Saham BBNI Mulai Bangkit, Asing Net Buy hingga 14 Agustus 2026

Saham BBNI Mulai Bangkit, Asing Net Buy hingga 14 Agustus 2026

Oleh: Supardi, SE, CFP
Branch Manager MNC Sekuritas Cabang Padang

KabaSumbar -- Saham BBNI mulai menarik perhatian pada pertengahan Agustus 2026 setelah investor asing mencatat net buy sejak 4 hingga 14 Agustus, kecuali pada 5 Agustus.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI bergerak di area Rp3.600. Data transaksi menunjukkan pembelian terbesar berada di sekitar Rp3.610, sedangkan transaksi jual terbesar terkonsentrasi di Rp3.600.

Sejumlah broker besar juga tercatat mengakumulasi BBNI dengan harga rata-rata sekitar Rp3.600. Aktivitas tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan pelaku pasar untuk melihat arah saham dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya.

Dari sisi transaksi retail yang dipantau melalui TradingView, sejumlah investor mulai mengurangi posisi. Kondisi tersebut dapat mengurangi tekanan jual pada area harga Rp3.600.

Namun, investor tetap perlu melihat pergerakan harga dan volume sebelum mengambil keputusan. Net buy asing maupun aktivitas broker tidak cukup menjadi dasar tunggal untuk membeli saham.

Analisis teknikal saham BBNI

Tim Analis MNC Sekuritas memberikan skenario Buy on Weakness (BoW) untuk BBNI dengan level teknikal sebagai berikut:

  • Support: Rp3.550
  • Resistance: Rp3.660
  • Target: Rp3.720 hingga Rp3.820

BBNI bergerak dalam tren naik dan mampu bertahan di atas MA20. Volume perdagangan juga masih menunjukkan dominasi transaksi beli.

MACD berada di area positif meski bergerak datar. Sementara itu, Stochastic membentuk golden cross. Kedua indikator tersebut mendukung peluang penguatan selama harga mampu mempertahankan area support.

Rp3.660 menjadi level penting dalam skenario tersebut. Jika BBNI mampu melewati resistance dengan dukungan volume, harga berpeluang bergerak menuju Rp3.720 dan selanjutnya Rp3.820.

Sebaliknya, penurunan di bawah Rp3.550 akan menjadi sinyal yang perlu diperhatikan karena dapat mengubah struktur tren jangka pendek.

Profil BNI

BNI berdiri pada 5 Juli 1946. Pada awal operasinya, bank tersebut menjalankan fungsi sebagai bank sentral sebelum beralih menjadi bank umum pada 1955.

BNI mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 1996 dan menjadi bank BUMN pertama yang melantai di pasar modal. Saat ini, BNI menjadi salah satu emiten perbankan yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Kinerja saham BBNI juga berkaitan dengan kondisi sektor perbankan, pergerakan IHSG, arus dana asing, kebijakan suku bunga, serta kinerja keuangan perusahaan.

Level BBNI yang perlu diperhatikan

Investor yang mengikuti pergerakan BBNI dapat memperhatikan dua level utama, yakni Rp3.550 sebagai support dan Rp3.660 sebagai resistance.

Selama harga bertahan di atas support, skenario penguatan menuju Rp3.720 hingga Rp3.820 masih terbuka berdasarkan analisis teknikal yang diberikan.

Investor perlu memperhitungkan risiko jika harga gagal mempertahankan Rp3.550. Perubahan arus dana asing dan volume transaksi juga dapat mengubah arah pergerakan saham pada sesi berikutnya.

Tertarik belajar pasar modal tanpa biaya?

IDX bersama MNC Sekuritas Padang membuka Grup Edukasi Saham gratis bagi masyarakat. Anggota akan memperoleh informasi seputar investasi, kelas edukasi, dan berbagai program dari BEI.

Bergabung: Klik di sini untuk bergabung

Disclaimer: Analisis ini merupakan informasi, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

saham BBNI BBNI saham bank net buy asing analisis teknikal IHSG Bursa Efek Indonesia