Saham MPMX Menguat di Tengah Laba Naik 23%, Simak Level 1.025
Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG
KabaSumbar -- Saham MPMX menjadi perhatian pasar setelah PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk mencatat kenaikan laba bersih 23 persen pada semester I-2026. Pada perdagangan 30 September 2026, saham MPMX masih bergerak dalam fase konsolidasi di kisaran Rp1.000-Rp1.025.
MPMX membukukan pendapatan bersih sekitar Rp7,7 triliun sepanjang semester I-2026. Angka itu turun 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di tengah penurunan pendapatan tersebut, laba bersih perseroan naik 23 persen menjadi sekitar Rp336 miliar.
Laba kotor MPMX meningkat 6 persen menjadi Rp691 miliar. Laba usaha tumbuh 25 persen menjadi Rp366 miliar. Margin laba usaha mencapai sekitar 4,7 persen.
Kinerja bisnis MPMX
Bisnis distribusi dan ritel masih menjadi sumber utama pendapatan MPMX. Segmen tersebut mencatat pendapatan bersih sekitar Rp7,3 triliun pada semester I-2026.
Penjualan sepeda motor melalui bisnis distribusi turun 3 persen menjadi sekitar Rp6 triliun. Pada saat yang sama, pendapatan layanan purnajual naik 9 persen menjadi Rp751 miliar.
Bisnis ritel mencatat perkembangan berbeda. Penjualan sepeda motor tumbuh 6 persen menjadi Rp1,7 triliun. Pendapatan layanan purnajual juga naik lebih dari 9 persen menjadi sekitar Rp51 miliar.
MPMInsurance mencatat pendapatan asuransi Rp434 miliar, turun 10 persen secara tahunan. Perseroan menekan biaya jasa asuransi 13 persen menjadi Rp357 miliar. Hasil jasa asuransi pun naik 4 persen menjadi Rp77 miliar.
MPMRent mencatat pendapatan Rp706 miliar, turun 4 persen. Namun, laba kotor segmen tersebut naik 11 persen menjadi Rp163 miliar.
Bisnis pembiayaan melalui JACCS MPM Finance Indonesia masih menghadapi tekanan. Pendapatan bersih turun 43 persen menjadi Rp311 miliar. Perseroan memangkas beban operasional 45 persen menjadi Rp275 miliar sehingga kerugian bersih turun 58 persen menjadi Rp41 miliar.
Analisis teknikal saham MPMX
Pada perdagangan 30 September, saham MPMX membentuk candle spinning top. Pola tersebut menunjukkan harga belum memiliki arah yang kuat dalam jangka pendek.
Tim analis MNC Sekuritas menempatkan Rp1.005 sebagai support dan Rp1.025 sebagai resistance saham MPMX.
Posisi harga berada di antara MA20 dan MA60. Volume pembelian masih lebih dominan, meski belum menunjukkan lonjakan berarti.
MACD bergerak di area positif. Stochastic mulai menyempit dan berpeluang membentuk golden cross menuju area netral.
Level Rp1.025 menjadi titik yang perlu diperhatikan. Jika saham MPMX menembus level tersebut dengan volume transaksi yang meningkat, tim analis memperkirakan harga dapat menguji area Rp1.040-Rp1.060.
Sebaliknya, investor perlu mencermati area Rp1.005 sebagai support terdekat. Level Rp1.000 juga menjadi acuan penting dalam melihat kemampuan harga bertahan di area konsolidasi.
Akumulasi broker di sekitar Rp1.020
Data perdagangan yang diberikan menunjukkan broker besar melakukan akumulasi saham MPMX pada 30 September. Harga rata-rata pembelian berada di sekitar Rp1.020, dengan transaksi pembelian terbesar pada level tersebut.
Aktivitas broker dapat membantu membaca arus transaksi dalam satu sesi. Namun, data tersebut tidak menentukan arah saham MPMX pada perdagangan berikutnya.
Dari sisi fundamental, kenaikan laba menjadi salah satu catatan penting MPMX pada semester pertama 2026. Perseroan mampu meningkatkan laba ketika pendapatan konsolidasi turun tipis.
Investor juga perlu melihat perkembangan penjualan sepeda motor, bisnis pembiayaan, kondisi industri otomotif, serta kinerja masing-masing segmen pada periode berikutnya.
MPMX berdiri pada 1987 dan didirikan oleh William Soeryadjaya. Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 2013.
Selain distribusi dan ritel sepeda motor, MPMX memiliki bisnis penyewaan kendaraan melalui MPMRent serta usaha lain yang berkaitan dengan mobilitas dan jasa keuangan.
Untuk perdagangan jangka pendek, perhatian pasar berada pada rentang Rp1.005-Rp1.025. Penembusan Rp1.025 dengan dukungan volume dapat menjadi konfirmasi perubahan momentum. Sebaliknya, pelemahan di bawah support perlu menjadi perhatian investor.
Level teknikal tersebut merupakan acuan analisis, bukan jaminan pergerakan harga. Investor tetap perlu mempertimbangkan laporan keuangan, kondisi pasar, perkembangan industri, dan profil risiko sebelum mengambil keputusan.
Belajar saham lebih terarah bersama praktisi pasar modal.
Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang terbuka bagi siapa saja yang ingin memahami investasi saham melalui materi edukasi, diskusi, dan kelas rutin.
Bergabung: Klik di sini untuk bergabung
Disclaimer: Analisis ini disusun sebagai informasi dan bukan ajakan membeli maupun menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.