Saham ARCI Mulai Rebound, Fundamental Menguat dan Level 1.200 Jadi Pivot

Saham ARCI Mulai Rebound, Fundamental Menguat dan Level 1.200 Jadi Pivot

Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG

KabaSumbar -- Saham ARCI ditutup di Rp1.240 pada perdagangan 2 Oktober 2026, naik 2,48 persen dengan volume sekitar 15,79 juta saham. Pergerakan tersebut terjadi setelah harga ARCI turun dari Rp1.380 pada 18 September menjadi Rp1.210 pada 1 Oktober.

Tekanan jual masih terlihat dalam beberapa sesi sebelumnya. Namun, harga mulai mendapat respons beli ketika mendekati area Rp1.200.

Pergerakan tersebut menjadi perhatian karena ARCI juga mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang kuat sepanjang semester I 2026.

Kinerja Archi Indonesia Menguat

PT Archi Indonesia Tbk membukukan pendapatan konsolidasian US$322 juta pada semester I 2026. Angka itu naik 67 persen dibandingkan US$193 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih perusahaan mencapai sekitar US$81 juta, naik 134 persen dari US$35 juta pada semester I 2025. EBITDA juga meningkat 88 persen menjadi US$160 juta.

Archi mencatat kenaikan volume penjualan emas dan harga jual emas sebagai faktor utama pertumbuhan tersebut.

Produksi emas pada enam bulan pertama 2026 mencapai sekitar 60 ribu ons, naik 12 persen dari 53 ribu ons pada periode yang sama tahun lalu. Penjualan emas mencapai 55 ribu ons, naik 13 persen.

Perusahaan juga memproses sekitar 2 juta ton bijih, naik 11 persen secara tahunan. Tingkat pemulihan emas atau recovery rate meningkat dari 86 persen menjadi 89 persen.

Harga jual rata-rata emas Archi mencapai US$4.596 per ons pada semester I 2026. Setahun sebelumnya, angkanya berada di US$3.128 per ons.

Tambang Toka Tindung Jadi Aset Utama

Archi menjalankan bisnis pertambangan emas melalui Tambang Emas Toka Tindung di Sulawesi Utara.

Perusahaan memiliki 100 persen saham PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya. Kedua anak usaha tersebut mengelola konsesi dengan luas sekitar 40.000 hektare.

Archi juga mengembangkan bisnis hilir melalui PT Elang Mulia Abadi Sempurna atau EMAS.

Pendapatan bisnis hilir mencapai US$70 juta pada semester I 2026, naik 80 persen dari US$39 juta setahun sebelumnya. Laba bersih bisnis tersebut mencapai US$3 juta, dibandingkan US$0,9 juta pada semester I 2025.

Level Rp1.200 Jadi Perhatian

Tim Analis MNC Sekuritas menilai pergerakan ARCI mulai memasuki fase rebound jangka pendek. Penilaian tersebut mengacu pada posisi harga yang kembali berada di atas MA60 serta munculnya peningkatan volume pembelian.

ARCI juga membentuk pola double bottom minor dalam beberapa hari terakhir. Stochastic mulai bergerak naik dari area netral, sementara MACD masih berada di wilayah negatif.

Dari sisi teknikal, area Rp1.200 menjadi level penting dalam membaca pergerakan Saham ARCI.

Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang pemulihan jangka pendek masih terbuka. Support terdekat berada di Rp1.185.

ARCI menghadapi resistance pada Rp1.270. Jika harga mampu menembus level tersebut dengan dukungan volume, area Rp1.295 hingga Rp1.360 menjadi target teknikal berikutnya.

Sebaliknya, penurunan di bawah Rp1.185 akan melemahkan skenario rebound jangka pendek. Trader perlu memperhatikan volume transaksi ketika harga mendekati kedua level tersebut.

Kombinasi indikator tersebut belum cukup untuk menyatakan tren naik baru sudah terbentuk. Namun, data teknikal memberi ruang bagi skenario pemulihan apabila ARCI berhasil melewati Rp1.270.

Ekspansi Kapasitas Tambang

Archi sedang menyiapkan peningkatan kapasitas pengolahan dari 4 juta ton per tahun menjadi 6 juta ton per tahun.

Perusahaan menargetkan tambahan kapasitas 2 juta ton per tahun. Studi kelayakan proyek sudah selesai dan Archi melanjutkan proses detailed engineering design.

Tambahan kapasitas tersebut akan memberi ruang bagi perusahaan untuk meningkatkan volume pengolahan bijih. Hasil akhirnya tetap bergantung pada pelaksanaan proyek, produksi tambang, kadar bijih, recovery rate, serta kondisi harga emas.

Kinerja ARCI juga tetap menghadapi risiko dari perubahan harga emas dunia, nilai tukar, biaya produksi dan kondisi operasional tambang.

Karena itu, kenaikan laba semester I 2026 menjadi faktor fundamental yang mendukung valuasi perusahaan, sementara level teknikal Rp1.200, Rp1.185 dan Rp1.270 menjadi area penting bagi pergerakan harga jangka pendek.

Pada penutupan 2 Oktober, Saham ARCI berada di Rp1.240. Pergerakan berikutnya akan banyak ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di atas support dan menembus resistance Rp1.270.

Ingin memahami investasi saham lebih dalam?

Bapak dan Ibu dapat bergabung gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang. Grup ini menyediakan materi pasar modal, diskusi saham, jadwal kelas edukasi, serta informasi sertifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bergabung: Klik di sini untuk bergabung

Disclaimer: Tulisan ini merupakan informasi dan analisis, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Investor perlu melakukan analisis mandiri dan menyesuaikan keputusan dengan profil risikonya.

saham ARCI Archi Indonesia saham emas tambang emas analisis teknikal saham tambang