Saham MINA Menguat 17,57%, Laba Q2 dan Proyek Bali Jadi Sorotan
Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG
KabaSumbar -- PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) mencatat kenaikan harga saham sebesar 17,57% pada Jumat, 23 Oktober 2026. Saham emiten properti ini ditutup di Rp174 setelah sempat menyentuh Rp186. Pada periode yang sama, investor mencermati perbaikan laba perusahaan dan rencana pengembangan properti di Bali serta Boyolali.
Volume perdagangan MINA melonjak menjadi sekitar 290,94 juta saham, dibandingkan 19,33 juta saham pada sesi sebelumnya. Kenaikan harga yang disertai lonjakan volume tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan yang meningkat. Namun, tren turun yang masih membayangi saham MINA membuat penguatan ini perlu diuji pada sesi berikutnya.
Laba Kuartal II MINA Berbalik Positif
Data keuangan dalam bahan awal menyebut MINA membukukan laba bersih Rp312,81 juta pada kuartal II 2026. Pada kuartal sebelumnya, perusahaan mencatat rugi bersih Rp63,99 juta. Pendapatan kuartalan disebut mencapai Rp2,25 miliar, naik sekitar 19,86% dibandingkan kuartal I.
Angka tersebut perlu dicocokkan dengan laporan keuangan resmi sebelum diterbitkan sebagai data final. Ringkasan laporan kuartal II yang ditemukan dalam penelusuran awal mencantumkan angka pendapatan dan laba yang berbeda. Karena itu, redaksi perlu memastikan angka yang benar melalui laporan perseroan.
Perubahan dari rugi menjadi laba menjadi perkembangan positif bagi MINA. Meski demikian, investor perlu melihat sumber keuntungan, beban operasional, dan arus kas perusahaan untuk menilai apakah perbaikan tersebut dapat berlanjut.
Laba dalam satu kuartal belum cukup untuk menggambarkan kondisi keuangan jangka panjang. Kinerja pada semester berikutnya akan membantu menunjukkan apakah pendapatan perusahaan tumbuh secara konsisten.
MINA Siapkan Pengembangan Properti di Bali
PT Sanurhasta Mitra Tbk bergerak di bidang investasi dan pengembangan properti, termasuk perhotelan serta pengelolaan lahan. Perusahaan berdiri pada 1993, mulai beroperasi pada 1994, dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 28 April 2017 dengan kode saham MINA.
Salah satu rencana perusahaan adalah mengembangkan lahan strategis di Sanur, Bali. Kawasan tersebut direncanakan mencakup resor mewah, apartemen berlayanan, area komersial, dan pusat kuliner di tepi pantai.
Proyek ini berpotensi menambah sumber pendapatan perusahaan. Namun, investor masih perlu mengetahui jadwal pembangunan, kebutuhan modal, perizinan, dan target operasionalnya. Tanpa informasi mengenai tahapan realisasi, kontribusi proyek terhadap pendapatan belum bisa dipastikan.
MINA juga mengembangkan bisnis hunian melalui anak perusahaannya, PT Sanurhasta Griya. Perusahaan tersebut disebut menyiapkan pembangunan sekitar 1.000 unit rumah subsidi di atas lahan seluas 11 hektare di Boyolali, Jawa Tengah.
Pasar rumah subsidi memiliki karakteristik berbeda dari bisnis resor. Penjualan unit, biaya konstruksi, akses pembiayaan pembeli, dan kecepatan pembangunan akan memengaruhi hasil usaha. Investor perlu memantau perkembangan proyek untuk mengetahui kapan bisnis tersebut mulai memberikan kontribusi keuangan.
Di sektor perhotelan, MINA mengandalkan The Santai, resor butik berkonsep vila di kawasan Umalas, Bali. Pendapatan dari aset ini bergantung pada tingkat hunian, tarif kamar, biaya operasional, dan kondisi pariwisata.
Ketiga kegiatan usaha tersebut memberi gambaran mengenai arah pengembangan MINA. Namun, dampaknya terhadap kinerja perusahaan tetap bergantung pada realisasi proyek dan kemampuan aset menghasilkan pendapatan.
Harga MINA Masih Menghadapi Tekanan Teknikal
Pada perdagangan 23 Oktober 2026, saham MINA bergerak di rentang Rp146 hingga Rp186 sebelum ditutup di Rp174. Data awal juga menunjukkan investor asing mencatat penjualan bersih selama tiga hari perdagangan sejak 21 Oktober.
Di sisi lain, catatan transaksi broker menyebut sejumlah broker besar melakukan akumulasi dengan harga rata-rata sekitar Rp173. Transaksi pembelian terbesar pada 23 Oktober tercatat di Rp180, sedangkan transaksi penjualan terbesar berada di Rp177.
Data broker perlu dibaca secara hati-hati. Aktivitas pembelian tidak selalu berarti harga akan naik, sebab transaksi dapat mencerminkan strategi perdagangan yang berbeda. Investor juga perlu memastikan periode dan metode penghitungan data sebelum menarik kesimpulan mengenai arah pasar.
Catatan analisis teknikal yang diberikan oleh Tim Analis MNC Sekuritas menyebut MINA masih berada dalam tren turun. Harga saham memang menguat dengan dukungan peningkatan volume pembelian, tetapi pergerakannya masih tertahan oleh moving average 20 hari atau MA20.
Indikator MACD mulai menyempit di area negatif dan berpeluang membentuk golden cross. Sementara itu, stochastic bergerak naik menuju area netral. Kedua indikator tersebut menunjukkan perbaikan momentum, tetapi belum memastikan pembalikan tren.
Support Rp153, Resistance Rp189
Analisis Tim Analis MNC Sekuritas mencantumkan support Rp153 dan resistance Rp189. Bahan awal juga menyebut Rp148 sebagai pivot untuk memantau pergerakan harga intraday.
Strategi Buy on Weakness atau BoW dapat dipertimbangkan sesuai analisis tersebut dengan menunggu konfirmasi penembusan MA20 dan resistance. Jika harga menembus Rp189 dengan dukungan volume, saham MINA berpeluang menguji kisaran Rp200 hingga Rp220.
Sebaliknya, jika harga gagal menembus resistance dan kembali melemah, investor perlu menilai risiko penurunan. Level Rp153 dan Rp148 dapat menjadi acuan pemantauan, tetapi keduanya tidak menjamin harga akan bertahan.
Penutupan di Rp174 pada 23 Oktober masih berada di bawah resistance Rp189. Karena itu, kenaikan pada sesi tersebut belum memenuhi konfirmasi breakout yang disebutkan dalam analisis.
Tiga Hal yang Perlu Dipantau Investor
Investor yang mengikuti MINA perlu mencermati perkembangan laporan keuangan berikutnya. Kepastian angka laba dan pendapatan akan membantu menilai apakah perusahaan mampu mempertahankan kinerja positif.
Perkembangan proyek Sanur dan Boyolali juga penting. Jadwal pembangunan, kebutuhan pendanaan, serta realisasi penjualan akan menentukan seberapa besar kontribusi proyek terhadap pendapatan perusahaan.
Dari sisi perdagangan, investor perlu melihat apakah kenaikan harga disertai volume yang memadai dan mampu menembus resistance. Lonjakan harga dalam satu sesi belum cukup untuk memastikan tren turun telah berakhir.
Saham MINA menawarkan potensi dari pengembangan properti dan perbaikan kinerja keuangan, tetapi investor tetap menghadapi risiko volatilitas harga dan ketidakpastian realisasi proyek. Keputusan investasi perlu mempertimbangkan laporan resmi, perkembangan teknikal, dan batas risiko masing-masing.
Ingin memahami investasi saham lebih dalam?
Bapak dan Ibu dapat bergabung gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang. Grup ini menyediakan materi pasar modal, diskusi saham, jadwal kelas edukasi, serta informasi sertifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Gabung Group: Klik di sini untuk bergabung
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.