Saham ASII Menguat Usai Buyback Rp2 Triliun

Saham ASII Menguat Usai Buyback Rp2 Triliun

Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG, alamat , IDX KP Sumbar

KabaSumbar – Saham PT Astra International Tbk (ASII) kembali menarik perhatian investor setelah naik 6,03 persen pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Kenaikan itu terjadi setelah perseroan menjalankan program pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp2 triliun dan membagikan dividen tunai Rp390 per saham pada Mei 2026.

Branch Manager MNC Sekuritas Cabang Padang, Supardi, SE, CFP, menilai sejumlah sentimen positif mulai mendukung pergerakan ASII menjelang semester II 2026. Selain buyback dan dividen, aksi pembelian saham oleh jajaran direksi serta kembalinya investor asing mencatatkan net buy ikut memperkuat kepercayaan pasar terhadap emiten tersebut.

"Program buyback dan pembagian dividen menjadi sentimen positif. Pembelian saham oleh manajemen juga menunjukkan keyakinan terhadap prospek bisnis Astra," kata Supardi.

Buyback dan Dividen Jadi Perhatian Investor

Manajemen Astra mengalokasikan dana Rp2 triliun untuk buyback saham. Langkah itu lazim ditempuh perusahaan ketika manajemen menilai harga saham masih berada di bawah nilai wajarnya.

Perseroan juga membagikan dividen tunai Rp390 per saham pada Mei 2026. Kombinasi buyback dan dividen menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian investor, terutama yang mencari potensi kenaikan harga sekaligus pendapatan dividen.

Pada perdagangan 25 Juni 2026, investor asing kembali membukukan net buy di saham ASII. Arus dana tersebut ikut mendorong harga saham naik 6,03 persen.

Ditopang Tujuh Pilar Bisnis

Astra tidak bergantung pada satu sumber pendapatan. Perseroan mengembangkan bisnis melalui tujuh segmen utama, yakni otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, serta properti.

Di sektor otomotif, Astra memproduksi dan mendistribusikan kendaraan Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW, serta komponen otomotif. Pada sektor jasa keuangan, perusahaan mengelola pembiayaan kendaraan, asuransi, perbankan, dan layanan teknologi finansial.

Astra juga memiliki bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi, energi, perkebunan kelapa sawit, jalan tol, pelabuhan, logistik, teknologi informasi melalui kemitraan dengan Fuji dan Xerox, serta pengembangan properti residensial dan komersial.

Diversifikasi tersebut membuat kinerja Astra tidak bergantung pada satu sektor usaha.

Analisis Teknikal ASII

Tim analis MNC Sekuritas menilai ASII mulai menunjukkan sinyal penguatan meski tren besarnya masih berada dalam pola downtrend channel.

Pada penutupan perdagangan 25 Juni 2026, ASII membentuk pola candlestick bullish marubozu. Harga juga ditutup di atas Moving Average 20 (MA20) dengan volume transaksi yang meningkat.

Indikator MACD mulai mengarah naik meski masih berada di area negatif. Sementara itu, Stochastic bergerak menuju area overbought, yang menunjukkan momentum beli masih terjaga.

Target Harga

MNC Sekuritas menetapkan level support di 4.720 dan resistance di 4.980.

Tim analis merekomendasikan strategi Buy if Break, yaitu membeli saham setelah harga menembus level 4.980 dengan dukungan volume transaksi yang kuat.

Jika mampu melewati level tersebut, ASII berpeluang bergerak menuju kisaran 5.025 hingga 5.225.

Risiko Tetap Perlu Diperhatikan

Investor tetap perlu memperhitungkan risiko sebelum mengambil keputusan. Pergerakan ASII masih dipengaruhi kondisi ekonomi, suku bunga, nilai tukar rupiah, harga komoditas, serta kinerja sektor otomotif.

Karena itu, investor sebaiknya menetapkan batas kerugian (stop loss) sesuai profil risikonya masing-masing.

Ingin belajar investasi saham lebih dalam?

Bapak dan Ibu dapat bergabung secara gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang. Dapatkan materi pasar modal, diskusi saham, informasi kelas edukasi, serta kesempatan memperoleh sertifikat dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Klik di sini untuk bergabung dengan Grup Edukasi Saham Gratis IDX dan MNC Sekuritas Padang.

Disclaimer: Tulisan ini merupakan opini dan pandangan pribadi penulis berdasarkan data serta analisis yang tersedia. Bukan merupakan ajakan membeli atau menjual efek tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

ASII Astra International Saham ASII Buyback ASII Dividen ASII Analisis Saham MNC Sekuritas Supardi CFP Bursa Efek Indonesia Saham Otomotif Rekomendasi Saham Buy if Break Net Buy Asing Investasi Saham Emiten Blue Chip