BBRI Mulai Uptrend? Asing Net Buy, Target 3.280-3.340

BBRI Mulai Uptrend? Asing Net Buy, Target 3.280-3.340

Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG

KabaSumbar -- Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI mulai menunjukkan penguatan jangka pendek pada perdagangan 29 September 2026 setelah harga memantul dari area MA60.

Investor asing juga mencatatkan net buy selama dua hari perdagangan sejak 28 September 2026. Aktivitas transaksi broker besar ikut menjadi perhatian pelaku pasar.

Berdasarkan data yang digunakan dalam analisis, broker besar mengakumulasi BBRI dengan harga rata-rata sekitar Rp3.270. Transaksi pembelian terbesar tercatat di sekitar Rp3.180, sedangkan penjualan terbesar berada di Rp3.190.

Level Rp3.140 menjadi salah satu patokan untuk membaca arah harga. Jika Saham BBRI mampu bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan masih terbuka. Tekanan jual kembali perlu diperhatikan jika harga turun melewati level tersebut.

Analisis teknikal BBRI

Tim analis MNC Sekuritas memberikan pandangan Trading Buy untuk BBRI. Analisis tersebut menetapkan support di Rp3.110 dan resistance di Rp3.230.

Pada perdagangan 29 September, BBRI membentuk pola candlestick spinning top. Harga kemudian mampu rebound dari area MA60.

Pola tersebut menunjukkan persaingan antara pembeli dan penjual pada sesi perdagangan. Posisi harga terhadap MA60 menjadi perhatian karena pantulan dari area moving average itu dapat menjadi titik awal perubahan momentum jangka pendek.

Volume transaksi juga mendukung pergerakan tersebut. Selama tiga hari perdagangan, volume pembelian BBRI masih terlihat dominan.

Indikator MACD berada di area positif meski mulai melandai. Stochastic juga mulai menyempit dan membuka peluang terbentuknya golden cross.

Sinyal indikator tersebut tetap membutuhkan konfirmasi dari harga dan volume. Golden cross yang belum terbentuk belum dapat dianggap sebagai konfirmasi penuh untuk tren naik.

Resistance Rp3.230 jadi perhatian

Harga Rp3.230 menjadi level penting dalam perdagangan berikutnya. Jika BBRI menembus resistance tersebut dengan kenaikan volume, analisis MNC Sekuritas menempatkan area Rp3.280 hingga Rp3.340 sebagai target berikutnya.

Zona tersebut juga berdekatan dengan MA200. Karena itu, area Rp3.280 sampai Rp3.340 menjadi titik yang perlu diperhatikan jika harga berhasil melewati Rp3.230.

Di sisi bawah, support Rp3.110 menjadi level pengaman utama dalam analisis tersebut. Level Rp3.140 juga dapat digunakan sebagai patokan untuk melihat perubahan momentum.

Pergerakan BBRI di antara Rp3.110 dan Rp3.230 menjadi area penting sebelum harga menentukan arah berikutnya.

Kinerja BRI ikut menjadi perhatian

Dari sisi fundamental, BRI mencatat laba bersih Rp34,77 triliun sepanjang delapan bulan pertama 2026. Angka tersebut tumbuh 6,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit BRI juga mencapai Rp1.446,98 triliun atau tumbuh 13,66 persen secara tahunan.

Pada pertengahan 2026, dana pihak ketiga dan aset BRI Group dalam data yang digunakan mencapai sekitar Rp2.352 triliun.

BRI menjalankan bisnis perbankan dengan fokus kuat pada segmen mikro dan UMKM. Perseroan memiliki sejumlah produk, antara lain Simpedes, BritAma, BRImo, AgenBRILink, BRIAPI, KUR BRI, Kupedes dan Briguna.

BRI berdiri di Purwokerto pada 16 Desember 1895. Perseroan kemudian mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 10 November 2003.

Net buy asing belum menjamin kenaikan

Aktivitas beli bersih investor asing menjadi salah satu data yang perlu diperhatikan, tetapi posisi tersebut dapat berubah pada perdagangan berikutnya.

Pergerakan saham BBRI juga dipengaruhi kondisi pasar, sentimen terhadap sektor perbankan, suku bunga, nilai tukar rupiah dan arus dana investor.

Aktivitas broker besar memiliki keterbatasan yang sama. Data transaksi dapat membantu membaca pola perdagangan, tetapi tidak menjamin harga akan mencapai target tertentu.

Untuk jangka pendek, pelaku pasar dapat memperhatikan tiga area utama, yakni Rp3.110 sebagai support, Rp3.140 sebagai patokan pivot, dan Rp3.230 sebagai resistance.

Jika harga menembus Rp3.230 dengan volume yang meningkat, area Rp3.280 sampai Rp3.340 menjadi sasaran teknikal berikutnya dalam analisis tersebut. Sebaliknya, penurunan menuju Rp3.110 akan mengubah pembacaan momentum jangka pendek.

Perluas wawasan investasi Anda.

Ikuti Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang secara gratis. Anda dapat berdiskusi, mengikuti kelas pasar modal, serta memperoleh informasi mengenai sertifikasi BEI.

Bergabung: Klik di sini untuk bergabung

Disclaimer: Informasi ini merupakan bahan edukasi dan analisis pasar, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan kondisi pasar masing-masing investor.

BBRI Bank BRI saham BBRI BEI IHSG net buy asing saham bank trading saham