Saham NICL Dekati Resistance 488, Asing Mulai Net Buy
Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG
Saham PT PAM Mineral Tbk (NICL) mendekati resistance 488 setelah investor asing mencatat net buy sejak 14 Agustus 2026. Aktivitas pembelian broker besar juga terlihat di sekitar level 484 sampai 486.
PT PAM Mineral Tbk berdiri pada 2008 dan bergerak di pertambangan nikel. Perusahaan mengelola kegiatan eksplorasi, penambangan, pengolahan, serta pemasaran bijih nikel.
NICL menghasilkan bijih nikel kadar tinggi atau saprolite untuk kebutuhan industri baja nirkarat. Perusahaan juga menambang limonite yang menjadi bahan baku industri komponen baterai kendaraan listrik.
Wilayah operasional NICL berada di Morowali, Sulawesi Tengah, dan Konawe, Sulawesi Tenggara. Kedua wilayah tersebut termasuk kawasan utama pertambangan nikel di Indonesia.
NICL mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 2021.
Analisis teknikal saham NICL
Tim analis MNC Sekuritas menempatkan level 472 sebagai support dan 488 sebagai resistance. Analis menggunakan strategi buy if break jika harga mampu menembus 488 secara valid.
Pergerakan harga NICL mulai membentuk pola double bottom. Harga juga berhasil bertahan di atas MA20. Kenaikan tersebut mendapat dukungan dari peningkatan volume transaksi.
Investor perlu melihat konfirmasi volume ketika harga mendekati 488. Breakout tanpa dukungan transaksi yang memadai memiliki risiko gagal bertahan di atas resistance.
MACD masih bergerak di area negatif. Sementara itu, stochastic mulai naik menuju area overbought. Kondisi tersebut membuat ruang kenaikan tetap terbuka, tetapi risiko koreksi juga perlu diperhitungkan.
Asing mulai melakukan net buy
Data yang disampaikan dalam analisis menunjukkan investor asing mulai mencatat net buy pada 14 Agustus 2026.
Broker besar juga tercatat melakukan akumulasi saham NICL dengan rata-rata harga sekitar 484. Pembelian terbesar pada hari tersebut terjadi di area 486.
Aktivitas broker dan investor asing dapat membantu Anda membaca arah minat transaksi, tetapi data tersebut tidak menjamin harga akan terus naik. Pergerakan NICL tetap dipengaruhi kondisi pasar, harga komoditas, kinerja perusahaan, dan sentimen sektor nikel.
Level 488 menjadi perhatian
Analis menetapkan strategi buy if break pada NICL. Skenario tersebut berlaku jika harga mampu melewati 488 dengan konfirmasi yang cukup.
Jika breakout berhasil, area 510 sampai 555 menjadi target penguatan yang perlu dipantau. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan kenaikan dapat membawa harga kembali menguji support 472.
Investor yang menggunakan analisis teknikal perlu menentukan batas risiko sebelum mengambil posisi. Level support dan resistance hanya menjadi acuan, bukan kepastian arah harga.
Pergerakan NICL pada sesi perdagangan berikutnya akan menentukan apakah harga mampu melanjutkan pemulihan atau kembali masuk ke area konsolidasi.
Analisis ini mengacu pada data dan materi analisis yang tersedia untuk periode Agustus 2026. Analisis teknikal tidak menjamin keuntungan dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham.
Ingin memahami investasi saham lebih dalam?
Bapak dan Ibu dapat bergabung gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang. Grup ini menyediakan materi pasar modal, diskusi saham, jadwal kelas edukasi, serta informasi sertifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Bergabung: Klik di sini untuk bergabung
Disclaimer: Analisis ini disusun sebagai informasi dan bukan ajakan membeli maupun menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.