Saham BWPT Menguat, Fundamental dan Volume Jadi Sorotan

Saham BWPT Menguat, Fundamental dan Volume Jadi Sorotan

Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG

KabaSumbar -- Saham BWPT menguat pada perdagangan 24 September 2026. PT Eagle High Plantations Tbk menutup perdagangan di sekitar Rp119 setelah bergerak dalam rentang Rp115 hingga Rp128.

Pada sesi tersebut, BWPT dibuka di Rp118 dan sempat menyentuh Rp128. Volume transaksi mencapai lebih dari 436 juta saham. Sehari sebelumnya, saham ini masih berada di sekitar Rp115.

Pergerakan harga Saham BWPT juga cukup lebar dalam beberapa sesi terakhir. Pada 22 September, BWPT turun 7,38 persen ke Rp113. Harga kemudian kembali bergerak naik pada dua sesi berikutnya.

Fundamental BWPT Menguat

Kinerja Eagle High Plantations sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan investor update perusahaan, pendapatan mencapai Rp5,761 triliun, naik 33,9 persen dibandingkan 2024.

EBITDA tercatat Rp1,666 triliun. Laba bersih mencapai Rp379 miliar, tumbuh 39,3 persen secara tahunan.

Peningkatan volume penjualan produk sawit ikut menopang kinerja tersebut. Penjualan CPO mencapai sekitar 358 ribu ton, naik 15 persen dari tahun sebelumnya. Penjualan palm kernel juga meningkat 14 persen menjadi sekitar 55 ribu ton.

Eagle High Plantations juga mencatat kenaikan ROE. Rasio tersebut mencapai sekitar 13,4 persen pada 2025, dibandingkan 11,1 persen pada 2024.

Memasuki 2026, pendapatan perusahaan kembali meningkat. Data laporan keuangan yang dihimpun Google Finance mencatat pendapatan kuartal II 2026 sekitar Rp1,88 triliun, naik dari Rp1,38 triliun pada kuartal pertama.

Laba bersih kuartal II mencapai sekitar Rp134,78 miliar. Pada kuartal pertama, laba bersih tercatat Rp76,41 miliar.

Secara kuartalan, pendapatan meningkat sekitar 36 persen. Laba bersih juga naik dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Saham BWPT Hadapi Resistance Rp122

Dari sisi teknikal, Tim Analis MNC Sekuritas menempatkan support BWPT di Rp113 dan resistance di Rp122.

Analisis tersebut mencatat volume pembelian yang meningkat seiring penguatan harga. Namun, upper shadow yang cukup panjang pada candlestick menunjukkan tekanan jual ketika harga bergerak ke level yang lebih tinggi.

MACD masih berada di area positif. Stochastic mulai berpotongan di area netral dan memberikan sinyal momentum yang masih perlu dipantau.

Tim Analis MNC Sekuritas memperkirakan BWPT berpeluang menguji area Rp127 hingga Rp135 apabila penguatan berlanjut. Proyeksi tersebut merupakan acuan teknikal, bukan kepastian harga.

Perdagangan 24 September memperlihatkan kondisi tersebut dengan cukup jelas. BWPT sempat naik ke Rp128, tetapi kemudian kembali turun dan menutup sesi di sekitar Rp119.

Tekanan jual muncul ketika harga berada dekat area resistance.

Pivot BWPT Berada di Rp117

Pivot point BWPT berada di sekitar Rp117 berdasarkan data yang diberikan. Level ini menjadi salah satu patokan untuk membaca pergerakan harga dalam jangka pendek.

Harga yang bertahan di atas Rp117 akan membuat Rp122 menjadi level berikutnya yang perlu diperhatikan. Jika Rp122 terlewati dengan dukungan volume, area Rp127 hingga Rp135 masuk dalam proyeksi teknikal MNC Sekuritas.

Sebaliknya, penurunan di bawah Rp117 membuat support Rp113 kembali menjadi perhatian. Pelemahan hingga di bawah level tersebut dapat meningkatkan tekanan jual pada perdagangan berikutnya.

Arus dana asing juga perlu diperhatikan. Posisi investor asing pada BWPT disebut masih mencatat net sell. Kondisi tersebut menunjukkan penguatan harga belum diikuti pembelian bersih dari investor asing.

Prospek Bisnis Sawit dan Risiko BWPT

Eagle High Plantations menjalankan bisnis perkebunan dan pengolahan kelapa sawit di sejumlah wilayah Indonesia. Perusahaan mengelola perkebunan serta pabrik pengolahan yang mendukung produksi dan penjualan produk sawit.

Kinerja BWPT berkaitan dengan produksi TBS, harga CPO, produktivitas perkebunan dan biaya operasional. Perubahan harga komoditas juga dapat memengaruhi pendapatan serta margin perusahaan.

Pertumbuhan pendapatan dan laba memberikan gambaran mengenai kinerja operasional perusahaan. Namun, pergerakan saham tetap dipengaruhi faktor lain, termasuk harga CPO, arus dana asing, volume transaksi dan sentimen pasar.

Untuk perdagangan jangka pendek, Rp113, Rp117 dan Rp122 menjadi tiga level yang dapat dipantau. Volume transaksi juga penting karena kenaikan harga dengan volume yang lebih besar dapat memberikan konfirmasi terhadap kekuatan pergerakan.

Pada perdagangan 24 September 2026, BWPT ditutup sekitar Rp119 setelah bergerak antara Rp115 dan Rp128. Pergerakan selanjutnya akan bergantung pada kemampuan harga bertahan di atas support serta menghadapi tekanan jual di sekitar resistance.

Mulai perjalanan investasi Anda dari edukasi yang tepat.

Gabung gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang untuk mendapatkan materi pembelajaran, informasi kelas, diskusi pasar modal, dan kesempatan mengikuti program sertifikasi BEI.

Bergabung: Klik di sini untuk bergabung

Disclaimer: Informasi ini bersifat edukasi dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Proyeksi teknikal dapat berubah mengikuti kondisi pasar.

BWPT Eagle High Plantations saham sawit saham perkebunan Bursa Efek Indonesia kinerja saham analisis teknikal