include "breadcrumb.php" ?>
Babak Pertama Tanpa Gol
Minus
Satu Poin
Tak Jadi Beban
Kabau Sirah
Bungkam
Persiraja
di Banda Aceh
Minus Satu Poin Tak Jadi Beban, Kabau Sirah Bungkam Persiraja di Banda Aceh
KabaSumbar - Minus satu poin di awal kompetisi ternyata bukan penghalang bagi Semen Padang FC untuk langsung tancap gas. Kabau Sirah justru mengawali kampanye Championship League 2026/2027 dengan kemenangan penting di kandang Persiraja Banda Aceh.
Bermain di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Minggu malam (13/9/2026), Semen Padang FC membungkam tuan rumah dengan skor 1-0.
Satu-satunya gol dalam laga sengit tersebut lahir dari kepala Ariyanto Maring pada menit ke-71. Menariknya, Maring datang dari bangku cadangan dan langsung menjadi pahlawan Kabau Sirah.
Kemenangan itu terasa semakin berharga karena Semen Padang FC harus memulai kompetisi dengan minus satu poin. Pengurangan poin tersebut merupakan konsekuensi perubahan pendaftaran stadion kandang yang dinilai tidak sesuai dengan batas waktu atau ketentuan administratif dalam regulasi perizinan klub (club licensing).
Dengan tambahan tiga poin dari kemenangan di Banda Aceh, Semen Padang FC kini mengoleksi dua poin dan menempati posisi ketiga klasemen sementara.
Sementara Persiraja harus menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri. Kekalahan tersebut membuat Laskar Rencong berada di posisi juru kunci dengan minus satu poin.
Di posisi teratas, Persikad Depok mengoleksi tiga poin setelah menundukkan PSGC Ciamis dengan skor 2-1.
Bermain di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Minggu malam (13/9/2026), Semen Padang FC membungkam tuan rumah dengan skor 1-0.
Satu-satunya gol dalam laga sengit tersebut lahir dari kepala Ariyanto Maring pada menit ke-71. Menariknya, Maring datang dari bangku cadangan dan langsung menjadi pahlawan Kabau Sirah.
Kemenangan itu terasa semakin berharga karena Semen Padang FC harus memulai kompetisi dengan minus satu poin. Pengurangan poin tersebut merupakan konsekuensi perubahan pendaftaran stadion kandang yang dinilai tidak sesuai dengan batas waktu atau ketentuan administratif dalam regulasi perizinan klub (club licensing).
Dengan tambahan tiga poin dari kemenangan di Banda Aceh, Semen Padang FC kini mengoleksi dua poin dan menempati posisi ketiga klasemen sementara.
Sementara Persiraja harus menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri. Kekalahan tersebut membuat Laskar Rencong berada di posisi juru kunci dengan minus satu poin.
Di posisi teratas, Persikad Depok mengoleksi tiga poin setelah menundukkan PSGC Ciamis dengan skor 2-1.
Semen Padang tundukkan Persiraja di Banda Aceh
Babak Pertama Tanpa Gol
Semen Padang FC tampil cukup percaya diri sejak menit awal. Penguasaan bola berada di pihak Kabau Sirah, tetapi dominasi tersebut belum mampu diterjemahkan menjadi gol.
Pertahanan Persiraja yang bermain rapat membuat barisan depan Semen Padang FC kesulitan mencari ruang.
Peluang baru didapat pada menit ke-27 melalui tendangan bebas. Lazar Zlicic yang dipercaya menjadi eksekutor mengarahkan bola ke area gawang Persiraja.
Namun, bola masih mampu diblok pemain Laskar Rencong.
Persiraja pun tak tinggal diam. Tuan rumah berusaha keluar dari tekanan dan beberapa kali mencoba mengancam pertahanan Semen Padang FC.
Akan tetapi, hingga 45 menit pertama selesai, tak ada gol tercipta.
Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Pergantian Pemain, Permainan Makin Panas
Pertahanan Persiraja yang bermain rapat membuat barisan depan Semen Padang FC kesulitan mencari ruang.
Peluang baru didapat pada menit ke-27 melalui tendangan bebas. Lazar Zlicic yang dipercaya menjadi eksekutor mengarahkan bola ke area gawang Persiraja.
Namun, bola masih mampu diblok pemain Laskar Rencong.
Persiraja pun tak tinggal diam. Tuan rumah berusaha keluar dari tekanan dan beberapa kali mencoba mengancam pertahanan Semen Padang FC.
Akan tetapi, hingga 45 menit pertama selesai, tak ada gol tercipta.
Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Pergantian Pemain, Permainan Makin Panas
Memasuki babak kedua, pelatih Semen Padang FC Nil Maizar melakukan dua pergantian sekaligus.
David Maulana masuk menggantikan Lazar Zlicic, sedangkan Muhammad Rahmat dipercaya menggantikan Junior Batista.
Persiraja kemudian tampil lebih agresif. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan Kabau Sirah.
Martin Chaves dan Faris Adit menjadi beberapa pemain yang sempat membahayakan gawang Semen Padang FC.
Namun, ketika Persiraja sedang berusaha menemukan celah, Semen Padang FC justru memberikan pukulan telak.
Menit ke-71 menjadi momen penentu.
Zulkifli Lukmansyah mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti. Ariyanto Maring yang berada di posisi tepat langsung menyambutnya dengan sundulan.
Gol!
Bola bersarang di gawang Persiraja. Semen Padang FC berbalik unggul 1-0.
Maring pun berubah dari pemain pengganti menjadi sosok paling penting bagi Kabau Sirah malam itu.
Gol tersebut sempat membuat pertandingan berada dalam ketegangan karena harus melalui pemeriksaan VAR. Setelah proses pengecekan selesai, wasit menyatakan gol Maring sah.
Persiraja Menggempur, Ikram Jadi Tembok Terakhir
Tertinggal satu gol di hadapan publik sendiri, Persiraja meningkatkan intensitas serangan.
Tuan rumah tak ingin kehilangan poin di laga perdana. Serangan demi serangan kembali diarahkan ke pertahanan Kabau Sirah.
Namun, ada Ikram Al Giffari di bawah mistar Semen Padang FC.
Pada menit ke-76, Persiraja mendapatkan peluang melalui sundulan dalam situasi tendangan bebas. Ikram sigap mengamankan bola dan menggagalkan peluang tuan rumah.
Kiper Semen Padang FC itu sebelumnya juga melakukan penyelamatan penting pada menit ke-60.
Tendangan bebas Martin Chaves yang mengarah ke gawang berhasil ditepis Ikram. Peluang tersebut didapat Persiraja setelah Stefano Lilipaly melakukan pelanggaran terhadap Jayus Haryono.
Waktu terus berjalan. Persiraja semakin frustrasi karena gol penyeimbang tak kunjung datang.
Semen Padang FC memilih bertahan dengan disiplin sambil sesekali mengandalkan serangan balik.
Hingga peluit panjang berbunyi, papan skor tak berubah. Persiraja 0-1 Semen Padang FC.
Kabau Sirah pun pulang dari Banda Aceh dengan kemenangan, sekaligus menjadi pesan, bahwa minus satu poin bukan alasan bagi Semen Padang FC untuk gentar menghadapi persaingan Championship League 2026/2027. (Irman Kuto)
David Maulana masuk menggantikan Lazar Zlicic, sedangkan Muhammad Rahmat dipercaya menggantikan Junior Batista.
Persiraja kemudian tampil lebih agresif. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan Kabau Sirah.
Martin Chaves dan Faris Adit menjadi beberapa pemain yang sempat membahayakan gawang Semen Padang FC.
Namun, ketika Persiraja sedang berusaha menemukan celah, Semen Padang FC justru memberikan pukulan telak.
Menit ke-71 menjadi momen penentu.
Zulkifli Lukmansyah mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti. Ariyanto Maring yang berada di posisi tepat langsung menyambutnya dengan sundulan.
Gol!
Bola bersarang di gawang Persiraja. Semen Padang FC berbalik unggul 1-0.
Maring pun berubah dari pemain pengganti menjadi sosok paling penting bagi Kabau Sirah malam itu.
Gol tersebut sempat membuat pertandingan berada dalam ketegangan karena harus melalui pemeriksaan VAR. Setelah proses pengecekan selesai, wasit menyatakan gol Maring sah.
Persiraja Menggempur, Ikram Jadi Tembok Terakhir
Tertinggal satu gol di hadapan publik sendiri, Persiraja meningkatkan intensitas serangan.
Tuan rumah tak ingin kehilangan poin di laga perdana. Serangan demi serangan kembali diarahkan ke pertahanan Kabau Sirah.
Namun, ada Ikram Al Giffari di bawah mistar Semen Padang FC.
Pada menit ke-76, Persiraja mendapatkan peluang melalui sundulan dalam situasi tendangan bebas. Ikram sigap mengamankan bola dan menggagalkan peluang tuan rumah.
Kiper Semen Padang FC itu sebelumnya juga melakukan penyelamatan penting pada menit ke-60.
Tendangan bebas Martin Chaves yang mengarah ke gawang berhasil ditepis Ikram. Peluang tersebut didapat Persiraja setelah Stefano Lilipaly melakukan pelanggaran terhadap Jayus Haryono.
Waktu terus berjalan. Persiraja semakin frustrasi karena gol penyeimbang tak kunjung datang.
Semen Padang FC memilih bertahan dengan disiplin sambil sesekali mengandalkan serangan balik.
Hingga peluit panjang berbunyi, papan skor tak berubah. Persiraja 0-1 Semen Padang FC.
Kabau Sirah pun pulang dari Banda Aceh dengan kemenangan, sekaligus menjadi pesan, bahwa minus satu poin bukan alasan bagi Semen Padang FC untuk gentar menghadapi persaingan Championship League 2026/2027. (Irman Kuto)