Dari Lereng Danau Kembar, Asa Baru Bawang Putih Solok Menuju Swasembada Nasional

Dari Lereng Danau Kembar, Asa Baru Bawang Putih Solok Menuju Swasembada Nasional

KabaSumbar - Siang, namun matahari belum naik benar di Jorong Air Tawar Utara, Nagari Kampung Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, terasa berbeda, Rabu (19/8/2026).

Di hamparan lahan pertanian yang berada di kawasan sejuk dataran tinggi itu, sejumlah bibit bawang putih mulai ditanam. Bagi masyarakat setempat, aktivitas tersebut bukan sekadar rutinitas bercocok tanam. Ada harapan baru yang sedang disemai: menjadikan Kabupaten Solok tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil bawang merah, tetapi juga mampu melahirkan sentra bawang putih.

Harapan itu semakin terasa ketika Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K, M.Si, turun langsung melakukan penanaman bibit bawang putih secara simbolis.

Didampingi Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin dan sejumlah Pejabat Utama Polda Sumbar, Kapolda menanam bibit di lahan seluas 2.500 meter persegi. Di sekitar lokasi, kelompok tani dan masyarakat menyaksikan sebuah program yang diharapkan tidak berhenti pada seremoni penanaman.

Sebab, di balik kegiatan tersebut, tersedia lahan seluas 2 hektare yang dipersiapkan untuk pengembangan budidaya bawang putih. Sebanyak 1,6 ton bibit disiapkan untuk ditanam dan dikelola oleh kelompok tani setempat.

Bibit tersebut merupakan varietas Lambu Hijau yang berasal dari Tegal, Jawa Tengah, dan disediakan melalui Kementerian Pertanian.

Jika berjalan sesuai rencana, sekitar empat bulan setelah ditanam, tanaman tersebut diperkirakan mulai memasuki masa panen pada akhir Desember 2026.
Kapolda Sumbar Irjend Pol. Djati Wiyoto Abadhy bersama Wabup Solok Candra
Kapolda Sumbar Irjend Pol. Djati Wiyoto Abadhy bersama Wabup Solok Candra

Bukan Sekadar Menanam

Bagi Polda Sumbar, menanam hanyalah langkah awal.

Kapolda Sumbar menegaskan, kepolisian akan ikut mengawal keberlanjutan program tersebut. Pengawalan tidak hanya menyangkut proses penanaman, tetapi juga persoalan yang selama ini menjadi bagian penting dalam keberhasilan pertanian, seperti ketersediaan pupuk, distribusi hingga pemasaran hasil panen.

“Tidak hanya mengawal penanaman, tetapi juga mengawal ketersediaan pupuk sampai dengan distribusi dan pemasaran. Untuk saat ini kita fokus pada pendataan lahan,” ujar Djati.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa program tersebut diarahkan agar tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis. Ada upaya untuk memastikan bibit yang ditanam benar-benar tumbuh, dipanen, kemudian memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

Program penanaman bawang putih ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan serentak di 17 provinsi. Di Sumatera Barat, terdapat lima kabupaten dan kota yang mendapatkan program serupa, yakni Kabupaten Solok, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang.

Dari kawasan pertanian Solok, gerakan itu kemudian terhubung dengan agenda nasional. Kegiatan penanaman tersambung secara daring dari Desa Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
 
Penanaman bibit Bawang Putih di  jorong  Air Tawar Utara, Nagari Kampung Batu Dalam
Penanaman bibit Bawang Putih di jorong Air Tawar Utara, Nagari Kampung Batu Dalam

Solok Ingin Punya Cerita Baru

Selama ini, nama Kabupaten Solok sudah lekat dengan komoditas bawang merah. Hasil pertanian dari daerah ini menjadi salah satu identitas ekonomi masyarakat di sektor hortikultura.

Kini, pemerintah daerah melihat peluang untuk membuka cerita baru melalui bawang putih.

Wakil Bupati Solok Chandra, SH.I, menyampaikan apresiasi atas dukungan Polri melalui Polda Sumatera Barat terhadap masyarakat dan kelompok tani di daerah tersebut.

Menurutnya, program itu menjadi peluang bagi Kabupaten Solok untuk mengembangkan komoditas baru sekaligus memperluas basis ekonomi pertanian masyarakat.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Solok mengucapkan terima kasih kepada Polri melalui Polda Sumatera Barat atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Solok. Selama ini Solok dikenal sebagai pusat penghasil bawang merah terbaik, dan kami berharap ke depan Solok juga bisa menjadi sentra penghasil bawang putih,” ujar Chandra.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Kondisi geografis Kabupaten Solok yang memiliki kawasan dataran tinggi selama ini telah mendukung berkembangnya berbagai komoditas hortikultura.

Melalui pengembangan bawang putih, pemerintah daerah berharap petani memiliki alternatif komoditas yang bernilai ekonomi sekaligus ikut berkontribusi terhadap kebutuhan bawang putih nasional.

Harapan yang Ditanam Bersama

Lahan yang menjadi lokasi pengembangan dikelola Kelompok Tani Air Tambau Sukses. Kelompok yang diketuai Ilham Muhammad Fauzan itu beranggotakan 15 orang.

Mereka akan menjadi ujung tombak dalam merawat tanaman hingga masa panen.

Di tengah tanah pertanian yang menjadi tumpuan kehidupan masyarakat, 1,6 ton bibit bawang putih kini telah mendapatkan tempatnya. Dari sana, harapan untuk menghasilkan panen yang baik mulai dirawat.

Kapolda Sumbar bersama rombongan juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan budidaya bawang putih.

Kedatangan rombongan Polda Sumbar sendiri disambut Wakil Bupati Solok Chandra, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, SS, S.I.K, jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Pertanian, personel Polres Solok, kelompok tani serta masyarakat.

Semua berharap program tersebut membawa hasil lebih dari sekadar angka produksi.

Sebab, jika berhasil, tanaman yang hari ini baru berupa bibit itu kelak bukan hanya menghasilkan bawang putih. Ia juga dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi petani, memperkuat sektor hortikultura daerah, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar besar Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bawang putih dari luar negeri.

Dari sebuah lahan di lereng Danau Kembar, langkah kecil itu pun dimulai.

Bibit ditanam, harapan disemai.

Empat bulan ke depan akan menjadi waktu pembuktian, apakah benih yang ditanam hari ini mampu tumbuh menjadi panen yang memberi arti bagi petani Solok dan ikut menyokong cita-cita besar swasembada bawang putih nasional. (Irman Kuto)
 
 

Dari Lereng Danau Kembar Asa Baru Bawang Putih Solok Menuju Swasembada Nasional