Saham TLKM Berpeluang Rebound, Asing Masih Akumulasi dan Dividend Yield Diperkirakan 8,72 Persen

Saham TLKM Berpeluang Rebound, Asing Masih Akumulasi dan Dividend Yield Diperkirakan 8,72 Persen

Oleh: Supardi, SE, CFP
Branch Manager MNC Sekuritas Cabang Padang

KabaSumbar -- Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) kembali menjadi perhatian investor setelah asing membukukan aksi beli bersih pada perdagangan 29 Juli 2026. Di saat yang sama, fundamental perusahaan tetap solid dengan prospek dividend yield yang diperkirakan mencapai 8,72 persen.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang telekomunikasi, layanan digital, dan infrastruktur jaringan. Perusahaan melayani jutaan pelanggan di Indonesia melalui Telkomsel, IndiHome, layanan data center, cloud computing, serta berbagai solusi teknologi informasi untuk segmen korporasi.

Sebagian besar pendapatan Telkom berasal dari layanan telekomunikasi seluler, data, dan digital broadband melalui Telkomsel. Perusahaan juga mengembangkan layanan fixed broadband, telepon rumah, TV interaktif, serta bisnis digital untuk pelanggan ritel maupun korporasi.

Data pasar hingga Juli 2026 menunjukkan TLKM memiliki estimasi dividend yield sekitar 8,72 persen. Kapitalisasi pasar emiten ini berada di kisaran Rp140 triliun, dengan price to earnings ratio (PER) 15,51 kali dan earning per share (EPS) sebesar 165,07. Angka tersebut mencerminkan posisi Telkom yang masih kuat di sektor telekomunikasi nasional.

Investor asing mencatat net buy sebesar Rp14,2 miliar pada perdagangan 29 Juli 2026. Sebelumnya, transaksi beli bersih terbesar terjadi pada 20 Juli 2026 senilai Rp349 miliar, disusul Rp110 miliar pada 6 Juli 2026.

Rata-rata harga akumulasi broker selama sepekan terakhir berada di kisaran Rp2.600 per saham. Data tersebut mengindikasikan minat investor institusi terhadap TLKM masih terjaga.

Tim analis MNC Sekuritas menilai TLKM masih bergerak dalam tren turun jangka pendek. Meski begitu, harga penutupan berada tepat di area moving average 20 hari (MA20) dengan volume pembelian yang meningkat.

Indikator MACD masih bergerak landai di area negatif. Sementara itu, indikator Stochastic mulai menyempit dan berpotensi membentuk golden cross di area netral. Sinyal tersebut layak dicermati karena kerap menjadi awal perubahan momentum.

MNC Sekuritas menilai strategi buy on weakness (BoW) masih menarik selama harga mampu bertahan di area support.

Support TLKM berada di level Rp2.420, sedangkan resistance berada di Rp2.710. Jika harga mampu menembus Rp2.620 sebagai target awal, lalu melewati resistance Rp2.710 yang berdekatan dengan MA60, peluang penguatan berikutnya terbuka menuju kisaran Rp2.900.

Investor tetap perlu menerapkan manajemen risiko dan menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risikonya masing-masing. Pergerakan harga saham tetap dipengaruhi kondisi pasar dan sentimen yang berkembang.

Tertarik belajar pasar modal tanpa biaya?

IDX bersama MNC Sekuritas Padang membuka Grup Edukasi Saham gratis bagi masyarakat. Anggota akan memperoleh informasi seputar investasi, kelas edukasi, dan berbagai program dari BEI.

Klik tulisan ini untuk bergabung

Disclaimer: Analisis ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

 

 

TLKM Telkom Indonesia saham BUMN Telkomsel dividen investasi saham MNC Sekuritas analisis teknikal BEI pasar modal