Saham TEBE Naik 26%, Asing Net Buy Tiga Hari, Target 1.900

Saham TEBE Naik 26%, Asing Net Buy Tiga Hari, Target 1.900

Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG

KabaSumbar -- Saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) menguat sejak pertengahan Agustus. Aktivitas beli asing dan akumulasi broker di sekitar Rp1.700 ikut menjadi perhatian pasar.

Saham TEBE menguat sekitar 26% dari Rp1.375 pada 14 Agustus 2026 menjadi Rp1.740 pada perdagangan 2 September 2026. Dalam periode tersebut, pergerakan saham sempat mengalami fluktuasi tajam.

Pada 2 September, TEBE ditutup di Rp1.740. Harga bergerak dalam rentang Rp1.630 hingga Rp1.740 dengan volume perdagangan sekitar 4,89 juta saham.

Pergerakan harga itu mengikuti penguatan yang muncul sejak pertengahan Agustus. Pada 14 Agustus, TEBE melonjak 25% dan ditutup di Rp1.375. Empat hari kemudian, saham kembali naik 24,73% ke Rp1.715.

Pada 20 Agustus, TEBE sempat menyentuh Rp1.980 sebelum masuk fase koreksi. Harga kemudian bergerak turun dan kembali menguat menjelang awal September.

Asing Net Buy Tiga Hari

Aktivitas transaksi menjadi salah satu perhatian investor. Berdasarkan data yang menjadi bahan analisis, investor asing mencatat net buy TEBE selama tiga hari perdagangan berturut-turut.

Broker besar juga tercatat melakukan akumulasi di sekitar Rp1.700. Pembelian terbesar pada perdagangan sebelumnya berada di level harga tersebut.

Akumulasi broker dan pembelian asing dapat menjadi indikator minat pasar, tetapi data tersebut tidak menjamin harga akan melanjutkan kenaikan. Investor tetap perlu melihat volume, pergerakan harga dan posisi support maupun resistance.

Analisis Teknikal TEBE

Tim analis MNC Sekuritas memberikan pandangan Trading Buy untuk TEBE. Mereka menempatkan support pada Rp1.670 dan resistance pada Rp1.770.

Analisis tersebut melihat TEBE berpeluang membentuk pola bullish flag. Harga juga masih berada di atas MA200.

Pada perdagangan 2 September, pola candle TEBE menunjukkan bullish engulfing. Pola tersebut menjadi salah satu sinyal yang diperhatikan analis ketika saham bergerak dalam fase pemulihan.

MACD masih berada di wilayah positif, meski mulai melandai. Stochastic bergerak menyempit dan berpeluang membentuk golden cross menuju area overbought.

Posisi harga yang mendekati resistance Rp1.770 membuat level tersebut penting untuk perdagangan berikutnya. Jika TEBE mampu melewati level itu dengan dukungan volume, analis memperkirakan harga dapat bergerak menuju Rp1.800 hingga Rp1.900.

Sebaliknya, penurunan di bawah Rp1.670 akan menjadi sinyal yang perlu diperhatikan karena dapat mengurangi kekuatan tren jangka pendek.

Bisnis TEBE Bertumpu pada Infrastruktur Pertambangan

PT Dana Brata Luhur Tbk menjalankan bisnis infrastruktur pendukung pertambangan di Kalimantan. Melalui anak usahanya, perusahaan menyediakan fasilitas untuk mengangkut komoditas tambang dari area produksi menuju pelabuhan.

TEBE juga mengoperasikan fasilitas dermaga khusus untuk pemuatan batu bara ke kapal tongkang. Perusahaan menyediakan stockpile dan sistem conveyor untuk mendukung proses logistik.

Volume angkutan batu bara menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kinerja operasional perusahaan. Aktivitas produksi dan pengiriman komoditas tambang dapat memengaruhi kebutuhan terhadap fasilitas logistik yang disediakan TEBE.

Dari data fundamental dalam bahan analisis, TEBE memiliki EPS Rp97,37 dan PER sekitar 17,87 kali. Dividend yield tercatat sekitar 8,97%.

Angka dividend yield tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat diperhatikan investor. Namun, investor perlu melihat laba, arus kas, kebijakan dividen dan kondisi industri batu bara sebelum mengambil keputusan.

Level Rp1.770 Menjadi Penentu Berikutnya

Dengan penutupan Rp1.740 pada 2 September, TEBE hanya berjarak Rp30 dari resistance Rp1.770 yang digunakan dalam analisis teknikal.

Jika harga menembus resistance tersebut, target Rp1.800 hingga Rp1.900 menjadi area yang perlu diperhatikan. Pergerakan menuju target itu tetap membutuhkan dukungan volume dan kondisi pasar yang mendukung.

TEBE juga menghadapi risiko koreksi setelah kenaikan cukup besar sejak pertengahan Agustus. Investor yang masuk setelah kenaikan perlu memperhitungkan volatilitas saham dan menentukan batas risiko sesuai strategi masing-masing.

Untuk saat ini, level Rp1.670 dan Rp1.770 menjadi dua harga utama yang perlu dipantau. Support tersebut menjaga skenario penguatan jangka pendek, sedangkan penembusan resistance dapat membuka ruang kenaikan berikutnya.

Tertarik belajar pasar modal tanpa biaya?

IDX bersama MNC Sekuritas Padang membuka Grup Edukasi Saham gratis bagi masyarakat. Anggota akan memperoleh informasi seputar investasi, kelas edukasi, dan berbagai program dari BEI.

Bergabung: Klik di sini untuk bergabung

Disclaimer: Informasi ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

saham TEBE Dana Brata Luhur batu bara saham energi IHSG analisis teknikal dividen saham