Saham DEWA Menguat 5,20 Persen, Akumulasi Jadi Sorotan

Saham DEWA Menguat 5,20 Persen, Akumulasi Jadi Sorotan

Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG

KabaSumbar -- Saham DEWA naik 5,20 persen pada 6 Oktober 2026. Harga penutupan mencapai 364, setelah bergerak dalam rentang 348 sampai 372 sepanjang perdagangan.

Volume transaksi ikut meningkat. Data perdagangan menunjukkan sekitar 605,41 juta saham DEWA berpindah tangan pada 6 Oktober, dibandingkan sekitar 270,54 juta saham sehari sebelumnya.

Pada 5 Oktober, DEWA ditutup di 346. Sehari kemudian harga langsung bergerak naik dan menembus area 360.

Pergerakan tersebut membuat level 346 kembali menjadi perhatian. Pelaku pasar dapat menggunakan area ini sebagai salah satu acuan untuk melihat apakah penguatan masih memiliki tenaga atau harga mulai kembali tertekan.

Data transaksi broker yang menjadi bahan analisis menunjukkan investor asing melakukan akumulasi DEWA sejak 1 Oktober hingga 6 Oktober 2026. Broker besar juga tercatat mengakumulasi saham tersebut dengan harga rata-rata sekitar 360.

Pada 6 Oktober, transaksi pembelian terbesar berada di sekitar 364. Nilai penjualan terbesar juga muncul di level yang sama. Kondisi ini menunjukkan aktivitas transaksi yang padat di area tersebut.

Kinerja Darma Henwa Menguat pada Semester I 2026

Pergerakan saham DEWA mendapat dukungan dari kinerja keuangan PT Darma Henwa Tbk.

Darma Henwa membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp354,28 miliar pada semester I 2026. Angka tersebut naik sekitar 89 persen dibandingkan Rp187,44 miliar pada semester I 2025.

Pendapatan perusahaan tumbuh 3,13 persen menjadi sekitar Rp3,20 triliun dari Rp3,10 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba perlu dilihat lebih rinci. Penyesuaian nilai wajar investasi memberikan kontribusi terhadap laba pada kuartal II. Pada periode yang sama, perusahaan juga menghadapi kenaikan beban keuangan dan denda pinjaman bank yang bersifat satu kali.

Karena itu, investor perlu memisahkan pertumbuhan laba operasional dengan kontribusi dari pos investasi ketika menilai kinerja DEWA.

Bisnis DEWA Bergantung pada Aktivitas Pertambangan

PT Darma Henwa Tbk berdiri pada 1991 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 26 September 2007 dengan kode DEWA.

Perusahaan bergerak di bidang jasa kontraktor pertambangan. Kegiatannya mencakup pembersihan lahan, pengupasan tanah pucuk, pengeboran, peledakan, pengupasan batuan penutup, penggalian, pengangkutan, hingga kegiatan pendukung pertambangan lainnya.

Darma Henwa menjalankan sejumlah proyek pertambangan di Kalimantan. Perusahaan juga memiliki kegiatan yang berkaitan dengan mineral lain, termasuk emas dan tembaga.

Portofolio tersebut membuat kinerja DEWA berkaitan erat dengan aktivitas produksi tambang dan kebutuhan jasa kontraktor dari pemilik konsesi.

Struktur pemegang saham juga menjadi bagian penting dalam melihat emiten ini. Data perusahaan mencatat Goldwave Capital Limited sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 9,38 persen. Zurich Assets International Ltd memiliki 6,18 persen, sementara PT Andhesti Tungkas Pratama dan CGS International Securities Hong Kong Limited masing-masing memiliki sekitar 6 persen.

Support 344, Resistance 378

Tim analis MNC Sekuritas memberikan pandangan Trading Buy untuk DEWA. Mereka menempatkan support di 344 dan resistance di 378.

Analisis tersebut melihat DEWA sedang menjalani fase rebound. Harga masih menghadapi MA20, sementara volume pembelian meningkat.

Indikator MACD mulai menyempit di area negatif dan berpeluang membentuk golden cross. Stochastic juga bergerak naik di area netral.

Level 378 menjadi batas penting pada perdagangan berikutnya. Jika DEWA mampu melewati level tersebut dengan volume yang mendukung, analis memperkirakan harga dapat bergerak menuju 396 sampai 412 sekaligus menguji MA60.

Sebaliknya, kegagalan menembus 378 dapat membuat harga kembali bergerak dalam rentang konsolidasi. Penurunan di bawah 346, terutama jika berlanjut melewati support 344, akan melemahkan skenario rebound jangka pendek.

Akumulasi Belum Cukup Tanpa Konfirmasi Harga

DEWA naik dari 334 pada penutupan 1 Oktober menjadi 364 pada 6 Oktober. Dalam empat sesi perdagangan, harga bertambah sekitar 9 persen.

Kenaikan tersebut berjalan bersama peningkatan volume. Namun, investor tetap perlu melihat respons harga ketika DEWA mendekati 378.

Akumulasi broker dapat menjadi sinyal positif, tetapi harga harus memberikan konfirmasi. Breakout resistance dengan volume tinggi akan memperkuat peluang berlanjutnya tren naik.

Sebaliknya, tekanan jual di sekitar 378 dapat mengembalikan DEWA ke area support.

Kinerja semester I 2026 memberi tambahan sentimen positif bagi saham DEWA. Pendapatan tumbuh 3,13 persen dan laba bersih meningkat 89 persen secara tahunan. Investor tetap perlu memperhatikan komposisi laba karena sebagian kenaikan berasal dari penyesuaian nilai wajar investasi.

Untuk perdagangan berikutnya, area 344 sampai 346 menjadi zona yang perlu diperhatikan sebagai support. Level 378 menjadi resistance utama. Jika harga menembusnya dengan volume kuat, area 396 sampai 412 menjadi target teknikal berdasarkan analisis MNC Sekuritas.

Perluas wawasan investasi Anda.

Ikuti Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang secara gratis. Anda dapat berdiskusi, mengikuti kelas pasar modal, serta memperoleh informasi mengenai sertifikasi BEI.

Bergabung: Klik di sini untuk bergabung

Disclaimer: Tulisan ini hanya menyajikan informasi dan analisis pasar, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan profil risiko.

saham DEWA Darma Henwa saham tambang BEI analisis saham emiten tambang saham 2026