Saham SMGR Direkomendasikan Buy on Weakness, Asing Mulai Akumulasi dan Peluang Rebound Menguat

Saham SMGR Direkomendasikan Buy on Weakness, Asing Mulai Akumulasi dan Peluang Rebound Menguat

Oleh: Supardi, SE, CFP
Branch Manager MNC Sekuritas Cabang Padang 

KabaSumbar -- Saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG kembali menarik perhatian pelaku pasar setelah investor asing mencatat pembelian bersih sepanjang Juli 2026. Sejumlah indikator teknikal juga mulai menunjukkan peluang penguatan harga dalam jangka menengah.

SIG merupakan BUMN yang bergerak di bidang produksi semen dan penyediaan solusi bahan bangunan. Perusahaan memproduksi semen Portland, semen komposit, semen pozzolan, hingga berbagai jenis semen khusus untuk kebutuhan konstruksi.

SIG mengoperasikan pabrik di Indarung, Sumatera Barat, Tuban, Jawa Timur, Pangkep, Sulawesi Selatan, serta Quang Ninh, Vietnam. Grup ini juga menaungi PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, dan Thang Long Cement JSC.

Selain menjual semen, SIG mengelola usaha pertambangan batu kapur, batu bara, dan tanah liat, memproduksi beton siap pakai, karung semen, mengembangkan kawasan industri, serta menyediakan layanan teknologi informasi. Perusahaan juga mengembangkan berbagai produk bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan.

Data perdagangan menunjukkan investor asing membukukan net buy sekitar Rp14,8 miliar pada 7 Juli 2026. Pada 28 Juli 2026, investor asing kembali mencatat pembelian bersih sekitar Rp9,7 miliar.

Dalam sepekan terakhir, sejumlah broker besar mengakumulasi saham SMGR pada kisaran harga rata-rata Rp1.480. Hingga penutupan perdagangan 28 Juli, transaksi beli terbanyak terjadi di harga Rp1.485 hingga Rp1.490, sedangkan transaksi jual terbesar berada di Rp1.450.

Pergerakan saham SMGR masih berada dalam fase konsolidasi. Namun, pola akumulasi investor asing mulai membuka peluang terjadinya rebound apabila sentimen pasar tetap mendukung.

Tim Analis MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness (BoW) untuk saham SMGR.

Analis menilai SMGR masih bergerak dalam fase konsolidasi jangka pendek dengan volume transaksi yang meningkat. Harga penutupan juga telah menembus garis rata-rata pergerakan MA20.

Indikator MACD masih berada di area negatif meski mulai melandai. Sementara itu, indikator Stochastic telah membentuk pola golden cross di area netral yang mengindikasikan peluang penguatan harga.

MNC Sekuritas menetapkan area support di Rp1.430 dan resistance di Rp1.515.

Jika harga mampu menembus level Rp1.515, saham SMGR berpeluang menguji target Rp1.550. Setelah itu, investor dapat mencermati area Rp1.675 yang berdekatan dengan garis MA60 sebagai target berikutnya.

Investor tetap perlu menerapkan manajemen risiko karena pergerakan harga saham dipengaruhi kondisi pasar dan sentimen ekonomi.

Mulai perjalanan investasi Anda dari edukasi yang tepat.

Gabung gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang untuk mendapatkan materi pembelajaran, informasi kelas, diskusi pasar modal, dan kesempatan mengikuti program sertifikasi BEI.

Klik tulisan ini untuk bergabung.

Disclaimer: Analisis ini bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

 

 

SMGR SIG saham BUMN MNC Sekuritas analisis saham buy on weakness saham semen investor asing IHSG