Saham ANTM Menguat, Asing Borong Rp693 Miliar dan Bidik Rp3.600

Saham ANTM Menguat, Asing Borong Rp693 Miliar dan Bidik Rp3.600

Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG

KabaSumbar -- Investor asing mencatat net buy saham ANTM sekitar Rp693 miliar di pasar reguler selama 7-11 September 2026. Pada Jumat, 11 September, ANTM ditutup di Rp3.270 per saham.

Minat beli asing datang ketika kinerja PT Aneka Tambang Tbk pada semester I 2026 mencatat pertumbuhan kuat. Dalam pemaparan public expose pada 11 September 2026, perusahaan melaporkan laba bersih Rp6,91 triliun dan penjualan bersih sekitar Rp62,71 triliun.

Kinerja tersebut menjadi salah satu alasan investor kembali memperhatikan ANTM. Bisnis emas dan nikel menjadi bagian penting dari kegiatan perusahaan, sementara kenaikan harga emas dunia ikut memperkuat sentimen terhadap emiten tambang tersebut.

ANTAM merupakan bagian dari holding pertambangan MIND ID. Pemerintah mengalihkan saham Seri B miliknya kepada MIND ID pada 2022 sebagai bagian dari pembentukan holding industri pertambangan.

Perusahaan berdiri pada 5 Juli 1968 setelah pemerintah menggabungkan sejumlah perusahaan pertambangan nasional. ANTAM kemudian mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 27 November 1997.

Kegiatan usaha ANTAM mencakup eksplorasi, penambangan dan pengolahan nikel menjadi feronikel. Perusahaan juga menjalankan bisnis emas dan perak, termasuk pengolahan logam mulia. Pada sektor bauksit, ANTAM menjalankan penambangan dan pengolahan menjadi alumina.

Fasilitas pemurnian logam mulia ANTAM memiliki sertifikasi dari London Bullion Market Association (LBMA). Perusahaan juga menjalankan jasa eksplorasi geologi, transportasi dan perdagangan melalui sejumlah anak usahanya.

Saham ANTM Naik Sekitar 25 Persen Sejak Juli

Pergerakan harga ANTM memperlihatkan tren penguatan sejak awal Juli 2026. Harga penutupan pada 1 Juli berada di Rp2.610.

Pada 11 September, ANTM mencapai level tertinggi Rp3.270 berdasarkan data yang menjadi bahan analisis. Dengan perbandingan tersebut, harga saham telah naik sekitar 25 persen sejak awal Juli.

Pergerakan pada pekan kedua September juga menunjukkan penguatan. ANTM ditutup Rp3.080 pada 8 September, kemudian naik ke Rp3.200 pada 9 September dan Rp3.270 pada 10 September. Harga penutupan 11 September tetap berada di Rp3.270.

Pada perdagangan Jumat, aktivitas transaksi menunjukkan pembelian terbesar berada di sekitar Rp3.240, sedangkan penjualan terbesar tercatat di sekitar Rp3.200. Broker besar juga terlihat melakukan akumulasi pada rata-rata harga sekitar Rp3.190, dengan dominasi transaksi asing.

Data tersebut memperlihatkan adanya minat beli yang kuat. Namun, investor tetap perlu melihat volume dan kemampuan ANTM mempertahankan level support ketika harga mengalami tekanan.

Harga Emas Menjadi Sentimen Positif

Kenaikan harga emas dunia ikut menjadi perhatian pelaku pasar. ANTAM memiliki bisnis emas melalui kegiatan pertambangan, pengolahan dan penjualan logam mulia.

Pergerakan harga emas dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kinerja perusahaan. Namun, harga saham ANTM juga mengikuti kondisi pasar saham, nilai tukar rupiah, harga komoditas lain dan perkembangan kinerja perusahaan.

Investor asing juga kembali membeli saham di sejumlah pasar Asia setelah periode aksi jual. Kondisi tersebut menjadi bagian dari sentimen eksternal yang perlu diperhatikan ketika membaca pergerakan ANTM.

Arus dana asing dalam satu pekan belum cukup untuk memastikan tren jangka panjang. Investor perlu melihat apakah pembelian tersebut berlanjut pada sesi perdagangan berikutnya.

Analisis Teknikal ANTM

Tim analis MNC Sekuritas menilai ANTM masih memiliki peluang melanjutkan penguatan. Analisis tersebut menggunakan strategi Buy on Weakness (BoW).

Tim Analis MNC Sekuritas menempatkan support ANTM di Rp3.150 dan resistance di Rp3.360.

Secara teknikal, ANTM dinilai sedang membentuk pola ascending triangle. Volume beli juga masih mendominasi. Indikator MACD berada di area positif, sedangkan stochastic mulai menyempit dan masih memiliki peluang bergerak naik menuju area overbought.

Jika harga mampu melewati Rp3.360 dengan dukungan volume, ruang kenaikan berikutnya terbuka menuju target yang diperkirakan berada di Rp3.520-Rp3.600.

Sebaliknya, investor perlu memperhatikan level Rp3.150. Penurunan di bawah area tersebut dapat mengurangi kekuatan tren jangka pendek dan meningkatkan risiko koreksi.

Fundamental dan Risiko Tetap Perlu Diperhatikan

ANTM memiliki sejumlah katalis positif, terutama kinerja semester I 2026, arus beli asing dan sentimen harga emas. Kenaikan harga saham sekitar 25 persen sejak awal Juli juga memperlihatkan kuatnya momentum dalam beberapa bulan terakhir.

Di sisi lain, kenaikan harga membuat investor perlu memperhitungkan risiko koreksi. Harga Rp3.360 menjadi level teknikal penting untuk melihat apakah ANTM mampu melanjutkan tren naik.

Strategi BoW menempatkan area support sebagai acuan penting. Investor yang mengikuti analisis tersebut perlu memperhatikan pergerakan harga dan volume sebelum mengambil keputusan.

Target Rp3.520-Rp3.600 merupakan proyeksi teknikal MNC Sekuritas, bukan jaminan bahwa ANTM akan mencapai level tersebut. Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Tertarik belajar pasar modal tanpa biaya?

IDX bersama MNC Sekuritas Padang membuka Grup Edukasi Saham gratis bagi masyarakat. Anggota akan memperoleh informasi seputar investasi, kelas edukasi, dan berbagai program dari BEI.

Bergabung: Klik di sini untuk bergabung

Disclaimer: Analisis ini disusun sebagai informasi dan bukan ajakan membeli maupun menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

ANTM saham Antam saham hari ini net buy asing emas IHSG Bursa Efek Indonesia MIND ID