Prospek Saham AMRT Dinilai Tetap Menarik
Oleh: Supardi, SE, CFP
Branch Manager MNC Sekuritas Cabang Padang, IDX KP Sumbar
KabaSumbar – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola jaringan minimarket Alfamart, masih memiliki prospek yang menarik meski pergerakan sahamnya sedang berada dalam fase konsolidasi. Kinerja fundamental perusahaan tetap tumbuh, ditopang peningkatan pendapatan, laba bersih, serta ekspansi jaringan usaha.
Supardi, SE, CFP, Branch Manager MNC Sekuritas Cabang Padang, menilai AMRT termasuk emiten ritel yang mampu menjaga pertumbuhan di tengah persaingan industri. Selama tiga bulan terakhir, perusahaan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 7,53 persen, sementara laba bersih tumbuh menjadi 10,3 persen.
AMRT juga rutin membagikan dividen kepada pemegang saham. Perusahaan membayarkan dividen terakhir pada 25 Juni 2025.
Di pasar, investor asing masih mencatat aksi net sell hingga perdagangan terakhir. Meski begitu, Supardi menilai tekanan jual tersebut belum mengubah prospek fundamental AMRT untuk jangka menengah dan panjang.
Saat ini AMRT mengoperasikan lebih dari 20.000 gerai di Indonesia dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp56,7 triliun hingga Rp58 triliun. Perseroan juga menargetkan pembukaan 800 sampai 1.000 gerai baru sepanjang 2026 untuk memperluas jaringan distribusi.
Menurut Supardi, pertumbuhan toko grosir dan toko eceran milik pelaku usaha lokal tidak mengurangi peluang bisnis AMRT. Kondisi itu justru menunjukkan permintaan sektor ritel nasional masih tumbuh.
Manajemen AMRT juga menyatakan tidak khawatir terhadap kehadiran program Koperasi Desa Merah Putih. Perusahaan melihat peluang bekerja sama apabila pemerintah dan seluruh pihak terkait mencapai kesepakatan.
AMRT memiliki jaringan distribusi dan infrastruktur logistik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Aset tersebut membuka peluang kolaborasi dalam program distribusi kebutuhan pokok apabila pemerintah membutuhkannya.
Dari sisi teknikal, tim analis MNC Sekuritas menilai saham AMRT masih bergerak dalam fase konsolidasi jangka pendek. Harga saham masih bertahan di atas Moving Average 20 (MA20) meski tekanan jual belum mereda.
Indikator MACD mulai menyempit dan berpotensi membentuk dead cross ke area negatif. Sementara itu, indikator Stochastic bergerak di area netral sehingga pelaku pasar masih menunggu arah pergerakan berikutnya.
Berdasarkan kondisi tersebut, tim analis MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness (BoW). Level support berada di 1.235, sedangkan resistance di 1.435.
Jika harga mampu bertahan di atas area support, AMRT berpeluang menguji kisaran 1.470 hingga 1.545.
Ingin belajar investasi saham lebih dalam?
Bapak dan Ibu dapat bergabung secara gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang. Dapatkan materi pasar modal, diskusi saham, informasi kelas edukasi, serta kesempatan memperoleh sertifikat dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Klik di sini untuk bergabung dengan Grup Edukasi Saham Gratis IDX dan MNC Sekuritas Padang.
Disclaimer: Tulisan ini merupakan opini dan pandangan pribadi penulis berdasarkan data serta analisis yang tersedia. Bukan merupakan ajakan membeli atau menjual efek tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.