KabaSumbar – Truk batu bara terguling di Panorama Satu Padang saat melintasi turunan curam di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Jumat sore (26/2/2026). Kendaraan berat itu kehilangan kendali dan rebah di tepi jalan, tepat sebelum jembatan yang berada di jalur tersebut.
Insiden itu nyaris berujung fatal. Truk hampir saja terjun ke jurang sedalam kurang lebih lima meter yang dialiri sungai di bawahnya.
Beruntung, pembatas jembatan mampu menahan laju kendaraan sehingga tidak sampai jatuh ke dasar jurang. Posisi akhir truk dalam keadaan miring dan sebagian badan kendaraan menutup bahu jalan.
Seorang pengendara yang melintas, Riko, mengatakan kejadian berlangsung sangat cepat. Ia melihat truk mulai oleng saat menuruni jalan sebelum akhirnya terguling di dekat jembatan.
Menurutnya, jika tidak ada pembatas, kemungkinan truk sudah masuk ke jurang. Situasi sempat membuat pengendara lain memperlambat laju kendaraan karena khawatir terjadi ledakan atau longsoran muatan.
Panorama Satu memang dikenal sebagai jalur menurun dengan kemiringan cukup tajam. Kawasan ini kerap dilalui kendaraan pengangkut material, termasuk batu bara, dari dan menuju kawasan industri di Indarung.
Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sopir selamat dan hanya mengalami syok ringan.
Dugaan awal, rem truk tidak berfungsi optimal saat melewati turunan panjang. Petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Aparat Satlantas langsung mengamankan lokasi dan mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. Proses evakuasi dilakukan setelah situasi dinilai aman bagi pengguna jalan lainnya.
Kecelakaan ini kembali menyoroti risiko kendaraan berat di jalur menurun kawasan industri. Lubuk Kilangan merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas angkutan material cukup tinggi, sehingga potensi kecelakaan meningkat jika standar keselamatan tidak dijaga ketat.
Bagi masyarakat sekitar, insiden seperti ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Selain risiko kecelakaan, kendaraan bermuatan batu bara juga rawan menimbulkan kemacetan serta potensi pencemaran jika muatan tumpah.
Dari sisi ekonomi, jalur ini merupakan akses distribusi penting. Gangguan lalu lintas, meski hanya sementara, bisa berdampak pada rantai pasok material dan biaya operasional perusahaan angkutan.
Kepolisian menegaskan pengemudi, khususnya kendaraan berat, wajib melakukan pengecekan menyeluruh sebelum melintasi jalur rawan. Sistem pengereman menjadi komponen krusial, terutama di kawasan dengan turunan panjang seperti Panorama Satu Indarung.
Pemeriksaan berkala bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi faktor penentu keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lain. Kegagalan teknis kecil dapat berujung pada kerugian besar.
Masyarakat juga diimbau tetap waspada ketika melintas di jalur industri. Menjaga jarak aman dan menghindari berada tepat di belakang kendaraan berat saat turunan menjadi langkah preventif sederhana namun penting.

Facebook Comments