Saham ERAA Menguat, Laba Semester I-2026 Naik 37,96 Persen
Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG
KabaSumbar -- Saham ERAA masih berada dalam tren naik pada September 2026 setelah PT Erajaya Swasembada Tbk mencatat pertumbuhan laba semester I sebesar 37,96 persen.
ERAA membukukan laba bersih Rp784,02 miliar pada semester I-2026. Pendapatan perseroan mencapai Rp42,9 triliun, tumbuh 22,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari penjualan smartphone dan bisnis lifestyle. Erajaya menjalankan usaha importasi, distribusi dan perdagangan ritel perangkat telekomunikasi serta elektronik konsumen.
Perseroan mengoperasikan jaringan ritel seperti Erafone dan iBox, serta gerai resmi sejumlah merek global. ERAA juga mengembangkan bisnis di sektor lifestyle, beauty & wellness, kuliner dan EV mobility.
Saham ERAA Bertahan dalam Tren Naik
Pergerakan saham ERAA mendapat perhatian dari aktivitas investor asing. Berdasarkan data perdagangan yang digunakan dalam analisis, investor asing mencatat pembelian bersih sejak 24 Juli 2026 hingga 15 September 2026, meski beberapa sesi menunjukkan net sell saat saham berkonsolidasi.
Aktivitas broker besar juga menunjukkan akumulasi pada kisaran Rp600. Pada perdagangan 15 September 2026, transaksi pembelian terbesar tercatat di sekitar Rp610, sementara transaksi penjualan terbesar berada di sekitar Rp600.
Level Rp580 menjadi pivot point dalam membaca arah pergerakan saham ERAA. Harga yang bertahan di atas level tersebut masih mendukung struktur kenaikan. Jika harga turun melewati area tersebut, tekanan jual perlu mendapat perhatian.
Pada perdagangan 15 September, volume beli ikut meningkat. Tim analis MNC Sekuritas menilai kondisi tersebut sejalan dengan pola bullish pennant yang muncul dalam fase uptrend ERAA.
MACD masih berada di wilayah positif, meski mulai melandai. Indikator Stochastic juga masih membuka ruang penguatan sebelum memasuki area overbought.
Resistance Rp625 Jadi Level Penting
Tim analis MNC Sekuritas menempatkan support ERAA di Rp580 dan resistance di Rp625.
Skenario Trading Buy menjadi perhatian jika harga mampu menembus resistance Rp625. Analisis tersebut memperkirakan pergerakan berikutnya dapat mengarah ke rentang Rp640 hingga Rp685.
Level tersebut tetap perlu dibaca bersama volume transaksi dan kondisi pasar. Breakout tanpa dukungan volume dapat menghasilkan pergerakan yang berbeda dari skenario teknikal.
Bagi Anda yang mengamati ERAA untuk perdagangan jangka pendek, area Rp580 dan Rp625 menjadi dua level yang perlu dipantau. Rp580 berfungsi sebagai batas teknikal bawah, sedangkan Rp625 menjadi area yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi kelanjutan momentum kenaikan.
Kinerja Keuangan Menjadi Perhatian
Pertumbuhan laba dan pendapatan memberikan gambaran mengenai kinerja ERAA sepanjang enam bulan pertama 2026. Laba bersih naik 37,96 persen secara tahunan, sementara pendapatan tumbuh 22,4 persen menjadi Rp42,9 triliun.
Pertumbuhan bisnis smartphone menjadi salah satu penopang kinerja. Pada saat yang sama, perseroan memperluas sumber pendapatan melalui pengembangan bisnis lifestyle dan sektor lainnya.
ERAA juga memiliki kebijakan pembagian dividen kepada pemegang saham. Bagi investor, dividen menjadi salah satu faktor yang dapat diperhitungkan bersama pertumbuhan laba, valuasi dan prospek bisnis.
Namun, pertumbuhan kinerja keuangan tidak otomatis membuat harga saham terus naik. Pergerakan ERAA tetap dipengaruhi kondisi pasar, arus dana investor, sentimen sektor ritel dan ekspektasi terhadap kinerja perseroan berikutnya.
Untuk saat ini, pasar memiliki dua acuan utama pada ERAA. Dari sisi fundamental, perseroan mencatat pertumbuhan laba dan pendapatan pada semester I-2026. Dari sisi teknikal, harga masih berada dalam fase uptrend dengan support Rp580 dan resistance Rp625.
Tertarik belajar pasar modal tanpa biaya?
IDX bersama MNC Sekuritas Padang membuka Grup Edukasi Saham gratis bagi masyarakat. Anggota akan memperoleh informasi seputar investasi, kelas edukasi, dan berbagai program dari BEI.
Bergabung: Klik di sini untuk bergabung
Disclaimer: Analisis ini disusun sebagai informasi dan bukan ajakan membeli maupun menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.