include "breadcrumb.php" ?>
“Percepatan investasi diperlukan agar Sumbar tidak tertinggal dalam pertumbuhan ekonomi regional. Saat ini, investasi itu belum optimal masuk ke sektor-sektor produktif,” ujarnya.
Menurut Kepala BP BUMN Dony Oskaria, investasi yang didorong harus bersifat padat karya agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, bukan sekadar padat modal. Untuk itu, pemerintah daerah dituntut lebih proaktif dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Keseriusan terhadap hilirisasi, pembukaan akses infrastruktur, serta kepastian ekosistem investasi menjadi kunci. Jika tidak dilakukan, pertumbuhan ekonomi Sumbar berpotensi stagnan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan investasi yang masuk memberikan dampak nyata bagi daerah, termasuk keterlibatan tenaga kerja lokal serta pencatatan badan usaha di Sumbar, agar manfaat ekonominya tidak keluar dari daerah.
“Investasi tidak cukup hanya hadir di atas kertas, tetapi harus membuka lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta menambah penerimaan daerah,” jelas COO Danantara dan Kepala BP BUMN itu.
Dony menambahkan, Sumbar memiliki berbagai potensi sektor produktif yang dapat ditawarkan kepada investor, seperti hilirisasi kelapa dan gambir, akuisisi pabrik kelapa, pengembangan kawasan kuliner tematik, pariwisata, hingga dukungan terhadap proyek infrastruktur strategis.
Pada kesempatan, hadir sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemprov Sumbar, seperti Kepala Bappeda, Zefnihan; Kepala Dinas Perkimtan, Ardiansyah; Kepala DPMPTSP, Luhur Budianda; Kepala Dinas BMCKTR, Armi; Kepala Biro Adpim, Nolly Eka Mardianto; Kepala Badan Penghubung, Aschari. (Irman Kuto/*)
Rakor
Gubernur Mahyeldi
COO Danantara
Kepala BP BUMN
Dony Oskaria
Dorong Investasi
Bersifat
Padat Karya
Rakor dengan Gubernur Mahyeldi, COO Danantara dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria Dorong Investasi Bersifat Padat Karya
KabaSumbar - Percepatan investasi dan penyelesaian pembangunan infrastruktur strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dibahas Gubernur Mahyeldi Ansharullah bersama para bupati dan wali kota se Sumatera Barat (Sumbar) dengan COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, Rabu (15/4/2026), di Kantor BP BUMN, Jakarta.
Mengiringi itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meminta dukungan penuh kepada Danantara dan BP BUMN dalam mempercepat realisasi investasi serta pembangunan infrastruktur strategis di Sumbar.
Mahyeldi menjelaskan, Pemerintah Provinsi telah memetakan potensi dan menetapkan prioritas pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, baik yang sudah berjalan maupun yang masih dalam tahap perencanaan.
Beberapa program strategis yang menurutnya telah berprogres antara lain pengembangan energi panas bumi, pembangunan Jalan Tol Sicincin–Pangkalan, pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, serta penanganan infrastruktur pascabencana di kawasan Lembah Anai.
Beberapa program strategis yang menurutnya telah berprogres antara lain pengembangan energi panas bumi, pembangunan Jalan Tol Sicincin–Pangkalan, pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, serta penanganan infrastruktur pascabencana di kawasan Lembah Anai.
“Sementara itu, pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang masih mengalami perlambatan akibat keterbatasan anggaran daerah. Untuk percepatannya, kami membutuhkan dukungan dari Danantara,” ungkap Mahyeldi.
Adapun program yang masih dalam tahap perencanaan meliputi penyusunan peta jalan Sumbar Hijau, reaktivasi jalur kereta api, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mentawai dan Mandeh, serta pelebaran ruas jalan Bukittinggi–Payakumbuh.
“Kami meyakini, apabila seluruh rencana strategis ini dapat dituntaskan, investasi akan meningkat dan pertumbuhan ekonomi Sumbar akan semakin positif,” ujarnya.
Mahyeldi berharap, melalui sinergi antara Danantara, BUMN, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota, berbagai tantangan pembangunan di Sumbar dapat diatasi secara bersama dan berkelanjutan.
“Kami meyakini, apabila seluruh rencana strategis ini dapat dituntaskan, investasi akan meningkat dan pertumbuhan ekonomi Sumbar akan semakin positif,” ujarnya.
Mahyeldi berharap, melalui sinergi antara Danantara, BUMN, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota, berbagai tantangan pembangunan di Sumbar dapat diatasi secara bersama dan berkelanjutan.
Suasana Rakor di Kantor BP BUMN, Jakarta
Potensi Sektor Produktif
Terhadap itu, Dony Oskaria menegaskan, pertumbuhan ekonomi Sumbar sangat dipengaruhi oleh tingkat investasi yang masuk. Oleh karena itu, perlu upaya konkrit dari Pemerintah Daerah untuk menarik minat para investor agar mereka tertarik menanamkan modalnya di Sumbar, terutama pada sektor-sektor produktif.
“Percepatan investasi diperlukan agar Sumbar tidak tertinggal dalam pertumbuhan ekonomi regional. Saat ini, investasi itu belum optimal masuk ke sektor-sektor produktif,” ujarnya.
Menurut Kepala BP BUMN Dony Oskaria, investasi yang didorong harus bersifat padat karya agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, bukan sekadar padat modal. Untuk itu, pemerintah daerah dituntut lebih proaktif dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Keseriusan terhadap hilirisasi, pembukaan akses infrastruktur, serta kepastian ekosistem investasi menjadi kunci. Jika tidak dilakukan, pertumbuhan ekonomi Sumbar berpotensi stagnan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan investasi yang masuk memberikan dampak nyata bagi daerah, termasuk keterlibatan tenaga kerja lokal serta pencatatan badan usaha di Sumbar, agar manfaat ekonominya tidak keluar dari daerah.
“Investasi tidak cukup hanya hadir di atas kertas, tetapi harus membuka lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta menambah penerimaan daerah,” jelas COO Danantara dan Kepala BP BUMN itu.
Dony menambahkan, Sumbar memiliki berbagai potensi sektor produktif yang dapat ditawarkan kepada investor, seperti hilirisasi kelapa dan gambir, akuisisi pabrik kelapa, pengembangan kawasan kuliner tematik, pariwisata, hingga dukungan terhadap proyek infrastruktur strategis.
Di sektor infrastruktur, ia juga mendorong percepatan pembangunan proyek strategis nasional di Sumbar. Menurutnya, ketersediaan infrastruktur yang memadai menjadi faktor kunci masuknya investasi.
Pada kesempatan, hadir sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemprov Sumbar, seperti Kepala Bappeda, Zefnihan; Kepala Dinas Perkimtan, Ardiansyah; Kepala DPMPTSP, Luhur Budianda; Kepala Dinas BMCKTR, Armi; Kepala Biro Adpim, Nolly Eka Mardianto; Kepala Badan Penghubung, Aschari. (Irman Kuto/*)