include "breadcrumb.php" ?>
Semua peserta calon Pramuka Penggalang ini bakal dipilih menjadi 32 orangp untuk mewakili Kabupaten Solok pada Jambore Nasional 2026.
Menyambut itu, Ketua Kwartir Cabang 0302 Kabupaten Solok, H. Candra, menegaskan, keikutsertaan dalam Jambore Nasional membutuhkan persiapan yang tidak hanya teknis, tetapi juga mental dan nilai-nilai kepramukaan. Karena itu, seleksi ini bukan sekadar proses penyaringan, melainkan juga ruang pembinaan karakter. bahwa
“Kita ingin peserta yang terpilih benar-benar siap, baik dari segi kemampuan maupun sikap. Ini adalah representasi Kabupaten Solok di tingkat nasional,” ujarnya.
Kata Wabup Candra, panitia telah menyiapkan mekanisme seleksi yang terstruktur dengan melibatkan tim khusus agar proses berjalan objektif dan profesional.
Sejak pagi, para peserta telah menjalani rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi hingga berbagai tahapan uji kemampuan.
“Seleksi ini dilakukan dalam dua fase. Tahap awal akan menyaring sekitar 70 peserta, untuk kemudian dipilih 32 orang terbaik, terdiri dari 16 putra dan 16 putri,” kata Afrizal.
Melalui seleksi ini, Kabupaten Solok berharap dapat mengirimkan duta-duta terbaik yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai kepramukaan dalam setiap langkah mereka.(Irman Kuto)
Sonsong
Jambore Nasional 2026
Siswa SMP dan MTs
Jalani Seleksi
Pramuka Penggalang
Kabupaten Solok
Sonsong Jambore Nasional 2026, 160 Siswa SMP dan MTs Jalani Seleksi Pramuka Penggalang Kabupaten Solok
KabaSumbar - Sebanyak 160 siswa dari 48 SMP dan MTs se-Kabupaten Solok mengikuti seleksi Pramuka Penggalang sebagai calon peserta Jambore Nasional XII Tahun 2026,Sabtu (25/4/2026) di GOR Batu Tupang, Koto Baru .
Semua peserta calon Pramuka Penggalang ini bakal dipilih menjadi 32 orangp untuk mewakili Kabupaten Solok pada Jambore Nasional 2026.
Menyambut itu, Ketua Kwartir Cabang 0302 Kabupaten Solok, H. Candra, menegaskan, keikutsertaan dalam Jambore Nasional membutuhkan persiapan yang tidak hanya teknis, tetapi juga mental dan nilai-nilai kepramukaan. Karena itu, seleksi ini bukan sekadar proses penyaringan, melainkan juga ruang pembinaan karakter. bahwa
“Kita ingin peserta yang terpilih benar-benar siap, baik dari segi kemampuan maupun sikap. Ini adalah representasi Kabupaten Solok di tingkat nasional,” ujarnya.
Suasana seleksi pramuka Penggalang di GOR Batubatupang
Kata Wabup Candra, panitia telah menyiapkan mekanisme seleksi yang terstruktur dengan melibatkan tim khusus agar proses berjalan objektif dan profesional.
Sejak pagi, para peserta telah menjalani rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi hingga berbagai tahapan uji kemampuan.
Terhadap itu, Ketua panitia seleksi, Afrizal M. Zen menjelaskan, setiap peserta harus melewati lima tahap seleksi yang dirancang untuk mengukur keterampilan dan kesiapan mereka sebagai Pramuka Penggalang.
“Seleksi ini dilakukan dalam dua fase. Tahap awal akan menyaring sekitar 70 peserta, untuk kemudian dipilih 32 orang terbaik, terdiri dari 16 putra dan 16 putri,” kata Afrizal.
Seleksi Pramuka Penggalang Kabupaten Solok
Bagi para peserta, seleksi ini menjadi langkah awal menuju pengalaman yang lebih luas. Jambore Nasional bukan hanya ajang pertemuan Pramuka dari seluruh Indonesia, tetapi juga ruang belajar tentang kebersamaan, kemandirian, dan kepemimpinan.
Melalui seleksi ini, Kabupaten Solok berharap dapat mengirimkan duta-duta terbaik yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai kepramukaan dalam setiap langkah mereka.(Irman Kuto)