Saham WIFI Diburu Jelang Cum Dividen, Masih Layak Dibeli?
Oleh: Supardi, SE, CFP
Branch Manager MNC Sekuritas Cabang Padang
IDX KP Sumbar
KabaSumbar -- Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) kembali menjadi perhatian investor menjelang batas akhir pembelian di pasar reguler untuk memperoleh hak dividen tunai pada 8 Juli 2026.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp10,6 miliar yang akan dibayarkan pada akhir Juli 2026. Investor yang ingin memperoleh hak dividen masih dapat membeli saham WIFI hingga penutupan perdagangan pasar reguler pada 8 Juli 2026.
PT Solusi Sinergi Digital atau SURGE merupakan perusahaan infrastruktur digital yang berbasis di Jakarta. Perseroan menjalankan tiga lini bisnis utama, yaitu solusi konektivitas, ekosistem teknologi, serta media dan periklanan digital.
Pada bisnis konektivitas, SURGE menyewakan jaringan serat optik (dark fiber), menyediakan layanan pusat data (colocation data center), serta mengembangkan jaringan internet rumah melalui layanan home pass dan home connect.
Di bidang teknologi, perusahaan mengembangkan sejumlah aplikasi untuk layanan publik dan komersial, di antaranya KAI Access, layanan pemesanan tiket DAMRI, dan aplikasi Sobat Tani. Perseroan juga menawarkan layanan periklanan digital serta solusi teknologi informasi.
Pergerakan harga saham WIFI menunjukkan tren naik sejak 8 Juni hingga awal Juli 2026. Harga tertinggi harian terus meningkat selama periode tersebut, mencerminkan minat beli yang masih bertahan.
Investor asing juga masih aktif bertransaksi. Pada periode 30 Juni hingga 2 Juli 2026, investor asing mencatatkan net buy. Sementara pada 3 Juli 2026, mereka membukukan net sell dengan nilai yang relatif kecil. Data akumulasi broker menunjukkan investor asing masih menahan saham WIFI dengan harga rata-rata di kisaran 1.670 hingga 1.690.
Tim Analis MNC Sekuritas menilai saham WIFI masih berada dalam tren naik jangka pendek dan tetap bergerak di atas indikator Moving Average 20 (MA20).
Selama tiga hari perdagangan terakhir, volume pembelian masih mendominasi meski mulai menurun. Indikator MACD masih berpeluang bergerak ke area positif, sedangkan Stochastic terus menguat menuju area overbought.
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy if Break dengan level support di 1.630 dan resistance di 1.800. Jika harga mampu menembus level resistance tersebut, saham WIFI berpeluang melanjutkan kenaikan ke kisaran 1.880 hingga 2.020.
Investor juga perlu memperhatikan risiko dividend trap, yaitu kondisi ketika harga saham turun setelah melewati tanggal cum dividen sehingga penurunannya dapat lebih besar daripada nilai dividen yang diterima.
Sebelum mengambil keputusan investasi, investor sebaiknya mempertimbangkan profil risiko, analisis fundamental, serta kondisi pasar, bukan hanya mengejar pembagian dividen.
Ingin belajar investasi saham lebih dalam?
Bapak dan Ibu dapat bergabung secara gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang. Dapatkan materi pasar modal, diskusi saham, informasi kelas edukasi, serta kesempatan memperoleh sertifikat dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Klik di sini untuk bergabung dengan Grup Edukasi Saham Gratis IDX dan MNC Sekuritas Padang.
Disclaimer: Tulisan ini merupakan opini dan pandangan pribadi penulis berdasarkan data serta analisis yang tersedia. Bukan merupakan ajakan membeli atau menjual efek tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.