Masyarakat Resah! Pemkab Tanah Datar, Forkopimda, MUI Dan LKAAM Deklarasi Bersama Tolak LGBT

Masyarakat Resah! Pemkab Tanah Datar, Forkopimda, MUI Dan LKAAM Deklarasi Bersama Tolak LGBT

KabaSumbar -  Guna menjawab keresahan masyarakat terhadap gejala  Penyakit masyarakat (pekat), semua elemen Kabupaten Tanah Datar bersikap dengan melakukan dekralasi bersama.
 
Gejala menyimpang seperti Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT) meningkat. Narkoba merajalela. Aromanya makin mengkhawatirkan masyarakat Tanah Datar yang dijuluki Luhak Nan Tuo.

Mengantisipasi makin meluasnya pekat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar bersama Forkopimda, UIN Mahmud Yunus Batusangkar, LKAAM dan MUI Tanah Datar, serta seluruh masyarakat yang berkesempatan hadir di Lapangan Cindua Mato Batusangkar, berkomitmen dengan melakukan deklarasi bersama anti LGBT, Narkoba dan Penyakit masyarakat, Minggu (5/7/2026).
Kaum perempuan ikut bubuhi tandatangan dalam deklarasi tolak LGBT di Tanah Datar
Kaum perempuan ikut bubuhi tandatangan dalam deklarasi tolak LGBT di Tanah Datar

Deklarasi ditandai dengan kesepakatan bersama membubuhi tanda tangan oleh semua elemen yang hadir tersebut, membuktikan jika sex menyimpang dan perbuatan asusila lainya serta narkoba ditolak dan tidak dibenarkan di Tanah Datar Luhak Nan Tuo tersebut.

Terhadap itu, Kapolres Tanah Datar AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto menggatakan, pelaksanaan deklarasi hari ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan dan pembahasan yang dilakukan sebelumnya bersama instansi terkait.
 
“Langkah ini dilaksanakan atas respon keresahan masyarakat karena semakin meningkatnya penyakit masyarakat termasuk LGBT, sehingga Pemda, Polres, LKAAM, MUI dan instansi terkait lainnya sepakat untuk menggelar deklarasi hari ini,” ujarnya.
Suasana tolak LGBT dengan tandatangan deklarasi
Suasana tolak LGBT dengan tandatangan deklarasi

Senada, Ketua DPRD, Ketua LKAAM dan Ketua MUI Tanah Datar, sepakat memerangi LGBT dan penyakit masyarakat lainnya di Tanah Datar Luhak Nan Tuo.
 
“Kami tidak lagi mentolerir LGBT di tengah masyarakat, kita akan menindak tegas dengan memberikan sanksi baik secara hukum, adat maupun agama,” ujar Anton Yondra.

Anton berharap, semua masyarakat melaporkan kepada pihak terkait apabila ditemukan indikasi perilaku LGBT, di mulai dari keluarga kita masing-masing.
 
“Orang tua harus mewaspadai dan mengawasi anaknya, apabila ada indikasi segera laporkan sehingga bisa diambil langkah selanjutnya. Namun yang terpenting jangan fasilitasi dan beri ruang untuk tampil bagi mereka,” tukasnya.

Mengiringi itu, Wakil Bupati Tanah Datar. Ahmad Fadly menyampaikan, deklarasi ini menunjukkan komitmen Pemerintah Daerah, Forkopimda, MUI, UIN Mahmud Yunus Batusangkar, LKAAM dan seluruh unsur masyarakat untuk melawan dan menyatakan perang terhadap LGBT, Narkoba dan pekat lainnya.

“Kita berharap gerakan ini didukung penuh oleh masyarakat, karena ini menyangkut generasi Tanah Datar kedepannya. Dan juga tidak sesuai dengan norma agama maupun budaya Minangkabau yang terkenal dengan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.”ucapnya.
Para pelajar ikut serta dalam deklarasi
Para pelajar ikut serta dalam deklarasi

Wabup Tanah Datar lantas menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolres Tanah Datar yang telah berupaya dan bersama-sama menggagas upaya ini, sehingga dapat diimplementasikan ke dalam bentuk tindakan dan upaya preventif penolakan LGBT dan Narkoba di Tanah Datar.

Wabup juga sampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung penuh deklarasi menolak keras LGBT dan Narkoba tersebut di Tanah Datar.

Pada kesempatan. juga hadir mengikuti deklarasi, Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Arm Hendriyana, S.Sos, MM, Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, Rektor UIN Mahmud Yunus Prof. Delmus Puneri Salim, Kepala OPD, Ketua TPPKK Ny. Lise Eka Putra, SE, Ketua GOW Ny.dr.Dwinanda Ahmad Fadly, Ketua DWP Ny. Ani Abdurrahman Hadi, Ketua Persit Kodim 0307 Tanah Datar dan undangan lainnya. (Reyhan)

Masyarakat Resah Pemkab Tanah Datar Forkopimda MUI Dan LKAAM Deklarasi Bersama Tolak LGBT