampak penggunaan utang terhadap arus kas dan beban keuangan perseroan. Manfaat efisiensi dari penguasaan aset perlu dilihat bersama dengan kewajiban baru yang muncul dari transaksi.
Analisis Teknikal Saham SILO
Data transaksi broker pada 21 September menunjukkan akumulasi broker besar pada harga rata-rata sekitar Rp1.990. Pembelian terbesar tercatat di Rp2.040, sementara penjualan terbesar berada di Rp1.970.
Pivot point berada di Rp1.960.
Dalam analisis teknikal Tim Analis MNC Sekuritas, SILO masuk skenario Buy on Weakness dengan support Rp1.995. Area Rp2.100, yang bertepatan dengan MA20, menjadi resistance terdekat yang perlu diperhatikan.
Jika harga mampu melewati Rp2.100, analisis tersebut menempatkan area Rp2.190 hingga Rp2.250 sebagai sasaran penguatan berikutnya.
Pergerakan harga pada 21 September juga membentuk pola bullish engulfing dengan dukungan peningkatan volume pembelian. MACD masih berada di wilayah negatif, tetapi jaraknya mulai menyempit dan membuka peluang terbentuknya golden cross.
Stochastic sudah membentuk golden cross dan berpotensi bergerak menuju area netral.
Sinyal tersebut tetap perlu dibaca bersama volume dan posisi harga terhadap support. Jika tekanan jual kembali meningkat, level Rp1.995 menjadi salah satu area yang perlu diperhatikan dalam perdagangan berikutnya.
Fundamental dan Aksi Korporasi SILO
Kinerja keuangan menjadi salah satu faktor yang mendukung perhatian terhadap SILO. Pendapatan Rp6,76 triliun pada Semester I-2026 menunjukkan pertumbuhan 10,81%, sedangkan laba bersih naik 27,92% menjadi Rp609,45 miliar.
Di sisi korporasi, akuisisi senilai Rp6,91 triliun membawa konsekuensi terhadap struktur pendanaan. Penggunaan pinjaman bank dapat membantu perseroan mengambil alih aset properti rumah sakit, tetapi investor juga perlu memantau perkembangan utang, arus kas dan beban bunga.
Perubahan posisi investor asing juga menjadi data yang perlu dicermati. Net buy Rp1,8 miliar pada 21 September menunjukkan masuknya dana asing pada hari tersebut, tetapi satu sesi perdagangan belum cukup untuk menggambarkan arah arus dana dalam jangka panjang.
Untuk perdagangan berikutnya, area Rp1.995 menjadi support berdasarkan analisis teknikal yang digunakan, sedangkan Rp2.100 menjadi level penting karena bertepatan dengan MA20. Pergerakan harga dan volume di sekitar kedua level tersebut dapat memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kekuatan tekanan beli.
Tertarik belajar pasar modal tanpa biaya?
IDX bersama MNC Sekuritas Padang membuka Grup Edukasi Saham gratis bagi masyarakat. Anggota akan memperoleh informasi seputar investasi, kelas edukasi, dan berbagai program dari BEI.
Bergabung: Klik di sini untuk bergabung
Disclaimer: Analisis ini disusun sebagai informasi, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.