include "breadcrumb.php" ?>
Menurutnya, penanganan pascakebakaran tidak hanya menyangkut kondisi bangunan yang terdampak, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi selama masa pemulihan.
“BPBD akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Prinsipnya, kami ingin memastikan warga tidak menghadapi musibah ini sendirian dan kebutuhan penanganan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Payakumbuh Yonrefli mengatakan, bantuan kebakaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu keluarga korban melewati masa awal pascakebakaran.
“Kebutuhan warga setelah kebakaran tentu tidak hanya berupa makanan, tetapi juga berbagai kebutuhan rumah tangga. Karena itu, kami memberikan bantuan yang dapat langsung dimanfaatkan keluarga korban sambil terus melihat kebutuhan mereka berikutnya,” ujarnya.
Penyaluran bantuan pada Ahad tersebut melengkapi penanganan darurat yang telah dilakukan Pemko Payakumbuh sejak malam kejadian. Warga yang rumahnya terbakar untuk sementara mengungsi ke rumah saudara.
Pada malam kejadian, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda turut membantu menyediakan makan malam bagi seluruh korban. Dinas Pekerjaan Umum membantu penerangan di lokasi, BPBD menyiapkan kebutuhan tidur darurat, sementara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Payakumbuh turut menyalurkan bantuan spontan.
Wakil Wali Kota Elzadaswarman bersama Sekretaris Daerah, BPBD, Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar, serta jajaran Pemko Payakumbuh juga turun langsung pada malam kejadian guna memastikan penanganan korban berjalan cepat.
Enam Rumah Rusak Berat, 24 Jiwa Terdampak
Kebakaran terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 19.20 WIB. Sebanyak enam rumah mengalami kerusakan berat akibat peristiwa tersebut.
Kebakaran berdampak terhadap enam KK atau 24 jiwa, terdiri dari sembilan laki-laki dan 15 perempuan. Dari jumlah tersebut, terdapat tujuh anak sekolah dan tiga bayi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Petugas Damkar bersama BPBD, PLN, warga, serta pengurus RT dan RW berhasil memadamkan api dan mencegah kobaran menjalar ke bangunan di sekitar lokasi.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Sementara total kerugian masih dalam proses pendataan dan penghitungan.
Kepedulian terhadap korban juga datang dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh yang turut menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada sejumlah keluarga korban.
Camat Payakumbuh Timur Yopie Kurniawan menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut. Ia juga mengajak seluruh masyarakat memperkuat semangat gotong royong untuk membantu keluarga korban.
“Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, kami turut berduka yang mendalam atas musibah kebakaran yang terjadi. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan, kekuatan, dan kemudahan dalam menghadapi musibah ini,” kata Yopie.
Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat diwujudkan melalui kepedulian dan kebersamaan dalam membantu warga yang tengah menghadapi musibah.
“Di momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81, kami berharap musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin memperkuat semangat gotong royong, kepedulian, dan empati terhadap sesama. Mari kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk saling membantu, menguatkan, dan bangkit bersama dalam menghadapi setiap cobaan,” ujarnya.
Pemko Payakumbuh bersama perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta unsur masyarakat akan melanjutkan pendataan untuk memastikan kebutuhan para korban dapat ditangani secara bertahap. (debby)
Kebakaran
Padang Tiakar
Sisakan Duka
Pemko Payakumbuh
Salurkan Bantuan
Kebakaran untuk Korban
Kebakaran Padang Tiakar Sisakan Duka, Pemko Payakumbuh Salurkan Bantuan Kebakaran untuk Korban
KabaSumbar – Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh bergerak cepat membantu warga terdampak kebakaran di Kelurahan Padang Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur. Bantuan kembali disalurkan kepada enam kepala keluarga (KK) korban kebakaran dan satu KK lainnya yang turut terdampak, Ahad (16/8/2026).
Penyaluran bantuan kebakaran tersebut merupakan tindak lanjut penanganan darurat yang dilakukan Pemko Payakumbuh sejak kebakaran terjadi pada Sabtu (15/8/2026) malam.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengoordinasikan penanganan melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman yang langsung turun ke lokasi pada malam kejadian. Kedatangan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi korban sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang paling mendesak.
Usai meninjau lokasi, Elzadaswarman menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Kecamatan Payakumbuh Timur untuk segera mendata kebutuhan warga terdampak dan menindaklanjutinya sesuai kondisi di lapangan.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh Defitra, Kepala Dinas Sosial Yonrefli, serta Camat Payakumbuh Timur Yopie Kurniawan kembali mendatangi lokasi pada Ahad pagi.
Mereka menyerahkan bantuan kebakaran berupa paket sembako dan kebutuhan rumah tangga kepada enam KK korban kebakaran serta satu KK lainnya yang turut terdampak.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal beserta barang-barang akibat kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh Defitra mengatakan, penyaluran bantuan merupakan tindak lanjut dari peninjauan dan arahan Wakil Wali Kota pada malam kejadian.
“Kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Dinas Sosial untuk melihat kondisi warga dan kebutuhan yang paling mendesak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Defitra.
Penyaluran bantuan kebakaran tersebut merupakan tindak lanjut penanganan darurat yang dilakukan Pemko Payakumbuh sejak kebakaran terjadi pada Sabtu (15/8/2026) malam.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengoordinasikan penanganan melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman yang langsung turun ke lokasi pada malam kejadian. Kedatangan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi korban sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang paling mendesak.
Usai meninjau lokasi, Elzadaswarman menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Kecamatan Payakumbuh Timur untuk segera mendata kebutuhan warga terdampak dan menindaklanjutinya sesuai kondisi di lapangan.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh Defitra, Kepala Dinas Sosial Yonrefli, serta Camat Payakumbuh Timur Yopie Kurniawan kembali mendatangi lokasi pada Ahad pagi.
Mereka menyerahkan bantuan kebakaran berupa paket sembako dan kebutuhan rumah tangga kepada enam KK korban kebakaran serta satu KK lainnya yang turut terdampak.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal beserta barang-barang akibat kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh Defitra mengatakan, penyaluran bantuan merupakan tindak lanjut dari peninjauan dan arahan Wakil Wali Kota pada malam kejadian.
“Kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Dinas Sosial untuk melihat kondisi warga dan kebutuhan yang paling mendesak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Defitra.
Menurutnya, penanganan pascakebakaran tidak hanya menyangkut kondisi bangunan yang terdampak, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi selama masa pemulihan.
“BPBD akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Prinsipnya, kami ingin memastikan warga tidak menghadapi musibah ini sendirian dan kebutuhan penanganan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Payakumbuh Yonrefli mengatakan, bantuan kebakaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu keluarga korban melewati masa awal pascakebakaran.
“Kebutuhan warga setelah kebakaran tentu tidak hanya berupa makanan, tetapi juga berbagai kebutuhan rumah tangga. Karena itu, kami memberikan bantuan yang dapat langsung dimanfaatkan keluarga korban sambil terus melihat kebutuhan mereka berikutnya,” ujarnya.
Penyaluran bantuan pada Ahad tersebut melengkapi penanganan darurat yang telah dilakukan Pemko Payakumbuh sejak malam kejadian. Warga yang rumahnya terbakar untuk sementara mengungsi ke rumah saudara.
Pada malam kejadian, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda turut membantu menyediakan makan malam bagi seluruh korban. Dinas Pekerjaan Umum membantu penerangan di lokasi, BPBD menyiapkan kebutuhan tidur darurat, sementara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Payakumbuh turut menyalurkan bantuan spontan.
Wakil Wali Kota Elzadaswarman bersama Sekretaris Daerah, BPBD, Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar, serta jajaran Pemko Payakumbuh juga turun langsung pada malam kejadian guna memastikan penanganan korban berjalan cepat.
Pemko Payakumbuh antarkan bantuan kepada korban kebakaran di Padang Tiakar
Enam Rumah Rusak Berat, 24 Jiwa Terdampak
Kebakaran terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 19.20 WIB. Sebanyak enam rumah mengalami kerusakan berat akibat peristiwa tersebut.
Kebakaran berdampak terhadap enam KK atau 24 jiwa, terdiri dari sembilan laki-laki dan 15 perempuan. Dari jumlah tersebut, terdapat tujuh anak sekolah dan tiga bayi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Petugas Damkar bersama BPBD, PLN, warga, serta pengurus RT dan RW berhasil memadamkan api dan mencegah kobaran menjalar ke bangunan di sekitar lokasi.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Sementara total kerugian masih dalam proses pendataan dan penghitungan.
Kepedulian terhadap korban juga datang dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh yang turut menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada sejumlah keluarga korban.
Camat Payakumbuh Timur Yopie Kurniawan menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut. Ia juga mengajak seluruh masyarakat memperkuat semangat gotong royong untuk membantu keluarga korban.
“Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, kami turut berduka yang mendalam atas musibah kebakaran yang terjadi. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan, kekuatan, dan kemudahan dalam menghadapi musibah ini,” kata Yopie.
Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat diwujudkan melalui kepedulian dan kebersamaan dalam membantu warga yang tengah menghadapi musibah.
“Di momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81, kami berharap musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin memperkuat semangat gotong royong, kepedulian, dan empati terhadap sesama. Mari kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk saling membantu, menguatkan, dan bangkit bersama dalam menghadapi setiap cobaan,” ujarnya.
Pemko Payakumbuh bersama perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta unsur masyarakat akan melanjutkan pendataan untuk memastikan kebutuhan para korban dapat ditangani secara bertahap. (debby)