Saham ADMR Menguat 23% Sejak Juli, Analis Cermati Breakout 1.710

Saham ADMR Menguat 23% Sejak Juli, Analis Cermati Breakout 1.710

KabaSumbar -- Saham ADMR menguat 23 persen dari Rp1.380 pada awal Juli menjadi Rp1.700 pada perdagangan 14 Agustus 2026.

Kenaikan tersebut membuat level Rp1.710 menjadi perhatian dalam analisis teknikal. MNC Sekuritas menggunakan strategi buy if break dengan support Rp1.620 dan resistance Rp1.710.

Data transaksi yang menjadi dasar analisis mencatat rata-rata net buy asing di ADMR berada di atas Rp10 miliar. Pada perdagangan 14 Agustus, investor asing mencatat net buy sekitar Rp9,8 miliar.

ADMR menguji resistance Rp1.710

ADMR mencapai Rp1.700 pada 14 Agustus. Harga tersebut hanya berjarak Rp10 dari resistance Rp1.710.

Tim Analis MNC Sekuritas menilai ADMR sedang membentuk pola pembalikan arah jangka pendek. Harga juga sudah bergerak di atas MA200 dengan dukungan volume pembelian yang tinggi.

MACD dan Stochastic berada di area positif. Kondisi tersebut mendukung skenario penguatan selama harga mampu mempertahankan momentum.

Tim Analis MNC Sekuritas memperkirakan ADMR dapat bergerak menuju Rp1.795 sampai Rp1.850 jika harga menembus Rp1.710 dan breakout mendapat konfirmasi volume.

Sebaliknya, Rp1.620 menjadi level yang perlu diperhatikan ketika harga kembali turun. Penembusan support tersebut dapat mengubah prospek penguatan jangka pendek.

Aktivitas broker dan asing

Data transaksi menunjukkan broker melakukan akumulasi ADMR dengan rata-rata harga sekitar Rp1.630.

Pembelian terbesar tercatat di sekitar Rp1.690. Sementara itu, transaksi penjualan terbesar berada di sekitar Rp1.640.

Investor perlu membaca data tersebut bersama pergerakan harga dan volume. Arus dana asing dapat berubah mengikuti kondisi pasar, harga komoditas dan sentimen terhadap sektor tambang.

Karena itu, net buy asing tidak cukup untuk menjadi dasar keputusan investasi.

Bisnis batu bara metalurgi

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk merupakan anak usaha PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. ADMR bergerak di pertambangan batu bara metalurgi dan pengolahan mineral.

Perusahaan memiliki lima wilayah konsesi CCoW di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Batu bara metalurgi berbeda dari batu bara termal yang banyak digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. ADMR memproduksi metallurgical coal yang digunakan dalam proses pembuatan baja.

Laporan Tahunan 2025 mencatat penjualan batu bara metalurgi ADMR mencapai 6,28 juta ton, naik 12 persen dibandingkan 2024. Namun, penurunan harga batu bara metalurgi menekan EBITDA perusahaan.

EBITDA ADMR pada 2025 tercatat US$366,76 juta, turun dari US$578,65 juta pada 2024.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan volume penjualan belum otomatis meningkatkan keuntungan. Harga jual komoditas tetap memengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

Smelter aluminium di Kalimantan Utara

ADMR juga mengembangkan bisnis pengolahan mineral melalui PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI).

KAI membangun smelter aluminium di Kalimantan Utara dengan kapasitas produksi yang direncanakan mencapai 500.000 ton per tahun.

Laporan perusahaan menyebut smelter memasuki tahap pengujian dan commissioning sebagian pada akhir 2025. Perusahaan menargetkan peningkatan operasi menuju kapasitas penuh pada 2026.

Bloomberg Technoz pada Juni 2026 melaporkan ADMR menargetkan ramp-up produksi penuh smelter pada akhir 2026.

Pengembangan smelter membutuhkan modal besar. Laporan keuangan ADMR juga mencatat fasilitas pinjaman untuk KAI yang berkaitan dengan pembangunan smelter aluminium dan fasilitas pendukungnya.

ADMR rutin membagikan dividen

ADMR juga membagikan dividen kepada pemegang saham.

Data perusahaan mencatat total dividen tahun buku 2024 mencapai Rp1,95 triliun atau Rp47,82 per saham. Untuk tahun buku 2025, total dividen mencapai Rp2,07 triliun atau Rp50,62 per saham.

Perusahaan menetapkan kebijakan dividen hingga 45 persen dari laba bersih konsolidasian. Besaran pembagian tetap bergantung pada hasil usaha, arus kas, kebutuhan modal, kondisi keuangan dan persetujuan RUPS.

Dividen tidak menjamin kenaikan harga saham. Investor tetap perlu memperhatikan laba, harga komoditas, belanja modal dan kondisi pasar.

Level ADMR yang perlu diperhatikan

Dalam skenario teknikal jangka pendek, Rp1.710 menjadi level kunci. Breakout di atas level tersebut membuka peluang menuju Rp1.795 hingga Rp1.850 menurut analisis MNC Sekuritas.

Support berada di Rp1.620. Jika harga turun dan menembus level tersebut, investor perlu mengevaluasi kembali skenario bullish jangka pendek.

Strategi buy if break menunggu konfirmasi penembusan resistance. Investor sebaiknya tidak menganggap target teknikal sebagai kepastian harga.

Pergerakan ADMR selanjutnya juga akan dipengaruhi harga batu bara metalurgi, produksi dan penjualan, perkembangan smelter aluminium, kebutuhan modal serta sentimen pasar saham.

Catatan: Level Rp1.620, Rp1.710 dan target Rp1.795 sampai Rp1.850 merupakan bagian dari analisis teknikal, bukan jaminan harga saham akan mencapai level tersebut.

FAQ

Apa resistance saham ADMR?

Analisis MNC Sekuritas menempatkan resistance ADMR pada Rp1.710.

Berapa support ADMR?

Level support yang digunakan dalam analisis tersebut berada di Rp1.620.

Berapa target ADMR jika breakout?

Jika ADMR menembus Rp1.710 dengan konfirmasi yang memadai, analisis tersebut memperkirakan target Rp1.795 sampai Rp1.850.

Apa bisnis utama ADMR?

ADMR bergerak di pertambangan batu bara metalurgi dan pengolahan mineral. Perusahaan juga mengembangkan smelter aluminium melalui KAI di Kalimantan Utara.

Berapa dividen ADMR?

ADMR membagikan Rp47,82 per saham untuk tahun buku 2024 dan Rp50,62 per saham untuk tahun buku 2025 berdasarkan data perusahaan.

Mulai perjalanan investasi Anda dari edukasi yang tepat.

Gabung gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang untuk mendapatkan materi pembelajaran, informasi kelas, diskusi pasar modal, dan kesempatan mengikuti program sertifikasi BEI.

Bergabung: Klik di sini untuk bergabung

Disclaimer: Informasi ini bersifat edukasi dan bukan rekomendasi personal untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

saham ADMR Alamtri Minerals saham komoditas batu bara metalurgi smelter aluminium analisis teknikal BEI saham tambang