Saham PGEO Direkomendasikan Buy on Weakness, Asing Terus Akumulasi di Tengah Prospek Energi Panas Bumi
Oleh: Supardi, SE, CFP
Branch Manager MNC Sekuritas Cabang Padang
KabaSumbar -- Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) kembali menjadi perhatian investor setelah menguat 3,55 persen ke level 1.020. Kenaikan tersebut diikuti peningkatan volume transaksi dan harga masih bertahan di atas MA20, sehingga tren jangka pendek dinilai tetap positif.
Supardi, SE, CFP, Branch Manager MNC Sekuritas Cabang Padang, menilai PGEO masih layak dikoleksi dengan strategi buy on weakness. Secara teknikal, saham ini diperkirakan sedang memasuki fase koreksi sebelum melanjutkan penguatan.
Ia merekomendasikan area beli pada kisaran 935-975. Target harga berada di 1.055 dan 1.110, sedangkan stop loss ditempatkan di bawah 900 sebagai batas pengendalian risiko.
Dari sisi fundamental, PGEO bergerak di sektor energi panas bumi melalui kegiatan eksplorasi, eksploitasi, dan produksi uap panas bumi untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). PT Pertamina Power Indonesia masih menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan mayoritas.
Supardi menilai prospek jangka panjang PGEO tetap menarik. Perusahaan menargetkan kapasitas pembangkit mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028. Selain itu, PGEO membagikan dividen tunai sebesar US$123,90 juta pada Mei lalu, sehingga memberikan daya tarik tambahan bagi investor yang mencari saham dengan potensi pertumbuhan sekaligus dividen.
Indonesia memiliki cadangan panas bumi terbesar kedua di dunia karena berada di kawasan Ring of Fire. Kondisi tersebut memberi PGEO peluang untuk memperluas kapasitas pembangkit seiring meningkatnya kebutuhan energi bersih.
PGEO juga memperoleh dukungan pengembangan proyek strategis nasional. Perusahaan mengincar kapasitas hingga 3 GW dalam jangka panjang dan bekerja sama dengan PLN mengembangkan 19 proyek panas bumi dengan total kapasitas sekitar 530 MW.
Minat investor asing terhadap PGEO juga terus meningkat. Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatat net buy secara berturut-turut sejak 16 Juli hingga 27 Juli 2026.
Sejumlah broker besar turut mengakumulasi saham PGEO dalam sepekan terakhir dengan rata-rata harga sekitar 1.010. Aktivitas tersebut menunjukkan pelaku pasar institusi masih melihat peluang kenaikan pada saham ini.
PGEO juga mencatat kenaikan harga yang signifikan dalam waktu singkat. Dari harga penutupan 775 pada 8 Juni 2026, saham ini naik sekitar 33 persen hingga ditutup di level 1.020 pada perdagangan terakhir.
Meski tren masih positif, investor tetap perlu menerapkan manajemen risiko. Strategi buy on weakness dinilai lebih tepat dibanding membeli setelah harga bergerak naik cukup tinggi.
Ingin belajar investasi saham lebih dalam?
Bergabunglah dengan Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang. Grup ini terbuka bagi pemula maupun investor yang ingin belajar melalui materi edukasi, diskusi, dan kelas rutin.
Klik tautan Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang di bawah ini untuk mengajukan permintaan bergabung.
Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang
Disclaimer: Tulisan ini merupakan opini dan pandangan pribadi penulis berdasarkan data serta analisis yang tersedia. Bukan merupakan ajakan membeli atau menjual efek tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.