Tokoh Masyarakat Kota Padang Didorong Tingkatkan Literasi Politik di Era Digital
KabaSumbar -- Sebanyak 80 tokoh masyarakat Kota Padang mengikuti kegiatan Peningkatan Literasi Politik Tokoh Masyarakat Kota Padang yang digelar di Pangeran Beach Hotel, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Barat, Mursalim.

Para peserta merupakan perwakilan tokoh masyarakat yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam memberikan pendidikan politik di tengah masyarakat.
Sejumlah materi diberikan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya pendidikan politik bagi tokoh masyarakat dalam menjaga persatuan, pelatihan keprotokolan dan public speaking, serta strategi efektif pendidikan politik bagi tokoh masyarakat di era digital.
Pelatihan keprotokolan dan public speaking diarahkan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi peserta. Kemampuan tersebut dinilai penting bagi tokoh masyarakat dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat, organisasi maupun lingkungan sosial.
Tokoh masyarakat juga diharapkan mampu menyampaikan gagasan dengan baik dan dapat diterima oleh berbagai kalangan. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan yang memiliki integritas, baik dalam organisasi, politik maupun kehidupan sosial.
Sementara itu, materi mengenai pendidikan politik di era digital membahas tantangan yang dihadapi masyarakat di tengah derasnya arus informasi. Media sosial membuat informasi politik dapat menyebar dengan cepat, termasuk informasi yang belum tentu benar.
Karena itu, tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami informasi politik secara lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Indra Dt. Rajo Lelo.
Pokok pikiran DPRD pada dasarnya merupakan aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang dihimpun anggota dewan untuk kemudian menjadi bahan dalam perencanaan program pembangunan daerah.
Dalam kegiatan ini, pokir tersebut diwujudkan melalui program peningkatan kapasitas tokoh masyarakat, khususnya dalam bidang literasi politik, komunikasi dan kepemimpinan.
Tokoh masyarakat dinilai memiliki posisi penting karena berhubungan langsung dengan masyarakat. Dengan pengetahuan politik yang lebih baik, mereka dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus ikut menjaga suasana tetap kondusif ketika terjadi perbedaan pilihan maupun pandangan politik.
Pendidikan politik juga tidak semata-mata berkaitan dengan pemilu. Pemahaman politik diperlukan agar masyarakat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga negara, memahami proses pemerintahan serta mampu menyampaikan aspirasi secara tepat.
Di tengah perkembangan teknologi digital, peran tersebut semakin penting. Tokoh masyarakat dituntut tidak hanya mampu berkomunikasi secara langsung, tetapi juga bijak dalam menggunakan media sosial dan menyikapi informasi yang beredar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, literasi politik tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Kegiatan Peningkatan Literasi Politik Tokoh Masyarakat Kota Padang menjadi salah satu upaya memperkuat kapasitas tokoh masyarakat dalam menjalankan perannya, sekaligus menjaga persatuan di tengah perbedaan yang ada di masyarakat.a