AMRT Konsolidasi, Asing Mulai Akumulasi Jelang Uji Resistance 1.440

AMRT Konsolidasi, Asing Mulai Akumulasi Jelang Uji Resistance 1.440

Oleh: Supardi, SE, CFP
Branch Manager MNC Sekuritas Cabang Padang

KabaSumbar -- Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menjadi perhatian investor pada Agustus 2026 setelah kinerja keuangan tumbuh dan transaksi asing mulai mencatat pembelian bersih. Pada perdagangan 18 Agustus, investor asing mencatat net buy sekitar Rp10,8 miliar berdasarkan data transaksi dalam analisis yang disampaikan MNC Sekuritas.

AMRT masih bergerak dalam fase konsolidasi sejak Juni. Harga saham bertahan di atas MA20 dan MA60, sementara volume perdagangan belum menunjukkan lonjakan berarti.

Tim Analis MNC Sekuritas menempatkan support AMRT di 1.365 dan resistance di 1.440. Jika harga menembus 1.440, analis memperkirakan ruang kenaikan menuju 1.490 sampai 1.570.

Kinerja keuangan menjadi salah satu penopang dari sisi fundamental.

Pada kuartal I 2026, AMRT mencatat pendapatan bersih Rp35,24 triliun, naik 7,5% dibandingkan Rp32,77 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,08 triliun, tumbuh 10,3% secara tahunan.

Namun, beberapa pos keuangan bergerak berbeda. Arus kas dari aktivitas operasi turun menjadi Rp3,18 triliun dari Rp3,55 triliun setahun sebelumnya. Total liabilitas per 31 Maret 2026 mencapai sekitar Rp25,9 triliun.

Transaksi Asing Mulai Menguat

Investor asing mencatat beberapa transaksi pembelian bersih pada awal hingga pertengahan Agustus.

Data yang disampaikan dalam analisis MNC Sekuritas menunjukkan net buy asing sekitar Rp11,3 miliar pada 4 Agustus, Rp25,7 miliar pada 5 Agustus, Rp25,8 miliar pada 11 Agustus, dan Rp10,8 miliar pada 18 Agustus.

Investor asing juga mencatat net sell pada sejumlah sesi. Karena itu, rangkaian net buy tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa arus dana asing sudah berubah menjadi tren pembelian yang konsisten.

Broker besar juga disebut mengakumulasi AMRT pada harga rata-rata sekitar 1.400. Area tersebut berdekatan dengan resistance 1.440 yang menjadi perhatian analis.

Bagi Anda yang mengikuti pergerakan AMRT, volume perdagangan menjadi faktor penting setelah harga mendekati resistance. Breakout yang disertai peningkatan volume akan memberikan konfirmasi teknikal yang lebih kuat dibandingkan kenaikan harga dengan volume tipis.

Indikator Teknikal AMRT

Tim Analis MNC Sekuritas menilai AMRT berada dalam fase konsolidasi sejak Juni 2026.

Harga masih bertahan di atas MA20 dan MA60. MACD bergerak sideways di area positif, sedangkan stochastic membentuk golden cross di area netral.

Analis menggunakan skenario Buy if Break dengan resistance 1.440. Target berada pada kisaran 1.490 sampai 1.570, sedangkan support berada di 1.365.

Investor tetap perlu memperhatikan risiko jika harga gagal melewati 1.440. Penurunan menuju atau menembus 1.365 dapat mengubah struktur teknikal jangka pendek.

Ekspansi Gerai Berlanjut

AMRT masih memperluas jaringan tokonya. Dalam public expose Juni 2026, manajemen menyampaikan target pembukaan 800 gerai baru sepanjang 2026. Sekitar 500 gerai akan dibangun langsung oleh perusahaan dan 300 gerai melalui skema waralaba.

Ekspansi tersebut menambah jangkauan jaringan ritel AMRT di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan harus menjaga produktivitas toko dan biaya operasional agar pertumbuhan jumlah gerai tetap memberikan kontribusi terhadap laba.

Sektor ritel juga menghadapi tantangan dari daya beli konsumen, biaya pemasok dan perubahan pola belanja. Kondisi tersebut dapat memengaruhi margin jika perusahaan tidak menjaga efisiensi.

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Sentimen Pasar

Investor juga memperhatikan perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Manajemen AMRT menyatakan kehadiran KDKMP belum memberikan dampak material terhadap bisnis perseroan. Manajemen melihat segmen koperasi desa dan ritel modern memiliki karakteristik berbeda. Perseroan juga membuka peluang kerja sama, tetapi pada public expose Juni 2026 belum menerima permintaan kerja sama dari KDKMP.

Pemerintah mengembangkan KDKMP sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa. Program tersebut mencakup kegiatan seperti distribusi kebutuhan pokok, logistik dan penyerapan produk masyarakat desa.

Jaringan distribusi dan logistik AMRT dapat menjadi salah satu peluang jika perusahaan dan pengelola KDKMP menjalin kerja sama pada masa mendatang. Sampai saat ini, kerja sama tersebut belum menjadi bagian dari kegiatan operasional AMRT.

Dividen AMRT

Investor juga mendapatkan pembagian keuntungan dari kinerja perseroan.

Dalam RUPST 4 Juni 2026, AMRT menyetujui pembagian dividen tunai Rp1,7 triliun atau sekitar 50% dari laba bersih tahun buku 2025. Perseroan membayarkan dividen tersebut pada 25 Juni 2026.

Kebijakan tersebut berjalan bersamaan dengan rencana ekspansi gerai. Investor dapat melihat kombinasi pertumbuhan laba, ekspansi jaringan dan pembagian dividen sebagai bagian dari pertimbangan fundamental AMRT.

Dari sisi teknikal, level 1.440 menjadi titik penting dalam beberapa sesi mendatang. Breakout dengan dukungan volume dapat membuka peluang menuju 1.490 sampai 1.570 berdasarkan skenario MNC Sekuritas.

Sebaliknya, support 1.365 menjadi batas yang perlu diperhatikan jika tekanan jual meningkat.

Tertarik belajar pasar modal tanpa biaya?

IDX bersama MNC Sekuritas Padangw membuka Grup Edukasi Saham gratis bagi masyarakat. Anggota akan memperoleh informasi seputar investasi, kelas edukasi, dan berbagai program dari BEI.

Bergabung: Klik di sini untuk bergabung

FAQ

Apa resistance AMRT saat ini?

Analisis MNC Sekuritas menempatkan resistance AMRT di 1.440.

Berapa support AMRT?

Support AMRT berada di 1.365 berdasarkan analisis teknikal tersebut.

Berapa target AMRT jika menembus resistance?

MNC Sekuritas memperkirakan target pada kisaran 1.490 sampai 1.570 jika AMRT berhasil menembus 1.440.

Bagaimana kinerja AMRT pada kuartal I 2026?

Pendapatan bersih AMRT mencapai Rp35,24 triliun, naik 7,5% secara tahunan. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,08 triliun, tumbuh 10,3%.

Apakah AMRT sudah bekerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih?

Belum. Dalam public expose Juni 2026, manajemen menyatakan belum menerima permintaan kerja sama dari KDKMP.

 

Disclaimer: Tulisan ini merupakan informasi dan rangkuman analisis pasar, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi berada pada masing-masing investor dengan mempertimbangkan profil risiko dan kondisi keuangan pribadi.

AMRT Alfamart saham ritel Bursa Efek Indonesia saham 2026 Koperasi Merah Putih analisis teknikal