Saham HMSP di Level 635, Asing Akumulasi dan Target 700

Saham HMSP di Level 635, Asing Akumulasi dan Target 700

Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG

KabaSumbar -- Saham HMSP ditutup di Rp635 pada perdagangan Jumat, 25 September 2026. Investor asing masih mencatat pembelian, sementara kinerja semester I 2026 ikut menjadi perhatian pasar.

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk membukukan penjualan bersih Rp56,5 triliun pada semester I 2026, naik 2,4 persen dari Rp55,17 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih mencapai sekitar Rp4,19 triliun.

Kinerja tersebut menunjukkan perbaikan hasil usaha di tengah tekanan industri tembakau. Sampoerna juga mencatat pangsa pasar 29,6 persen pada semester pertama 2026.

Namun, volume penjualan turun 1,3 persen secara tahunan. Penurunan terutama terjadi pada segmen Sigaret Kretek Tangan atau SKT yang mencatat penurunan penjualan 13 persen.

Perusahaan menyebut perubahan pola konsumsi dan peredaran rokok ilegal ikut memengaruhi kondisi pasar. Konsumen juga bergeser ke produk dengan harga lebih rendah.

Asing Akumulasi HMSP

Pergerakan investor asing menjadi salah satu perhatian dalam transaksi HMSP sepanjang September.

Data perdagangan yang dihimpun dari sejumlah sumber menunjukkan investor asing mencatat pembelian bersih HMSP pada beberapa sesi sejak 14 September 2026. Pada 17 September, asing sempat mencatat penjualan bersih dalam jumlah relatif kecil.

Pada perdagangan 25 September, aktivitas transaksi HMSP terkonsentrasi di sekitar Rp640. Data broker menunjukkan sejumlah broker besar melakukan pembelian pada area tersebut. Transaksi jual juga terjadi di level yang sama, tetapi volume pembelian tercatat lebih besar.

Harga kemudian ditutup di Rp635.

Pergerakan tersebut membuat level Rp635 menjadi area penting untuk diamati pada perdagangan berikutnya.

Level Rp635 Jadi Perhatian

Tim Analis MNC Sekuritas mencatat HMSP mengalami koreksi dan ditutup pada Rp635. Dalam riset MNCS Daily Scope Wave 28 September 2026, tekanan jual masih terlihat pada pergerakan saham tersebut.

Tim Analis MNC Sekuritas memperkirakan HMSP berada pada bagian wave (c) dari wave 2. Riset itu mencantumkan support di Rp590 dan resistance di Rp660.

Untuk skenario buy on weakness, Analis menggunakan rentang Rp610 sampai Rp635. Target yang dicantumkan berada di Rp660 hingga Rp700, sedangkan batas risiko berada di bawah Rp590.

Level tersebut menjadi acuan teknikal, bukan jaminan bahwa harga akan mencapai target.

Jika HMSP mampu bertahan di area Rp610 sampai Rp635 dan kemudian menembus Rp660, investor akan melihat perubahan struktur harga menuju area resistance berikutnya. Sebaliknya, penurunan di bawah Rp590 akan mengubah skenario teknikal tersebut.

Fundamental HMSP Masih Menghadapi Tekanan

Kinerja semester I 2026 memberi gambaran yang beragam.

Pendapatan naik menjadi Rp56,5 triliun dan laba bersih mencapai sekitar Rp4,19 triliun. Namun, volume penjualan turun dan segmen SKT mengalami tekanan.

Kondisi industri juga memengaruhi ruang pertumbuhan perusahaan. Pergeseran konsumen menuju produk berharga lebih rendah membuat produsen rokok harus menjaga volume sekaligus mengendalikan biaya.

Bagi investor, perkembangan margin, volume penjualan, kebijakan cukai, serta kondisi pasar rokok pada semester II akan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.

Di pasar saham, aktivitas asing memberi tambahan informasi mengenai minat transaksi. Namun, investor tetap perlu melihat pergerakan harga dan volume secara bersamaan karena pembelian asing pada satu periode belum memastikan tren naik berlanjut.

Dengan penutupan di Rp635, Saham HMSP kini berada pada area yang menjadi perhatian dalam analisis teknikal MNC Sekuritas. Rp660 menjadi resistance terdekat, sementara Rp590 menjadi level risiko yang perlu dipantau.

Pergerakan harga setelah pembukaan perdagangan berikutnya akan memberikan gambaran apakah Saham HMSP mampu bertahan di area support atau kembali menghadapi tekanan jual.

Ingin memahami investasi saham lebih dalam?

Bapak dan Ibu dapat bergabung gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuriatas Padang. Grup ini menyediakan materi pasar modal, diskusi saham, jadwal kelas edukasi, serta informasi sertifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bergabung: Klik di sini untuk bergabung

Disclaimer: Analisis ini disusun sebagai informasi dan bukan ajakan membeli maupun menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

saham HMSP HM Sampoerna saham rokok IHSG foreign flow analisis saham BEI trading saham